Rasanya memang asam dan jarang dimakan langsung. Namun, kandungan nutrisinya berhasil mengungguli banyak buah populer.
Kalau diminta menyebutkan buah apa yang paling sehat di dunia? Kebanyakan orang mungkin akan menjawab blueberry, alpukat, stroberi, atau jeruk. Namun, sebuah penelitian justru menunjukkan hasil yang berbeda.
Dalam studi yang dilakukan oleh William Paterson University di New Jersey, Amerika Serikat, lemon dinobatkan sebagai buah dengan kepadatan nutrisi tertinggi. Buah berwarna kuning ini bahkan mengungguli jeruk, anggur, hingga stroberi yang selama ini dikenal kaya vitamin C.
Penelitian yang dipimpin Profesor Jennifer Di Noia tidak sekadar melihat kandungan satu vitamin atau mineral.
Tim peneliti menyusun daftar Powerhouse Fruits and Vegetables (PFV), yaitu kelompok buah dan sayuran yang memiliki kandungan nutrisi tinggi dibandingkan dengan jumlah kalorinya.
Penilaian dilakukan berdasarkan 17 nutrisi penting, di antaranya serat, kalium, protein, kalsium, zat besi, folat, serta vitamin A, B, C, D, E dan K.
Setiap makanan dianalisis berdasarkan jumlah nutrisi yang terkandung dalam setiap 100 gram. Semakin tinggi skor yang diperoleh, semakin padat kandungan nutrisinya tanpa memberikan terlalu banyak kalori.
Secara keseluruhan, peringkat teratas memang didominasi oleh sayuran. Watercress atau selada air menempati posisi pertama sebagai makanan paling bergizi. Namun, untuk kategori buah, lemon berhasil menjadi juaranya.
Melihat kandungan gizinya, hasil tersebut sebenarnya tidak terlalu mengejutkan. Lemon merupakan sumber vitamin C, kalium, serat, serta berbagai senyawa antioksidan.
Dalam setiap 100 gram lemon terkandung sekitar 50 mg vitamin C yang berperan membantu menjaga sistem imun sekaligus melindungi sel dari stres oksidatif.
(BACA JUGA: Surprise! Kandungan Kolin pada Kuning Telur Bagus untuk Otak)
Selain itu, lemon juga mengandung flavonoid dan limonoid, dua jenis antioksidan yang diketahui membantu melawan radikal bebas dan mengurangi kerusakan sel dalam tubuh.
Keunggulan lemon tidak hanya terletak pada kandungan vitaminnya. Menambahkan perasan lemon ke dalam makanan dapat memberikan rasa segar tanpa perlu menambah terlalu banyak garam atau gula.
Cara sederhana ini membantu menciptakan pola makan yang lebih seimbang. Penelitian juga menunjukkan bahwa mengonsumsi lemon bersama makanan dapat membantu memperlambat kenaikan gula darah setelah makan, sehingga menjadi nilai tambah bagi pola makan yang lebih sehat.
Meski dinobatkan sebagai buah paling bergizi, bukan berarti lemon harus dikonsumsi dalam jumlah besar setiap hari.
Karena memiliki tingkat keasaman yang tinggi, konsumsi air lemon murni secara berlebihan dapat mengikis enamel gigi dan menyebabkan rasa tidak nyaman pada lambung bagi sebagian orang.
Karena itu, para ahli menyarankan untuk mengonsumsinya secukupnya, misalnya dengan mencampurkan perasan lemon ke dalam air putih, salad, ikan, atau berbagai hidangan lainnya.
Selain itu, tetap penting mengonsumsi beragam jenis buah dan sayuran agar kebutuhan nutrisi tubuh terpenuhi secara lebih lengkap.
Lemon mungkin bukan buah yang biasa dimakan langsung seperti apel atau jeruk. Namun, penelitian ini menunjukkan bahwa di balik rasanya yang sangat asam, lemon menyimpan kepadatan nutrisi yang luar biasa.
Dengan kalori yang rendah, buah ini mampu memberikan vitamin, mineral dan antioksidan yang dibutuhkan tubuh.
(Kirana Putri, foto: magnific.com/8photo)
