Comeback RIIZE Hingga ‘The Odyssey’, Inilah 5 Berita Hiburan Menarik dalam Sepekan

Dunia hiburan tidak pernah berhenti. Bahkan industri hiburan Tanah Air pun tidak luput dari prestasi dan pencapaian baru.

Dunia hiburan tidak pernah benar-benar berhenti bergerak. Dalam sepekan terakhir, ada banyak kabar menarik yang datang dari industri musik, film, hingga animasi.

Mulai dari grup K-Pop RIIZE yang kembali meramaikan persaingan boy group generasi baru, rekor penjualan tiket film ‘The Odyssey’ karya Christopher Nolan, hingga film ‘Garuda di Dadaku’ yang menjadi bukti kematangan industri animasi Indonesia.

RIIZE KEMBALI DENGAN MINI ALBUM ‘II’

Boy group K-Pop RIIZE resmi comeback pada 15 Juni dengan mini album kedua bertajuk ‘II’. Album ini menghadirkan enam lagu baru dengan “Do Your Dance” sebagai lagu utama.

Comeback tersebut menjadi salah satu yang paling banyak dibicarakan oleh penggemar K-Pop minggu ini, terutama karena hadir di tengah musim comeback yang sangat kompetitif.

Bagi RIIZE, perilisan ‘II’ bukan sekadar comeback biasa. Album ini menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi mereka di antara gelombang boy group generasi baru yang semakin ramai dalam dua tahun terakhir.

Dengan performa digital dan basis penggemar yang terus berkembang, banyak pengamat melihat era ‘II’ sebagai salah satu langkah terbesar RIIZE sejak debut mereka.

(BACA JUGA: ‘Grammy Awards’ Tambah Kategori Asian Pop Mulai 2027)

RIZKY FEBIAN DAN ADRIAN KHALIF BORONG PENGHARGAAN DI SCTV MUSIC AWARDS 2026

SCTV Music Awards 2026 yang digelar pada 18 Juni di Emtek City menjadi malam yang spesial bagi Rizky Febian dan Adrian Khalif.

Lewat lagu “Alamak”, keduanya berhasil membawa pulang tiga penghargaan sekaligus dan menjadi salah satu sorotan utama acara tahun ini.

Sementara itu, kategori Penyanyi Pria Paling Ngetop dimenangkan Raim Laode, sedangkan Bernadya membawa pulang penghargaan Penyanyi Wanita Paling Ngetop.

Acara juga menghadirkan momen emosional melalui segmen penghormatan khusus untuk Vidi Aldiano yang mendapat apresiasi atas kontribusinya di industri musik Indonesia.

FILM THE ODYSSEY PECAHKAN REKOR PENJUALAN TIKET SEBELUM TAYANG

Film terbaru Christopher Nolan bahkan belum dirilis, tetapi sudah mencatat sejarah.

BFI Imax di London mengumumkan bahwa The Odyssey berhasil menjual sekitar 28.000 tiket hanya dalam waktu 24 jam. Angka tersebut menjadi rekor baru untuk penjualan hari pertama di bioskop terbesar Inggris itu.

Total pendapatan yang dihasilkan mencapai sekitar GBP 750 ribu atau sekitar IDR 17,6 miliar, melampaui rekor yang sebelumnya dipegang Dune: Part Two dan Oppenheimer.

Film yang dibintangi Matt Damon, Tom Holland, Zendaya dan Robert Pattinson itu baru akan tayang pada 17 Juli 2026. Namun, antusiasme publik menunjukkan bahwa nama Christopher Nolan masih menjadi salah satu daya tarik terbesar di industri perfilman saat ini.

MORGAN OEY DAN NIRINA ZUBIR JADI DUTA FFI 2026

Festival Film Indonesia (FFI) 2026 resmi diluncurkan pada 18 Juni dengan sejumlah pembaruan penting.

Tahun ini, Morgan Oey dan Nirina Zubir dipercaya sebagai Duta FFI. Ketua Komite FFI, Ario Bayu, menjelaskan bahwa keduanya dipilih karena dianggap mampu menjadi storyteller yang merepresentasikan berbagai cerita relevan tentang Indonesia.

Selain mengumumkan para duta, panitia juga memperkenalkan sejumlah perubahan regulasi.

Kategori Pencipta Lagu Tema Terbaik kini berubah menjadi Pencipta Lagu Tema Asli Terbaik. Periode film yang dapat didaftarkan juga dipersempit menjadi 1 September 2025 hingga 31 Agustus 2026.

Sementara itu, kategori film dokumenter pendek kini mensyaratkan durasi minimal 10 menit, berbeda dari aturan sebelumnya yang menetapkan minimal 15 menit.

Perubahan ini menunjukkan upaya FFI untuk terus menyesuaikan diri dengan perkembangan industri perfilman nasional.

(BACA JUGA: Raye Soroti Tekanan Industri Musik di Cannes Lions)

GARUDA DI DADAKU JADI BUKTI ANIMASI INDONESIA SEMAKIN MATANG

Salah satu kabar paling menarik minggu ini datang dari industri animasi Indonesia.

Film animasi Garuda di Dadaku yang dirilis pada 11 Juni 2026 menjadi sorotan bukan hanya karena hasil akhirnya, tetapi juga karena proses di balik produksinya.

Film tersebut disutradarai Ronny Gani, animator Indonesia yang sebelumnya terlibat dalam berbagai proyek Hollywood seperti Avengers, Pacific Rim dan Ready Player One.

Diproduseri Shanty Harmayn, Garuda di Dadaku melibatkan sekitar 550 kru, termasuk hampir 500 animator, dengan proses pengerjaan selama tiga tahun.

Yang menarik, seluruh proses animasi dilakukan tanpa bantuan teknologi AI generatif.

Menurut Ronny Gani, kekuatan terbesar industri animasi Indonesia bukan terletak pada teknologi, melainkan pada kualitas sumber daya manusianya.

Indonesia dinilai memiliki banyak talenta animator yang mampu bersaing di tingkat global jika mendapat kesempatan dan dukungan yang tepat.

(Rendy Aditya, foto: koreaherald.com)

Share