Menurut data, kandungan kolin pada kuning telur disebut mampu menjaga fungsi kognitif seiring bertambahnya usia.
Selama bertahun-tahun, kuning telur sering mendapat reputasi kurang baik karena kandungan kolesterolnya. Namun, kini semakin banyak penelitian yang menunjukkan bahwa bagian telur ini juga menyimpan nutrisi penting bagi tubuh, terutama untuk kesehatan otak.
Salah satunya adalah kolin (choline), nutrisi esensial yang berperan dalam pembentukan membran sel, fungsi saraf, serta produksi asetilkolin, yang merupakan neurotransmiter yang penting untuk proses belajar dan mengingat.
Menurut sejumlah penelitian terbaru, asupan kolin yang cukup berpotensi membantu menjaga fungsi kognitif dan menurunkan risiko penurunan daya ingat seiring bertambahnya usia.
APA ITU KOLIN?
Kolin merupakan nutrisi yang sering disamakan dengan vitamin, meski sebenarnya memiliki karakteristik yang berbeda.
Tubuh memang dapat memproduksi kolin dalam jumlah kecil, tetapi sebagian besar tetap harus diperoleh dari makanan.
Selain kuning telur, kolin juga ditemukan pada hati sapi, ikan, ayam, kedelai, susu, brokoli, dan berbagai jenis kacang-kacangan. Namun, telur dikenal sebagai salah satu sumber kolin paling praktis dan mudah dijangkau.
(BACA JUGA: Daftar Menu Makan Malam Tinggi Protein)
MENGAPA KOLIN PENTING UNTUK OTAK?
Menurut para ahli, kolin memiliki beberapa fungsi penting bagi sistem saraf.
Nutrisi ini dibutuhkan untuk menghasilkan asetilkolin, yaitu neurotransmiter yang membantu proses komunikasi antarsel saraf. Asetilkolin berperan dalam fungsi belajar, pembentukan memori, konsentrasi, hingga pengendalian gerakan otot.
Selain itu, kolin juga membantu menjaga struktur membran sel dan mendukung kesehatan jaringan otak secara keseluruhan.
Salah satu penelitian yang banyak dibahas melibatkan lebih dari 1.000 lansia dalam Rush Memory and Aging Project.
Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi telur lebih dari satu kali per minggu memiliki risiko lebih rendah mengalami penyakit Alzheimer dibandingkan dengan mereka yang jarang mengonsumsi telur.
Analisis lanjutan memperkirakan sekitar 39 persen dari hubungan tersebut berkaitan dengan asupan kolin, meski para peneliti menegaskan bahwa kolin bukan satu-satunya faktor yang berperan.
Sementara itu, studi lain yang melibatkan orang dewasa berusia 60–80 tahun menemukan bahwa konsumsi 300 mg kolin dari kuning telur setiap hari selama 12 minggu berkaitan dengan peningkatan kemampuan memori verbal.
Meski demikian, penelitian ini berskala kecil sehingga masih memerlukan studi lanjutan dengan jumlah peserta yang lebih besar.
Meski hasil penelitian terlihat menjanjikan, para ahli mengingatkan bahwa manfaat tersebut tidak berarti seseorang perlu mengonsumsi telur dalam jumlah berlebihan.
Kesehatan otak dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari pola makan secara keseluruhan, aktivitas fisik, kualitas tidur, tekanan darah, hingga kesehatan metabolik.
Dengan kata lain, telur dapat menjadi bagian dari pola makan sehat, tetapi bukan satu-satunya makanan yang menentukan kesehatan otak.
(BACA JUGA: Menu Sarapan Tinggi Protein yang Praktis)
BERAPA KEBUTUHAN KOLIN SETIAP HARI?
Menurut rekomendasi yang dikutip Women’s Health, kebutuhan kolin harian untuk orang dewasa adalah sekitar:
- 425 mg per hari untuk perempuan
- 550 mg per hari untuk laki-laki
Kebutuhan tersebut dapat meningkat pada masa kehamilan dan menyusui karena kolin juga berperan penting dalam perkembangan otak janin.
Satu butir telur ukuran besar mengandung sekitar 150 mg kolin, sehingga dapat menjadi salah satu penyumbang utama kebutuhan harian, meski tetap perlu dilengkapi dari sumber makanan lain.
Temuan mengenai kolin menjadi pengingat bahwa makanan yang sering dianggap sederhana ternyata menyimpan nutrisi penting bagi tubuh.
Namun, para ahli menekankan bahwa manfaat terbesar tetap diperoleh melalui pola makan yang beragam, bukan dari satu jenis makanan saja.
Mengonsumsi telur bersama sayuran, buah, biji-bijian utuh, ikan dan sumber protein lainnya akan memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan hanya berfokus pada satu nutrisi tertentu.
Jadi, kalau selama ini kamu masih ragu mengonsumsi kuning telur, penelitian terbaru menunjukkan bahwa bagian telur ini justru mengandung salah satu nutrisi yang dibutuhkan otak.
Selama dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai dan menjadi bagian dari pola makan seimbang, telur tetap bisa menjadi pilihan yang baik untuk mendukung kesehatan jangka panjang.
(Kirana Putri, foto: unsplash.com/sanjoy saha)
