Warna eksterior terkadang tidak terlalu dipikirkan oleh pemilik rumah saat renovasi. Alasannya adalah karena tidak memberikan efek yang besar bagi penghuni. Karena itu, kebanyakan orang lebih fokus menata area di dalam rumah dibanding di luar.
Padahal, menurut Nina Lichtenstein yang juga pendiri dari Custome Home Design by Nina Lichtenstein di Thornwood, New York, kepada Architectural Digest, mengecat ulang eksterior rumah adalah salah satu cara paling berdampak dan cenderung lebih hemat biaya, namun mampu meningkatkan daya tarik visual.
“Lapisan cat baru dapat membuat penampilan properti lebih segar sekaligus menciptakan kesan pertama yang rapi, serta meningkatkan nilainya. Terutama jika Anda bersiap untuk menjualnya,” katanya.
Setali tiga uang dengan seorang staf ahli keuangan di Houzz yakni Marine Sargsyan yang mengatakan bahwa peningkatan eksterior selalu memainkan peran kunci dalam meningkatkan daya tarik visual dan gaya luar ruangan.
“Studi Houzz & Home Amerika Serikat pada tahun 2025 menemukan bahwa 1 dari 5 mengeluarkan uang rata-rata USD 2 ribu, untuk memperbarui cat eksterior mereka. Proses ini dilakukan oleh berbagai lintas generasi. Namun utamanya adalah 18 persen millennials dan 21 persen baby boomer.”
Lichtenstein maupun Sargsyan sama-sama mengatakan kalau banyak kliennya cenderung memilih warna putih untuk cat eksterior. Alasannya adalah karena aman dan lagi-lagi tidak terlalu mereka anggap penting.
Padahal kalau kembali lagi ke poin awal, penampilan fasad rumah justru penting karena tidak hanya meningkatkan penampilan tapi juga value dari rumah tersebut terutama kalau ingin dijual.
Karena itu menurut saran Lichtenstein dan Sargsyan, kalau saat ini cat fasad rumahmu masih putih, coba ganti dengan warna-warna ini. Selain menarik dan meningkatkan value, warna-warna ini juga mampu memberikan energi yang baik untuk penghuninya.
Warna-warna ini, diambil oleh Architectural Digest melalui project references milik beberapa firma arsitek yang mereka wawancarai secara eksklusif.
(BACA JUGA: Mengintip Rumah Bergaya Victorian Milik Penyanyi Rita Ora)
CORAL

(Foto: architecturaldigest.com)
Azar Fattahi dan Lia McNairy selaku pendiri dari LALA Reimagined, memilih Pink Paradise dari Benjamin Moore untuk memberikan tampilan yang hidup pada eksterior sebuah rumah bersejarah bergaya Spanyol yang telah dipugar di Palm Springs, yang mengacu pada sejarah desain daerah tersebut di salah satu proyeknya.
“Kami memilih warna coral karena terinspirasi gaya abad pertengahan Palm Springs. Warna ini juga berpadu indah dengan lingkungan di sekitarnya,” kata Fattahi.
TEAL AND READ

(Foto: architecturaldigest.com)
Ketika dihadapkan dengan sebuah bungalow satu lantai yang biasa-biasa saja, Terracotta Design Build di Atlanta memilih untuk mengubahnya menjadi rumah dua lantai bergaya Victoria.
“Karena skala rumah berubah drastis, kami memilih untuk menggunakan beberapa fitur utama dari bahasa desain Victoria untuk semua aspek desain, termasuk palet warna,” kata arsitek dan desainer interior Ili Hidalgo-Nilsson, kepala di Terracotta Design Build.
Eksterior yang sebelumnya berwarna putih diganti dengan kombinasi warna biru Sherwin-Williams dan merah tua, termasuk cascades pada dinding luar.
