Film ini mengikuti perjuangan pekerja migran perempuan yang menghadapi pelecehan dan kondisi kerja buruk di Spanyol.
Di balik buah stroberi yang terlihat manis di rak supermarket, ada cerita yang jauh lebih pahit.
Film terbaru karya sutradara Laïla Marrakchi berjudul Strawberries menjadi salah satu film yang menarik perhatian di Festival Film Cannes karena mengangkat isu eksploitasi pekerja migran perempuan di industri pertanian Eropa.
Film ini mengikuti kisah sekelompok perempuan Maroko yang pergi ke Andalusia, Spanyol, untuk bekerja sebagai pemetik stroberi musiman demi membantu ekonomi keluarga mereka. Namun, alih-alih menemukan kehidupan yang lebih baik, mereka justru menghadapi kondisi kerja buruk, pelecehan dan ketimpangan kekuasaan yang terus menekan mereka.
Yang membuat Strawberries terasa relevan adalah fakta bahwa ceritanya terinspirasi dari laporan nyata tentang perlakuan terhadap pekerja perempuan Maroko di perkebunan wilayah selatan Spanyol.
Selama beberapa tahun terakhir, isu soal eksploitasi tenaga kerja migran di sektor agrikultur Eropa memang beberapa kali menjadi sorotan organisasi HAM dan media internasional.
Dalam wawancaranya di Cannes, Marrakchi juga menyinggung bagaimana sistem ekonomi modern masih menyisakan relasi kuasa yang terasa kolonial. Terutama ketika pekerja dari negara berkembang menjadi tenaga murah bagi industri negara yang lebih kaya.
(BACA JUGA: Amazon MGM Studios Mulai Cari James Bond, Era Baru 007 Resmi Dimulai)

Tema itulah yang membuat film ini banyak dibicarakan sebagai salah satu karya politik yang cukup kuat di festival tahun ini.
Menariknya, Marrakchi bukan nama baru di dunia perfilman internasional. Ia sebelumnya dikenal lewat film Marock dan Rock the Casbah, yang sama-sama banyak membahas identitas, budaya dan perubahan sosial di Maroko.
Di tengah dominasi blockbuster dan franchise besar, kehadiran film seperti Strawberries menunjukkan bahwa Cannes masih menjadi ruang bagi cerita-cerita kecil yang membahas realitas global dengan cara yang personal.
Karena pada akhirnya, film ini bukan cuma tentang stroberi. Tapi tentang siapa yang bekerja paling keras, siapa yang paling diuntungkan dan siapa yang paling sering tidak terlihat.
(Annisa Larasati, foto: imdb.com)
