Dapat Rating 7,7 dari IMDb, Apa yang Terjadi dengan ‘Toy Story 5’?

Meski mendapat pujian dari kritikus, banyak penonton merasa Toy Story 5 belum mampu menyamai dampak emosional film-film sebelumnya.

Ketika sebuah film mendapatkan skor 94 persen di Rotten Tomatoes, biasanya itu menjadi pertanda bahwa film tersebut diterima dengan sangat baik oleh para kritikus. Namun, situasinya sedikit berbeda untuk Toy Story 5.

Film terbaru dari franchise animasi legendaris Pixar ini memang berhasil meraih skor tinggi dari kritikus. Namun di sisi lain, rating pengguna di IMDb berada di angka 7,7/10.

Angka yang sebenarnya masih tergolong baik, tetapi terasa lebih rendah dibandingkan dengan ekspektasi terhadap nama besar Toy Story.

Perbedaan respons ini memunculkan pertanyaan menarik. Apakah Toy Story 5 benar-benar mengecewakan, atau justru menjadi korban dari ekspektasi yang terlalu tinggi?

TOY STORY 5 MENDAPAT REVIEW POSITIF DARI KRITIKUS

Berdasarkan data Rotten Tomatoes, Toy Story 5 memperoleh skor kritikus sebesar 94 persen. Sementara itu, Metacritic memberikan skor 74 yang masuk kategori Generally Favorable Reviews.

Sebagian besar kritikus menilai Pixar masih mampu menghadirkan cerita yang hangat, menghibur, dan relevan dengan kehidupan anak-anak masa kini.

Salah satu aspek yang banyak mendapat apresiasi adalah keberanian film ini mengangkat tema hubungan anak-anak dengan teknologi.

Menurut ulasan yang dirangkum Rotten Tomatoes, konflik utama film berpusat pada persaingan antara mainan tradisional dan perangkat digital yang semakin mendominasi kehidupan anak-anak.

Tema tersebut dianggap cukup dekat dengan realitas yang dihadapi banyak keluarga saat ini.

Selain itu, beberapa kritikus juga menyoroti keputusan Pixar untuk memberikan porsi cerita yang lebih besar kepada Jessie.

Setelah bertahun-tahun identik dengan Woody dan Buzz Lightyear, perubahan fokus ini dinilai mampu memberikan warna baru bagi franchise yang sudah berjalan selama lebih dari tiga dekade.

(BACA JUGA: Karakter Baru ‘Toy Story 5’ Hadir Jadi Mainan Sungguhan)

LALU KENAPA RATING IMDB HANYA 7,7?

(Foto: hasil tangkap layar)

Angka 7,7 sebenarnya bukan rating yang buruk. Banyak film populer bahkan tidak berhasil mencapai skor tersebut.

Namun masalahnya, Toy Story bukan sekadar franchise animasi biasa.

Bagi banyak penonton, terutama generasi yang tumbuh bersama film-film sebelumnya, seri ini memiliki standar yang sangat tinggi.

Toy Story (1995), Toy Story 2 (1999) dan terutama Toy Story 3 (2010) sering dianggap sebagai salah satu trilogi terbaik dalam sejarah film animasi.

Karena itu, penonton tidak membandingkan Toy Story 5 dengan film animasi lain yang tayang tahun ini. Mereka membandingkannya dengan warisan yang sudah dibangun franchise tersebut selama puluhan tahun.

Ketika sebuah film hadir setelah cerita yang dianggap sudah selesai dengan sempurna, ekspektasi yang muncul pun menjadi jauh lebih besar.

PENONTON MEMPERTANYAKAN KEBUTUHAN AKAN TOY STORY 5

Salah satu kritik yang paling sering muncul bukan soal kualitas filmnya, melainkan soal alasan keberadaannya.

Dalam ulasannya, media teknologi dan hiburan Tom’s Guide mencatat bahwa banyak penonton datang ke bioskop dengan rasa skeptis.

Bukan karena mereka meragukan kemampuan Pixar membuat film yang bagus, melainkan karena mereka merasa cerita Toy Story sebenarnya sudah mencapai penutup yang memuaskan di Toy Story 3, atau setidaknya di Toy Story 4.

Setelah menonton, sebagian besar mengakui bahwa film ini tetap menyenangkan dan emosional. Namun, pertanyaan yang sama masih tersisa. Apakah sekuel ini benar-benar diperlukan?

Pertanyaan tersebut tampaknya ikut memengaruhi persepsi penonton secara keseluruhan. Sebuah film bisa saja dibuat dengan baik, tetapi tetap sulit mendapatkan antusiasme yang sama ketika banyak orang merasa cerita sebelumnya sudah berakhir dengan sempurna.

(BACA JUGA: Chris Sanders Garap ‘Lilo & Stitch 2’ untuk Disney)

MASALAH TOY STORY 5 BUKAN SOAL KUALITAS

Jika melihat skor Rotten Tomatoes dan Metacritic, sulit mengatakan bahwa Toy Story 5 adalah film yang buruk.

Sebaliknya, film ini justru menunjukkan bahwa Pixar masih mampu menghasilkan sekuel yang solid dan relevan. Namun bagi banyak penonton, kualitas saja mungkin tidak cukup.

Ada kalanya sebuah film tidak dinilai berdasarkan apa yang ditampilkan di layar, melainkan berdasarkan kenangan yang dibawa penontonnya saat masuk ke bioskop.

Dan itulah tantangan terbesar yang dihadapi Toy Story 5.

Film ini tidak hanya harus menjadi film yang bagus. Ia juga harus bersaing dengan nostalgia, ekspektasi, dan standar yang sudah dibangun oleh franchise yang selama bertahun-tahun dianggap nyaris sempurna.

Mungkin itu sebabnya skor 7,7 di IMDb terasa “rendah” bagi sebagian orang, meski sebenarnya masih menunjukkan bahwa mayoritas penonton tetap menikmati petualangan terbaru Woody, Buzz, Jessie dan teman-temannya.

(Rendy Aditya, foto: disney.id)

Share