Bakal Dihadiri Jennie BLACKPINK, Ini Istimewanya Roskilde Festival

Penampilan Jennie bukan hanya momen bersejarah untuk K-pop, tetapi juga kesempatan untuk menunjukkan misi yang lebih besar dari sekadar musik.

Karier solo Jennie terus melesat tanpa tanda-tanda akan melambat. Setelah merilis album debutnya ‘Ruby’ pada 2025 yang menuai pujian luas dari berbagai publikasi musik internasional, termasuk Rolling Stone dan NME, kini Jennie bersiap untuk mencatatkan namanya dalam sejarah festival musik dunia.

Melansir dari The Fame Mag, Jennie akan tampil sebagai headliner di Roskilde Festival 2026 pada 3 Juli mendatang, menjadikannya artis K-Pop pertama yang pernah menempati slot utama di festival musik ikonik asal Denmark tersebut.

Pencapaian ini bukan sekadar soal panggung yang besar. Ini adalah pengakuan bahwa K-Pop kini bukan sekadar genre, tapi kekuatan budaya global yang tidak bisa lagi diabaikan oleh panggung musik Barat.

Melansir dari The Festivals UK, Thomas Sønderby Jepsen selaku Head of Music Roskilde Festival menyatakan bahwa Jennie adalah sosok yang tidak mungkin diabaikan ketika mencoba memahami ke mana arah musik pop saat ini.

APA ITU ROSKILDE FESTIVAL?

Sebelum kita bicara lebih jauh tentang Jennie, ada baiknya kamu mengenal dulu panggung yang akan ia injak.

Roskilde Festival bukan festival biasa. Melansir dari beberapa sumber, festival ini pertama kali diselenggarakan pada 28 dan 29 Agustus 1971 dengan nama Sound Festival, yang digagas oleh dua pelajar SMA Denmark bernama Mogens Sandfær dan Jesper Switzer Møller, bersama promotor Carl Fischer.

Keduanya terinspirasi dari energi festival-festival besar era itu. Melansir dari The Copenhagen Post, salah satunya adalah Woodstock 1969 dan mereka ingin menghadirkan pengalaman serupa untuk Denmark.

Pada tahun pertamanya, festival ini hanya berlangsung dua hari dengan satu panggung dan sekitar 10.000 penonton. Tapi visinya sudah jelas sejak awal. Musik sebagai alat untuk menyatukan, bukan sekadar menghibur.

Melansir dari Grokipedia, festival ini didirikan untuk mempromosikan budaya anak muda dan membangun solidaritas internasional melalui musik, dengan semangat yang terinspirasi dari gerakan counter-culture global era tersebut.

(BACA JUGA: 5 Festival Musik Musim Panas yang Wajib Didatangi Minimal Sekali Seumur Hidup)

Setahun setelah berdiri, kendali festival diambil alih oleh Roskilde Foundation yang menjalankannya sebagai organisasi non-profit. Sejak saat itu, Roskilde tidak pernah lagi menjadi festival komersial biasa.

Melansir dari Euro Travelo, kini festival ini menarik lebih dari 130.000 peserta dari lebih dari 60 negara setiap tahunnya, digelar selama delapan hari penuh dan menjadi festival terbesar di seluruh kawasan Eropa Utara.

Yang membuat Roskilde benar-benar berbeda dari festival lain di dunia adalah apa yang terjadi setelah tiket habis terjual dan panggung dilipat.

Melansir dari Pollstar, seluruh keuntungan festival disumbangkan sepenuhnya untuk berbagai inisiatif kemanusiaan dan budaya, dengan fokus utama pada anak-anak dan kaum muda.

Roskilde Festival 2025 misalnya, menghasilkan surplus sebesar DKK 15,4 juta atau sekitar USD 2,4 juta, yang seluruhnya telah disalurkan untuk berbagai tujuan kemanusiaan.

Melansir dari situs resminya, sejak berdiri pada 1971, festival ini sudah mengumpulkan dan menyumbangkan lebih dari EUR 64 juta untuk berbagai tujuan kemanusiaan dan budaya.

Salah satu inisiatif paling menyentuh dari festival ini adalah program Orange Donation, di mana setiap tahun satu artis yang tampil di panggung utama diundang untuk memilih satu organisasi kemanusiaan yang akan menerima donasi khusus.

Contohnya pada 2025, rapper Denmark Artigeardit dipercaya membuat pilihan tersebut, dan ia memilih untuk menyumbangkan DKK 500 ribu kepada Danish Red Cross dan Palestinian Red Crescent Society.

Dana tersebut digunakan untuk mendanai safe spaces bagi anak-anak di Gaza, tempat mereka bisa bermain, makan bersama dan merasakan momen normalitas di tengah kehidupan yang dibentuk oleh serangan genosida.

APA YANG MEMBUAT ROSKILDE FESTIVAL ISTIMEWA?

Di dunia di mana hampir semua festival musik besar dikelola oleh korporasi dan berorientasi pada keuntungan, Roskilde berdiri di posisi yang sangat berbeda.

Pertama, ia digerakkan hampir sepenuhnya oleh relawan. Melansir dari Pollstar, sebanyak 27.000 relawan terlibat dalam penyelenggaraan Roskilde Festival 2025, bahu-membahu bersama 100.000 penonton untuk menghidupkan festival selama delapan hari penuh.

Kedua, lineup-nya secara konsisten mencerminkan keberagaman dunia yang sesungguhnya. Melansir dari Broadway World, Roskilde Festival 2025 menampilkan 185 artis dari 45 negara, mencakup segala genre dari sitar India hingga protest rap Palestina, dari highlife Ghana hingga throat-singing metal Mongolia.

Ketiga dan mungkin yang paling unik, festival ini mengundang para artisnya untuk ikut menentukan ke mana donasi mengalir. Ini bukan sekadar festival yang “peduli”. Ini adalah festival yang memberi panggung nyata bagi kepedulian itu untuk berwujud.

(BACA JUGA: It’s Just A Music Festival, But Why Does Coachella Feel Like a Global Validation)

ROSKILDE FESTIVAL 2026

Roskilde Festival 2026 akan diselenggarakan mulai 27 Juni hingga 4 Juli 2026 di Festivalpladsen, Roskilde, Denmark, sekitar 35 kilometer dari pusat kota Copenhagen. Jennie sendiri dijadwalkan tampil pada 3 Juli di Orange Stage, panggung utama festival yang berkapasitas 60.000 penonton.

Melansir dari situs resmi Roskilde Festival, tiket tersedia dalam beberapa pilihan. Mulai dari tiket delapan hari penuh seharga DKK 2.600 atau sekitar IDR 5,9 juta, termasuk akses ke seluruh area festival dan fasilitas camping, sampai tiket harian untuk kamu yang tidak bisa hadir selama delapan hari penuh.

Seluruh pembelian tiket bisa dilakukan melalui situs resmi di roskilde-festival.dk.

(Rendy Aditya, foto: teenvogue.com)

Share