Musim semi 2026 menghadirkan tren baru yang mengutamakan siluet longgar, warna netral dan gaya effortless a la jalanan New York.
Kalau beberapa musim terakhir dunia fashion dipenuhi warna-warna mencolok, aksesori maksimalis, hingga siluet yang dramatis, musim semi 2026 justru bergerak ke arah sebaliknya.
Menurut laporan Who What Wear, salah satu gaya yang paling banyak mencuri perhatian bukan berasal dari runway, melainkan dari jalanan West Village, kawasan di Manhattan, New York, yang dikenal sebagai rumah bagi banyak kreator, seniman, hingga selebritas.
Gaya ini kemudian dijuluki sebagai West Village Wardrobe, sebuah estetika yang mengedepankan pakaian sederhana, nyaman, tetapi tetap terlihat rapi dan stylish.
Berbeda dengan tren yang mengejar penampilan serba sempurna, West Village Wardrobe justru terasa lebih santai. Bayangkan oversized knit, trench coat, celana denim longgar, kaus putih polos, sepatu flat, hingga tas kulit berwarna netral.
(BACA JUGA: Tren Y2K Belum Selesai, Kini Tracksuit Velours Era 2000an Kembali Populer)

Potongan pakaiannya dibuat seolah dikenakan tanpa banyak usaha, tetapi tetap terlihat elegan. Filosofi ini sejalan dengan semakin populernya gaya quiet luxury dan understated dressing yang mengutamakan kualitas, fungsi dan kemudahan dipadukan dibandingkan dengan mengikuti tren yang cepat berganti.
Sejumlah selebriti pun dinilai menjadi representasi dari gaya ini. Jennifer Lawrence, misalnya, kerap terlihat mengenakan kombinasi kaus putih, celana longgar, flat shoes dan tas kulit berwarna cokelat saat berjalan di New York.
Sementara Zoë Kravitz dikenal lewat perpaduan oversized blazer, denim, hingga loafers yang membuat tampilannya selalu terlihat sederhana tetapi tetap berkarakter.
Selain mereka, Katie Holmes, Daisy Edgar-Jones dan Sarah Pidgeon juga beberapa kali tampil dengan formula serupa dalam berbagai kesempatan di New York.
Yang menarik, tren ini tidak bergantung pada satu item tertentu. Justru kekuatannya terletak pada cara memadukan pakaian-pakaian klasik yang mungkin sudah ada di lemari.
Kemeja putih oversized, jeans lurus, sweater rajut, jaket trench, hingga sneakers atau loafers menjadi fondasi utama.
Warna-warna seperti putih, krem, abu-abu, navy, olive dan cokelat mendominasi sehingga hampir semua item bisa dipadukan satu sama lain tanpa terlihat berlebihan.
Fenomena ini juga menunjukkan bahwa street style kembali menjadi sumber inspirasi utama dunia fashion. Jika sebelumnya tren banyak lahir dari panggung peragaan busana, kini gaya berpakaian sehari-hari para selebritas justru lebih cepat memengaruhi cara orang berpakaian.
Pendekatan yang lebih personal dan nyaman membuat West Village Wardrobe terasa lebih mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk bagi mereka yang tidak tinggal di kota dengan empat musim.
(BACA JUGA: Efek Piala Dunia, Soccercore Jadi Tren Fashion Baru)

Kalau ingin mencoba tren ini, kamu tidak perlu mengganti seluruh isi lemari. Mulailah dengan memilih pakaian berpotongan klasik, bermain dengan palet warna netral, lalu tambahkan satu aksesori favorit seperti tas kulit atau kacamata hitam.
Kuncinya bukan tampil mencolok, melainkan menciptakan kesan santai yang tetap terasa rapi. Persis seperti gaya khas jalanan West Village yang kini sedang menjadi inspirasi baru di dunia fashion.
(Kirana Putri, foto: whowhatwear.com)
