Kenapa Morning Sex Disebut Lebih Baik dari Malam Hari?

Ternyata ada penjelasan ilmiah di balik klaim ini, meski tidak sepenuhnya berlaku untuk semua orang.

Perdebatan soal waktu terbaik untuk berhubungan seks, pagi atau malam hari, sudah lama menjadi topik menarik di kalangan pasangan.

Sebagian orang bersumpah lebih menikmati suasana syahdu di malam hari, sementara sebagian lain justru merasa energi spontan di pagi hari jauh lebih memuaskan.

Namun, dari sisi ilmiah, ternyata ada alasan konkret kenapa seks pagi hari kerap disebut punya keunggulan tersendiri dibanding malam hari.

Melansir dari Mindbodygreen, seorang sex therapist bersertifikasi AASECT bernama Jessa Zimmerman mengatakan kadar testosteron pada pria umumnya berada di puncaknya pada pagi hari karena hormon ini pulih kembali sepanjang malam saat tidur.

Kondisi serupa juga berlaku pada kadar estrogen, dua hormon yang berperan besar dalam memengaruhi gairah seksual seseorang.

Inilah salah satu alasan kenapa ereksi pagi hari atau morning wood jadi fenomena umum dan gairah cenderung lebih mudah terpicu di jam-jam awal hari.

Berbeda dengan malam hari ketika tubuh sudah lelah usai beraktivitas seharian, seks pagi hari memanfaatkan kondisi tubuh yang masih segar dan penuh energi usai istirahat malam.

Sex therapist Lauren Fogel Mersy, PsyD, menjelaskan kepada Mindbodygreen bahwa keuntungan seks di pagi hari adalah lebih mudah untuk hadir sepenuhnya dan fokus pada momen tersebut.

Karena saat lelah, seseorang cenderung lebih mudah teralihkan perhatiannya. Suasana pagi yang cenderung lebih tenang dan minim distraksi, tanpa gangguan notifikasi ponsel atau beban pekerjaan yang menumpuk, turut membuat momen intim terasa lebih fokus dan berkualitas.

Seks di pagi hari juga dipercaya bisa meningkatkan hormon pemicu suasana hati yang baik seperti endorfin dan serotonin, sekaligus menurunkan kadar kortisol atau hormon stres.

(BACA JUGA: Responsive Desire Vs. Spontaneous Desire dalam Seks)

Dr. Lauren Streicher, profesor klinis di Northwestern University, menjelaskan bahwa seks pagi hari bisa memanfaatkan puncak hormon alami tubuh, sehingga membuat gairah dan orgasme lebih mudah tercapai bagi kedua pasangan.

Kondisi ini dipercaya bisa membuat suasana hati lebih positif sepanjang hari, sekaligus membantu pasangan berkomunikasi lebih baik usai momen intim tersebut.

Selain manfaat psikologis, riset yang dikutip oleh HealthyMale Squad dari ‘Journal of Sexual Medicine’ menyebutkan aktivitas seksual yang dilakukan secara rutin bisa membantu menurunkan tekanan darah dan memperbaiki kesehatan kardiovaskular secara umum.

Peningkatan aliran darah dan oksigenasi tubuh usai berhubungan seks pagi hari juga dipercaya bisa membuat tubuh terasa lebih segar dan berenergi sepanjang hari.

Meski begitu, penting untuk digarisbawahi bahwa manfaat ini tidak sepenuhnya berlaku universal untuk semua orang.

Dikutip dari Mindbodygreen, hormon pada perempuan yang masih menstruasi cenderung mengikuti ritme bulanan (infradian), bukan ritme harian (sirkadian) seperti pria.

Sehingga gairah seksualnya lebih dipengaruhi oleh fase siklus menstruasi, khususnya di fase folikular dan ovulasi, ketimbang waktu spesifik dalam sehari.

Pada akhirnya, tidak ada waktu terbaik yang berlaku mutlak untuk semua pasangan dalam urusan seks.

Seks pagi hari mungkin lebih ideal untuk sebagian orang berkat dukungan hormon dan energi yang lebih segar. Tetapi seks pada malam hari tetap punya keunggulannya sendiri, terutama soal suasana yang lebih santai dan waktu yang biasanya lebih leluasa.

Yang terpenting, komunikasi dan kenyamanan bersama pasangan tetaplah kunci utama, bukan sekadar soal jam berapa hal itu dilakukan.

(Kirana Putri, foto: magnific.com/magnific)

Share