If You Like ‘The Devil Wears Prada’, You Have to Watch These Movies!

Dari workplace comedy hingga dunia fashion yang glamor, ini beberapa rekomendasi film serupa yang bisa kamu tonton.

Gird your loins. Miranda Priestly akhirnya kembali dan dunia perfilman tidak siap.

The Devil Wears Prada 2 resmi tayang di bioskop pada 1 Mei 2026, hampir dua puluh tahun setelah film pertamanya menjadi salah satu film terlaris dan paling berpengaruh di eranya. Film ini memiliki world premiere di Lincoln Center, New York, pada 20 April 2026, dengan acara yang disiarkan langsung di Disney+ dan Hulu.

Sebelum tayang pun, antusiasme penonton sudah terasa luar biasa. Trailer resmi pertamanya yang dirilis pada 1 Februari 2026 mencatatkan 222 juta penayangan hanya dalam 24 jam pertama, angka yang oleh 20th Century Studios disebut sebagai trailer dengan penayangan terbanyak sepanjang sejarah studio tersebut.

Di box office, proyeksi awalnya pun tidak main-main. Film ini diprediksi meraih pendapatan global mendekati 180 juta dolar AS hanya di akhir pekan pembukaannya saja.

Sebagai perbandingan, film pertamanya pada 2006 meraih USD 326 juta secara worldwide dengan opening weekend sebesar 27,5 juta dolar AS. Reaksi para kritikus pun mayoritas positif.

Variety menyebutnya sebagai sekuel yang “fenomenal” dan “melampaui semua ekspektasi,” sementara para pemain utamanya dinilai kembali ke peran masing-masing seolah tidak ada jeda waktu sama sekali.

Tapi pertanyaannya, mengapa film ini begitu dinantikan? Apakah semuanya sekadar nostalgia?

Nostalgia memang menjadi salah satu faktor besar. Film pertama The Devil Wears Prada telah trending secara bersamaan di tiga layanan streaming berbeda, yakni HBO Max, Hulu dan Disney+, menjelang perilisan sekuelnya.

Ini menunjukkan bahwa penonton tidak hanya menunggu film baru, tetapi juga aktif kembali menonton film yang lama.

Namun, ada sesuatu yang lebih dalam dari sekadar kerinduan. Film pertama adalah contoh sempurna dari film-film aspirasional yang mendefinisikan era awal 2000-an.

(BACA JUGA: ‘The Devil Wears Prada 2’ Terancam di Boikot di Cina, Apa Penyebabnya?)

Mimpi Andy untuk menulis di publikasi bergengsi adalah mimpi yang dibagikan oleh ribuan orang, dan melihatnya berjuang naik tangga karier dengan kerja keras membuat mimpi itu terasa sedikit lebih mungkin untuk diraih.

Ada pula faktor kelelahan penonton terhadap tontonan yang terlalu berat. Di tengah banjir konten thriller, dystopia dan drama penuh ketegangan, film seperti The Devil Wears Prada menawarkan sesuatu yang sederhana namun langka. Cerita yang menyenangkan, karakter yang relatable dan dunia yang glamor namun tetap membumi.

Para kritikus memuji cara film ini memadukan nostalgia yang tepat dosis dengan komentar yang relevan tentang kondisi jurnalisme masa kini, membuktikan bahwa film ini bukan hanya tentang kenangan, melainkan juga tentang realita yang masih terasa hari ini.

Belum sempat nonton The Devil Wears Prada 2 di bioskop? Atau sudah nonton dan masih ingin vibes yang serupa? Berikut adalah lima film yang wajib masuk daftar tontonan kamu berikutnya.

13 GOING ON 30 – 2004

Jenna Rink terbangun di usia 30 tahun sebagai editor majalah mode ternama, padahal ia baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-13. Dunia glamor yang ia impikan ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan.

Film ini punya semua elemen yang membuat The Devil Wears Prada begitu dicintai. Industri majalah fashion New York, perjalanan seorang perempuan menemukan dirinya sendiri dan pengingat bahwa kesuksesan sejati bukan tentang siapa yang kamu jadikan, melainkan siapa yang kamu pilih untuk tetap menjadi.

Film ini bisa kamu tonton di Netflix.

THE INTERN – 2015

Jules Ostin adalah pendiri sebuah fashion e-commerce yang ambisius dan penuh tekanan. Ketika ia mendapat seorang senior intern berusia 70 tahun bernama Ben, ia awalnya skeptis.

Tapi justru di sinilah ceritanya menjadi menarik. Anne Hathaway kembali hadir di dunia fashion, kali ini sebagai sosok yang berkuasa, bukan yang diperintah. The Intern adalah film yang hangat tentang kepemimpinan, keseimbangan hidup dan persahabatan yang tidak terduga.

Film ini bisa kamu tonton di Netflix.

(BACA JUGA: Objection! Ini 5 Serial Legal Drama Terbaik yang Wajib Kamu Tonton di OTT)

SET IT UP – 2018

Harper dan Charlie adalah dua asisten yang sama-sama kelelahan akibat bos mereka yang sangat demanding. Solusi mereka? Menjodohkan kedua bos tersebut agar punya kesibukan lain selain menyiksa para asisten.

Set It Up adalah rom-com yang cerdas dan hangat, dengan dinamika workplace yang akan terasa sangat familiar bagi siapa pun yang pernah bekerja untuk seorang atasan yang perfeksionis.

Jauh lebih manis dari Miranda Priestly, tapi energinya sama-sama menghibur. Film ini bisa kamu nikmati di Netflix.

CRUELLA – 2021

Sebelum menjadi Cruella de Vil yang ikonik, ada sosok Estella. Seorang gadis muda berbakat yang bermimpi besar di dunia fashion London era 1970-an.

Ketika bakatnya menarik perhatian seorang fashion legend yang haus kekuasaan, Estella perlahan menemukan sisi gelap dalam dirinya sendiri.

Diperankan oleh Emma Stone dengan Emma Thompson sebagai antagonis yang penuh wibawa, Cruella adalah film tentang ambisi, identitas dan harga yang harus dibayar untuk menjadi diri sendiri.

Kalau kamu suka dinamika kekuasaan antara Miranda dan Andy, Cruella menghadirkan energi yang sangat serupa, dengan kostum yang bahkan lebih over-the-top.

Film ini bisa kamu saksikan di layanan streaming Disney+.

MEAN GIRLS REMAKE – 2024

Versi musikal dari film kultus 2004 ini mengikuti Cady Heron, seorang remaja yang baru pindah ke sekolah baru dan tiba-tiba terjebak dalam hierarki sosial yang kejam.

Dipenuhi dengan lagu-lagu segar, dialog yang tajam, dan karakter-karakter yang sulit dilupakan, Mean Girls adalah eksplorasi tentang tekanan sosial, identitas dan betapa mudahnya seseorang kehilangan diri sendiri demi diterima. Cocok untuk kamu yang suka film dengan female lead yang kompleks dan cerita yang punya gigitan.

Film ini bisa kamu saksikan di Netflix.

(Annisa Larasati, foto: imdb.com)

Share