Bagikan Pengalaman Pop Gothic, Lady Gaga Rilis Film Konser ‘MAYHEM Requiem’

Mayhem Requiem menjadi “bab terakhir” era Mayhem Lady Gaga, lengkap dengan visual opera gelap hingga theatrical khas Mother Monster.

Kalau ada satu artis pop yang selalu tahu cara mengubah konser menjadi performance art, itu mungkin Lady Gaga.

Kali ini, Gaga kembali membawa pendekatan tersebut lewat Apple Music Live: MAYHEM Requiem, film konser sinematik yang tayang di Apple Music pada 16 Mei 2026 kemarin dan diputar satu malam khusus di AMC Theaters di Amerika Serikat pada 15 Mei 2026 lalu.

Proyek ini direkam di Wiltern Theatre, Los Angeles, dalam konser intim tanpa ponsel yang digelar awal tahun 2026.

Alih-alih sekadar membawakan ulang album ‘Mayhem’, Gaga justru mereimajinasikan seluruh albumnya menjadi pertunjukan yang lebih gelap, teatrikal dan emosional.

Beberapa lagu bahkan diubah total aransemennya. Track yang sebelumnya terasa pop dance kini tampil lebih haunting, industrial, bahkan seperti opera rock. Banyak kritik menyebut proyek ini sebagai salah satu karya Gaga yang paling artistik dalam beberapa tahun terakhir.

Yang membuat Mayhem Requiem terasa menarik bukan cuma musiknya, tapi juga keseluruhan atmosfernya.

Di premiere filmnya, Gaga bahkan membuat semacam “funeral” simbolik untuk era Mayhem. Ia muncul dengan archival Givenchy era Alexander McQueen, lengkap dengan nuansa gothic merah-hitam yang terasa seperti karakter di dalam opera horor modern.

(BACA JUGA: V dan J-Hope BTS Kaget Drake Sebut Nama Mereka di Album ‘Iceman’)

And honestly, itu sangat Lady Gaga.

Selama lebih dari satu dekade, Gaga memang tidak pernah memperlakukan musik pop sebagai sekadar lagu catchy. Ia selalu membangun dunia visual dan karakter di sekitarnya. Mulai dari era ‘The Fame Monster’, ‘Born This Way’, sampai sekarang, ‘Mayhem’.

Menariknya, proyek ini juga muncul di saat industri musik pop semakin bergerak ke arah konser sinematik dan cinematic universe artis. Konser kini bukan cuma live performance, tapi juga pengalaman visual yang dibuat untuk platform streaming dan layar bioskop.

Tapi dibandingkan dengan banyak film konser lain yang terasa seperti dokumentasi tur biasa, ‘Mayhem Requiem’ justru lebih mirip art film dengan format konser.

Dan mungkin itu alasan kenapa Gaga masih terasa berbeda sampai sekarang. Ia tidak cuma membuat album, tapi menciptakan era lengkap dengan dunia, estetika dan ending dramatisnya sendiri.

(Annisa Larasati, foto: vogue.com)

Share