Jerawat hormonal sering muncul di area tertentu dan siklus tertentu. Ini ciri, pemicu umum dan rutinitas skincare pendukung yang aman.
Jerawat hormonal adalah salah satu jenis jerawat yang sering muncul berulang, terutama di waktu-waktu tertentu seperti menjelang menstruasi atau saat kondisi tubuh sedang tidak stabil.
Berbeda dengan jerawat biasa, jerawat hormonal biasanya muncul di area rahang, dagu dan bagian bawah wajah, serta cenderung lebih dalam, merah dan terasa nyeri.
Menurut American Academy of Dermatology, jerawat hormonal dipicu oleh fluktuasi hormon, terutama androgen, yang dapat meningkatkan produksi minyak (sebum) dan menyumbat pori-pori.
Selain faktor hormon, ada beberapa pemicu lain yang bisa memperparah kondisi ini, seperti stres, pola tidur yang tidak teratur, hingga pola makan tertentu.
Melansir dari Cleveland Clinic, stres dapat memicu peningkatan hormon kortisol yang ikut berperan dalam produksi minyak berlebih di kulit. Karena itu, penanganan jerawat hormonal tidak hanya bergantung pada skincare, tetapi juga pada gaya hidup secara keseluruhan.
Untuk membantu mengatasi jerawat hormonal, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan.
(BACA JUGA: Urutan Skincare Pagi untuk Kulit Berjerawat)
CARA MENGATASI JERAWAT HORMONAL
Gunakan Skincare dengan Bahan Aktif yang Tepat
Cara mengatasi jerawat hormonal yang pertama adalah gunakan skincare dengan bahan aktif yang tepat. Seperti salicylic acid (BHA) membantu membersihkan pori-pori, sementara retinoid dapat membantu mempercepat regenerasi kulit.
Menurut Harvard Health Publishing, bahan-bahan ini efektif dalam mengatasi jerawat yang berkaitan dengan penyumbatan pori.
Jaga Kebersihan Kulit Tanpa Over Cleansing
Cara mengatasi jerawat hormonal yang kedua adalah dengan menjaga kebersihan kulit tanpa over cleansing.
Membersihkan wajah dua kali sehari sudah cukup. Terlalu sering mencuci wajah justru bisa membuat kulit kering dan memicu produksi minyak berlebih.
Gunakan Produk Non-Comedogenic
Cara mengatasi jerawat hormonal yang ketiga adalah pilih produk yang non-comedogenic. Karena produk skincare dan makeup yang non-comedogenic tidak menyumbat pori-pori, sehingga mengurangi risiko munculnya jerawat baru.
Kelola Stres dengan Baik
Cara mengatasi jerawat hormonal yang keempat adalah kelola stres dengan baik. Stres yang tidak terkontrol bisa memperburuk jerawat hormonal.
Teknik relaksasi seperti olahraga ringan, meditasi, atau teknik pernapasan bisa membantu menyeimbangkan kondisi tubuh.
(BACA JUGA: Ketahui Tahap Skin Cycling untuk Pemula, di sini!)
Perhatikan Pola Makan
Cara mengatasi jerawat hormonal yang kelima adalah dengan memerhatikan pola makan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa makanan tinggi gula atau produk susu dapat memicu jerawat pada sebagian orang. Mengurangi konsumsi makanan tersebut bisa membantu mengontrol kondisi kulit.
Tidur Cukup
Cara mengatasi jerawat hormonal yang kelima adalah pastikan untuk tidur cukup. Kurang tidur dapat memengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh. Tidur yang cukup membantu proses pemulihan kulit secara alami.
Konsultasi ke Dokter Jika Diperlukan
Cara mengatasi jerawat hormonal yang keenam adalah jangan ragu untuk konsultasi ke dokter jika diperlukan.
Terutama jika jerawat hormonal cukup parah atau tidak membaik dengan perawatan biasa, dokter kulit dapat memberikan penanganan lebih lanjut seperti terapi hormon atau obat tertentu.
Pada akhirnya, jerawat hormonal memang tidak bisa dihilangkan sepenuhnya dalam waktu singkat, karena berkaitan langsung dengan kondisi internal tubuh. Namun, dengan pendekatan yang tepat baik dari skincare maupun gaya hidup, kondisinya bisa dikontrol sehingga tidak terlalu mengganggu.
(Kirana Putri, foto: magnific.com/freepik)
