Lagu yang ia populerkan, yakni “Fireworks”, dipakai sebagai backsound untuk video yang memperlihatkan serangan militer.
Kalau boleh mengutip lirik lagu “Separuh Aku” dari band NOAH, maka kasus ini terdengar seperti:
“Dan terjadi lagi… kisah lama yang terulang kembali…”
Yap! Tim media sosial White House atau Gedung Putih sepertinya belum belajar dari kesalahan karena mereka, sekali lagi melakukan kesalahan yang langsung diprotes oleh sang pemilik lagu.
Kronologinya adalah Gedung Putih mengunggah sebuah konten tentang serangan militer di media sosial. Dan untuk “menghidupkan” video tersebut, mereka menautkan lagu “Fireworks” milik Katy Perry.
Sayangnya, keputusan ini memicu amarah Perry. Melalui akun X miliknya, Perry menyebut bahwa ia sangat kecewa dan marah karena White House menggunakan lagu “Fireworks” sebagai backsound untuk video yang memperlihatkan serangan militer.
“Aku tidak menerima ini. Aku merasa tidak ditanya apakah lagu tersebut boleh dipakai atau tidak dan aku benar-benar tidak menyukainya,” tulis Perry.
Dalam cuplikan yang beredar, White House terlihat mengambil cuplikan lirik yang berbunyi: “boom, boom, boom”, untuk disematkan pada scene yang memperlihatkan ledakan bom.
Perry menegaskan bahwa lagu yang dirilis pada 2010 tersebut awalnya ia tulis sebagai lagu penuh harapan dan penguatan diri bagi siapa saja yang tengah menghadapi masa-masa tersulit dalam hidupnya.
“Lagu ini diciptakan sebagai pesan untuk mengingat tentang self-worth. Dan menurut saya ini adalah penyalahgunaan karena sama sekali tidak sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan oleh lagu ini,” begitu katanya kurang lebih.
Meskipun secara hukum ia tidak lagi menjadi pemilik dari lagu ini karena sudah dijual, tetapi tetap saja. Ia merasa tidak senang ketika lagu yang ia buat dan populerkan ini dipakai sembarangan.
(BACA JUGA: Bela Rekan Sejawat, Hidup Alex Pretti Justru Berakhir Tragis)
I am deeply appalled and angry to see “Firework” used on the @WhiteHouse TikTok account as a backing track for video footage of military strikes. I did not approve this, I was not asked, and I absolutely do not condone it.
I wrote this song to be an anthem of hope, healing, and…
— KATY PERRY (@katyperry) July 25, 2026
Protes yang dilayangkan Perry ini bukan pertama kalinya diterima oleh White House. Sebelumnya, beberapa musisi juga pernah melakukan protes yang sama karena lagu mereka digunakan oleh White House dengan konteks yang tidak sesuai.
Ariana Grande, misalnya, pernah mengritik White House karena menggunakan lagunya yang berjudul “Bye” untuk konten video yang mempromosikan penangkapan oleh agen ICE.
Kesha juga pernah mengecam keras penggunaan lagu “Blow” dalam video yang menampilkan jet tempur dan serangan militer berjudul: Lethality. Kesha menyebut bahwa tindakan tersebut sangat menjijikkan dan tidak humanis.
Selain itu, Sabrina Carpenter juga pernah marah ketika lagu miliknya yang berjudul “Juno” digunakan dalam video terkait penangkapan oleh agen ICE.
Dan masih ada sederet nama lain yang protes karena tidak terima lagunya dipakai oleh White House dalam konteks yang salah. Mulai dari Olivia Rodrigo, Céline Dion, hingga Kenny Loggins.
(Annisa Larasati, foto: deadline.com)
