Culdesac Tempe di kawasan Arizona, Amerika Serikat, menjadi kawasan modern pertama di Amerika Serikat yang dirancang tanpa mobil pribadi.
Di banyak kota Amerika, hidup tanpa mobil hampir terasa mustahil.
Jarak terlalu jauh, trotoar minim dan hampir semua hal dirancang dengan asumsi bahwa semua orang menyetir. Tapi di tengah budaya car-centric itu, sebuah lingkungan kecil di Tempe mencoba menawarkan sesuatu yang terasa sangat tidak Amerika. Yakni hidup tanpa mobil sama sekali.
Nama daerahnya adalah Culdesac.
LATAR BELAKANG CULDESAC
Melansir dari bbc.com, Culdesac Tempe adalah sebuah kawasan hunian mixed-use di Tempe, Arizona, yang sejak awal dirancang sebagai lingkungan tanpa mobil pribadi. Sesuatu yang terbilang cukup radikal untuk konteks kota-kota di Amerika Serikat.
Proyek ini mulai dikembangkan sekitar tahun 2018–2019 oleh developer Ryan Johnson dan resmi mulai dihuni pada 2023. Berbeda dengan kompleks apartemen biasa, Culdesac dibangun dengan visi people first, yaitu menempatkan manusia sebagai pusat desain kota.
Konsep ini muncul dari kritik terhadap budaya car-centric di Amerika, di mana hampir semua aspek kehidupan sehari-hari bergantung pada mobil. Dalam sistem seperti itu, ruang publik sering terpinggirkan, trotoar tidak nyaman dan interaksi sosial menjadi terbatas.
Culdesac mencoba membalik logika tersebut dengan menghilangkan kebutuhan akan mobil pribadi. Di dalam kawasan ini tidak ada garasi atau parkiran untuk penghuni dan secara kontrak mereka memang tidak diperbolehkan menyimpan kendaraan dalam radius tertentu dari area tersebut.
Namun, bukan berarti kawasan ini sepenuhnya bebas mobil. Kendaraan tetap bisa masuk untuk keperluan tertentu seperti pick-up dan drop-off, pengantaran barang, tamu, atau layanan ride-sharing.
Yang diubah bukan keberadaan mobil itu sendiri, melainkan perannya dalam kehidupan sehari-hari. Dari kebutuhan utama menjadi opsi sekunder. Sebagai gantinya, Culdesac dirancang agar semua kebutuhan dasar bisa dijangkau dengan berjalan kaki.
Area ini dipenuhi jalur pedestrian, courtyard, ruang terbuka, serta retail kecil yang mendorong aktivitas sosial. Selain itu, lokasinya juga terhubung langsung dengan sistem transportasi publik seperti light rail dan streetcar, serta dilengkapi akses ke sepeda, scooter, hingga layanan car-sharing.
Bahkan, penghuni mendapatkan berbagai fasilitas mobilitas seperti tiket transportasi umum dan diskon layanan ride-sharing untuk memastikan mereka tetap bisa bergerak tanpa harus memiliki kendaraan pribadi.
Yang membuat Culdesac menarik bukan hanya konsepnya, tapi juga lokasinya. Arizona adalah salah satu wilayah di Amerika Serikat yang dikenal sebagai salah satu wilayah paling bergantung pada mobil.
Di tengah lanskap suburban yang luas dan terfragmentasi, kawasan ini terasa seperti eksperimen gaya hidup baru. Dan menariknya, eksperimen ini justru menemukan peminat, terutama dari generasi muda yang mulai mencari alternatif hidup yang lebih sederhana, sosial dan tidak sepenuhnya terikat pada mobilitas berbasis kendaraan pribadi.
@liveculdesac Most Americans live in places where driving is the only option. That makes it harder to connect with neighbors and harder for small businesses to survive. Culdesac Tempe is changing that. With 23 local businesses, 350+ residents, and walkable streets built for people, it’s proving that walkable neighborhoods can thrive, even in traditionally car-dependent cities like Phoenix. This is what’s possible when we design streets for connection, community, and local businesses.
KENAPA BANYAK ANAK MUDA MULAI BOSAN DENGAN MOBIL?
Fenomena munculnya wilayah seperti Culdesac, sebenarnya muncul karena perubahan cara generasi muda melihat kota. Selama puluhan tahun, mobil dianggap simbol kebebasan di Amerika. Tapi sekarang, semakin banyak Gen Z dan millennials mulai mempertanyakan:
- biaya kepemilikan mobil
- kemacetan
- isolasi sosial
- sampai stres hidup suburban
Sebagai gantinya, walkability mulai dianggap sebagai new luxury.
Menurut laporan Business Insider, banyak penghuni Culdesac justru merasa lebih terhubung dengan lingkungan sekitar karena lebih sering berjalan kaki dan bertemu tetangga secara langsung.
KOTA TANPA MOBIL BUKAN LAGI KONSEP FUTURISTIK
Secara global, konsep car-free living sebenarnya sudah berkembang sejak lama. Banyak kota di Eropa mulai mengurangi akses kendaraan di pusat kota, sementara konsep “15 minute city” semakin populer dalam urban planning modern.
Namun, di Amerika Serikat, konsep seperti Culdesac terasa jauh lebih radikal. Karena yang diubah bukan cuma transportasi, tapi juga cara hidup.
APAKAH INI MASA DEPAN KOTA MODERN?
Jawabannya tentu saja. Meskipun hidup tanpa mobil seperti di Culdesac tetap tidak realistis untuk semua orang. Kritik terhadap konsep seperti ini juga cukup banyak:
- dianggap terlalu niche
- terlalu urban-centric
- atau hanya cocok untuk kelas tertentu
Tapi popularitas Culdesac menunjukkan satu hal yang menarik. Yakni, semakin banyak orang mulai lelah dengan kota yang sepenuhnya didesain untuk kendaraan.
(BACA JUGA: Checklist Hal Ini Sebelum Pergi Biar Liburan Lebih Tenang Pas Long Weekend)
APAKAH AREA INI BOLEH DIKUNJUNGI WISATAWAN?
Culdesac Tempe pada dasarnya terbuka untuk umum, termasuk wisatawan yang ingin melihat langsung konsep car-free living yang mereka tawarkan.
Berbeda dengan banyak kawasan hunian di Amerika yang bersifat tertutup, Culdesac justru dirancang seperti neighborhood hidup yang bisa dikunjungi dengan area pedestrian, kafe, dan retail kecil yang bisa dinikmati siapa saja.
Pengunjung bisa datang untuk sekadar berjalan-jalan, nongkrong, atau bahkan mengikuti tur resmi yang disediakan untuk memperkenalkan konsep kawasan ini.
Meski demikian, ada beberapa batasan yang tetap dijaga. Pengunjung masih diperbolehkan datang menggunakan mobil, tetapi kapasitas parkir sangat terbatas dan hanya untuk penggunaan sementara.
Karena itu, banyak orang memilih datang dengan transportasi publik seperti light rail, menggunakan ride-sharing, atau berjalan kaki dari area sekitar. Sementara aturan yang lebih ketat justru berlaku bagi penghuni yang tidak diperbolehkan memiliki atau memarkir kendaraan dalam radius tertentu dari kawasan.
Dengan pendekatan ini, Culdesac tetap ramah bagi pengunjung, tanpa mengorbankan visi utamanya sebagai lingkungan yang tidak bergantung pada mobil.
(Rendy Aditya, foto: abcnewsfe.com)
