Oxalate di Makanan Sehat, Perlukah Dikhawatirkan?

Temukan fakta di balik tren “Antinutrient” yang bikin orang ragu buat makan makanan sehat khususnya sayuran hijau.

Belakangan ini, banyak konten kesehatan di media sosial yang mewanti-wanti soal bahaya oxalate, yakni senyawa alami yang ditemukan di berbagai makanan sehat seperti bayam, kale, kacang-kacangan, hingga cokelat.

Klaim-klaim ini bikin sebagian orang jadi ragu, bahkan sampai menghindari sayuran hijau yang sebenarnya kaya nutrisi, hanya karena takut efek sampingnya terhadap tubuh.

Tapi seberapa valid sebenarnya kekhawatiran ini?

Oxalate memang dikategorikan sebagai “antinutrient”, alias senyawa yang bisa menghambat penyerapan mineral tertentu dalam tubuh, termasuk kalsium, magnesium dan zat besi.

Istilah ini kedengarannya menyeramkan, tapi realitanya jauh lebih kompleks dan tidak semenakutkan yang sering digambarkan.

(BACA JUGA: Daftar Menu Makan Malam Tinggi Protein)

RISIKO SENYAWA OXALATE

Isu kesehatan utama yang dikaitkan dengan oxalate adalah pembentukan batu ginjal jenis kalsium oxalate, yang cenderung terjadi pada orang dengan kondisi medis tertentu.

Seperti penyakit radang usus atau riwayat batu ginjal sebelumnya. Bagi orang dengan kondisi ini, dokter memang bisa merekomendasikan diet rendah oxalate.

OXALATE BUKAN ANCAMAN BESAR

Sebagian besar makanan tinggi oxalate justru termasuk makanan paling sehat yang ada, sehingga menghindarinya sama sekali bisa bikin kamu kehilangan banyak manfaat nutrisi penting.

Buat orang tanpa riwayat masalah ginjal, manfaat dari makanan padat nutrisi ini jauh lebih besar dibandingkan dengan risikonya.

PERAN PENTING GUT BACTERIA

Salah satu faktor menarik yang jarang dibahas adalah bahwa sekitar 60-80 persen orang dewasa punya bakteri usus bernama Oxalobacter formigenes yang bisa memecah oxalate secara alami.

Artinya, kalau mikrobioma ususmu sehat, efek oxalate terhadap tubuh bisa jadi jauh lebih minim dari yang dikhawatirkan.

CARA SEDERHANA MENGURANGI RISIKONYA

Daripada menghindari makanan tinggi oxalate sepenuhnya, cara yang lebih disarankan adalah memasak sayuran tersebut (proses memasak terbukti bisa mengurangi kandungan oxalate-nya) dan mengonsumsinya bersama sumber kalsium.

Seperti keju atau yogurt, karena kombinasi ini bisa membantu menurunkan penyerapan oxalate ke dalam tubuh. Menariknya, beberapa makanan tinggi oxalate seperti brokoli dan kacang-kacangan justru juga tinggi kalsium, jadi secara alami sudah cukup seimbang.

KONSULTASI TETAP JADI LANGKAH PALING AMAN

Kalau kamu pernah punya riwayat batu ginjal atau kondisi kesehatan tertentu yang berkaitan dengan penyerapan mineral. Langkah paling tepat adalah memeriksakan kadar oxalate ke dokter, bukan sekadar mengikuti tren pembatasan makanan yang beredar di media sosial.

(Kirana Putri, foto: magnific.com/8photo)

Share