Mulai dari jersey vintage hingga gaya streetwear, sepak bola kini menjadi tren sekaligus inspirasi baru bagi dunia fashion.
Jika beberapa tahun terakhir dunia fashion diramaikan oleh tren tenniscore dan pengaruh Formula 1, kini giliran sepak bola yang mengambil alih perhatian.
Sejak menjelang hingga selama FIFA World Cup 2026, gaya berpakaian yang terinspirasi dari budaya sepak bola atau yang dikenal sebagai soccercore berkembang menjadi salah satu tren terbesar tahun ini.
Bukan lagi sekadar seragam pertandingan, jersey sepak bola kini hadir sebagai bagian dari gaya sehari-hari.
Mulai dari koleksi vintage, jersey klub klasik, hingga desain terbaru dari tim nasional, berbagai item yang sebelumnya identik dengan stadion kini muncul di jalanan, media sosial, hingga pekan mode.
Para pencinta fashion memadukannya dengan rok satin, celana tailored, hingga aksesori mewah untuk menciptakan tampilan yang lebih personal.
Menurut sejumlah desainer dan kreator yang diwawancarai InStyle, daya tarik utama soccercore terletak pada unsur komunitas dan identitas yang dibawa oleh sepak bola.
(BACA JUGA: Make It Like Runway, Penampilan Atlet Prancis di Piala Dunia Jadi Sorotan)
Berbeda dengan tren yang hanya berfokus pada estetika, jersey sepak bola memiliki cerita, sejarah dan keterikatan emosional dengan kota, klub, maupun negara tertentu. Itulah yang membuatnya terasa lebih autentik dibandingkan tren musiman lainnya.
Popularitas tren ini juga didorong oleh semakin eratnya hubungan antara olahraga dan fashion. Dalam beberapa tahun terakhir, brand seperti Nike, adidas dan Puma semakin agresif menghadirkan kolaborasi yang memadukan performa olahraga dengan desain yang relevan untuk kehidupan sehari-hari.
Di saat yang sama, rumah mode dan label streetwear juga mulai melihat sepak bola sebagai sumber inspirasi kreatif yang kaya.
Tidak hanya di lapangan, pengaruh sepak bola juga terlihat melalui gaya para pemainnya. Sosok seperti Jules Koundé, Héctor Bellerín, hingga Marcus Thuram dikenal memiliki pendekatan fashion yang kuat di luar pertandingan.
Kehadiran mereka membantu mengubah persepsi bahwa pemain sepak bola tidak hanya menjadi atlet, tetapi juga ikon gaya bagi generasi baru.
Di media sosial, tren ini berkembang jauh melampaui penggunaan jersey biasa. Banyak kreator memadukan jersey oversized dengan slip dress, rok midi, denim longgar, hingga sepatu balet modern.
Hasilnya adalah tampilan yang tetap sporty namun terasa lebih segar dan fashion-forward. Bahkan bagi mereka yang tidak mengikuti sepak bola, estetika soccercore tetap dianggap menarik karena menawarkan keseimbangan antara kenyamanan dan ekspresi personal.
Momen Piala Dunia 2026 juga mempercepat fenomena tersebut. Turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko ini tidak hanya menjadi perayaan olahraga terbesar di dunia, tetapi juga panggung budaya yang mempertemukan musik, fashion dan gaya hidup dalam skala global.
(BACA JUGA: 7 Luxury Fashion Trends yang Akan Mendominasi Summer 2026)
Berbagai koleksi khusus bertema Piala Dunia pun bermunculan, mulai dari jersey edisi terbatas hingga kolaborasi fashion yang terinspirasi oleh negara-negara peserta.
Melihat perkembangannya saat ini, soccercore tampaknya lebih dari sekadar tren sesaat. Seperti halnya tenniscore yang berhasil bertahan selama beberapa musim, pengaruh sepak bola dalam dunia fashion berpotensi terus berkembang bahkan setelah Piala Dunia berakhir.
Dan dengan semakin banyaknya pemain, selebriti, serta brand yang ikut merangkul estetika ini, sepak bola mungkin sedang memasuki era barunya sebagai salah satu kekuatan terbesar dalam budaya populer global.
(Rendy Aditya, foto: easymomswissmade.com, sumissura.com, vogue.com)
