Alat pijat asal Tiongkok ini sudah sejak lama dipercaya bisa menghilangkan lemak di pipi. Tapi, apa benar begitu? Ini faktanya!
Gua sha sudah sejak lama dikenal sebagai salah satu beauty tools paling populer di kalangan pencinta skincare.
Terutama berkat klaimnya yang konon bisa bikin wajah tampak lebih tirus hanya dengan rutin memijat beberapa menit sehari.
Berbagai video tutorial gua sha pun banyak ditemukan di media sosial. Lengkap dengan hasil “before-after” yang bikin banyak orang penasaran dan ingin mencoba.
Tapi benarkah alat pijat sederhana ini semanjur itu untuk membentuk wajah?
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bahwa gua sha sebenarnya bukan tren baru. Teknik ini berasal dari Tiongkok dan sudah dipraktikkan sebagai bagian dari pengobatan tradisional selama ribuan tahun.
Nama gua sha sendiri berasal dari dua kata, yaitu “gua” yang berarti mengikis dan “sha” yang berarti pasir. Sehingga secara harfiah bisa diartikan sebagai “mengikis penyakit”.
Awalnya, gua sha dilakukan dengan menggosokkan alat bermata halus, seperti sendok, tanduk banteng, atau batu permata, pada kulit yang sudah diolesi minyak, dengan tujuan meningkatkan sirkulasi darah dan memperbaiki kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Praktik ini dipercaya bisa meningkatkan aliran “chi” atau energi di dalam tubuh, sebelum akhirnya berkembang dan lebih dikenal luas sebagai teknik kecantikan wajah seperti sekarang ini.
(BACA JUGA: Kolagen Vegan Versus Hewani, Mana yang Lebih Efektif?)
Nah, ini bagian pentingnya. Melansir dari beberapa situs kesehatan dan kecantikan, teknik memijat pipi atau rahang menggunakan gua sha sebenarnya tidak menghilangkan lemak pada pipi atau dagu.
Efek tirus yang muncul setelah pemijatan berasal dari proses drainase limfatik, yaitu mendorong keluar cairan yang terperangkap di jaringan wajah. Sehingga mengurangi pembengkakan dan membuat wajah tampak lebih ramping.
Selain itu, gua sha juga membantu mengendurkan otot-otot yang tegang di sekitar rahang dan pipi, yang turut memberikan efek visual wajah yang lebih tirus. Peningkatan sirkulasi darah dari pemijatan ini juga bikin kulit terlihat lebih sehat, cerah dan glowing.
Sayangnya, efek “pipi tirus” ini tidak bertahan lama. Biasanya, hasilnya hanya terlihat dalam hitungan jam hingga satu hari saja, sebelum akhirnya pembengkakan dan retensi cairan kembali seperti semula.
Jadi, kalau kamu berharap sekali pijat langsung tirus permanen, sepertinya kamu perlu menurunkan ekspektasi dulu, ya.
Bukti ilmiah soal efektivitas gua sha untuk membentuk wajah pun sejauh ini masih terbatas, meski penelitian lebih banyak mendukung manfaatnya untuk melancarkan sirkulasi darah dan meredakan nyeri otot.
Kalau tujuanmu memang menghilangkan lemak pipi atau double chin secara permanen, metode yang terbukti secara medis adalah tindakan bedah, suntik pelarutan lemak, atau sedot lemak, bukan dengan gua sha.
Tapi kalau sekadar ingin tampil lebih segar dan tirus sementara sebelum acara penting, gua sha tetap bisa jadi andalan yang worth it, asal kamu paham betul batasan dan ekspektasinya.
(Kirana Putri, foto: magnific.com/magnific)
