He Deserves It, Park Ji Hoon dan Perjalanan Panjang Menuju Baeksang

Kemenangan Park Ji Hoon di Baeksang Arts Awards 2026 bukan kejutan. Ia adalah buah dari kerja keras bertahun-tahun yang tidak pernah berhenti.

Malam tanggal 8 Mei 2026 di COEX Hall D, Seoul, ada satu nama yang membuat penonton bersorak lebih keras dari yang mungkin banyak orang perkirakan beberapa tahun lalu.

Melansir dari Korea Times, Park Ji Hoon meraih penghargaan Best New Actor dalam kategori film di ajang 62nd Baeksang Arts Awards berkat perannya sebagai Raja Danjong dalam The King’s Warden. Tidak berhenti di situ, ia juga membawa pulang Popularity Award untuk kategori pria, menjadikan malam itu miliknya sepenuhnya.

Tapi kemenangan ini bukan sesuatu yang datang tiba-tiba. Ia adalah titik puncak dari sebuah perjalanan panjang yang dimulai jauh sebelum namanya dikenal jutaan orang sebagai anggota Wanna One.

Bagi sebagian orang, Park Ji Hoon mungkin masih identik dengan wink ikoniknya di panggung Produce 101 yang viral pada 2017. Tapi kenyataannya, dunia akting bukan sesuatu yang ia masuki secara tiba-tiba setelah idol life. Ia tumbuh di dalamnya.

Park Ji Hoon sudah aktif sebagai aktor cilik sejak kecil, tampil dalam drama televisi seperti Jumong (2006-2007), The King and I (2007-2008) dan Iljimae (2008), serta berpartisipasi dalam pertunjukan musikal seperti ‘Peter Pan’ dan ‘Radio Star’.

Fondasi akting yang dibangunnya sejak usia dini ini yang kemudian membedakannya dari banyak idol lain yang mencoba peruntungan di dunia akting.

Setelah Wanna One bubar pada awal 2019, Park Ji Hoon tidak mengambil jalan yang mudah. Melansir dari Asian Drama Wiki, ia secara konsisten memilih peran-peran yang menantangnya secara teknis, mulai dari Flower Crew: Joseon Marriage Agency (2019), Love Revolution (2020), At a Distance, Spring Is Green (2021), hingga Weak Hero Class 1 (2022) yang menjadi titik balik besar dalam kariernya.

Keberhasilannya di Weak Hero Class 1 bahkan bermula dari peran sebelumnya. Sutradara Han Jun Hee mengungkapkan bahwa tim produksi sangat terkesan dengan penampilannya di At a Distance, Spring Is Green dan menyarankannya kepada sutradara Weak Hero, Yu Su Min. Itulah yang membuka pintu bagi salah satu peran paling berpengaruh dalam kariernya.

(BACA JUGA: Dikalahkan ‘Agak Laen’, Film ‘Avengers: Endgame’ Juga Dikalahkan ‘The King’s Warden’)

Lalu datanglah The King’s Warden.

Melansir dari Korea Times, film ini berkisah tentang persahabatan yang tidak terduga antara kepala desa Eom Heung Do yang diperankan oleh Yoo Hae Jin dan Raja Danjong yang baru saja diturunkan dari takhta, selama masa pengasingan sang raja di sebuah desa. Sebuah kisah yang sederhana di permukaan, namun sangat menuntut secara emosional di bawahnya.

Untuk memerankan Raja Danjong, seorang raja yang kehilangan takhtanya di usia sangat muda dan harus bertahan dalam pengasingan dengan kerentanan yang nyata, Park Ji Hoon tidak bisa mengandalkan pesona idol-nya.

Melansir dari Korea Times, sutradara produksi mengungkapkan alasan memilih Park Ji Hoon dengan sederhana namun tepat.

“Aku memilihnya karena matanya sangat bagus. Karakter utama mungkin tampak canggung, tapi ia punya keteguhan batin dan terus bergerak maju.”

Hasilnya berbicara lewat angka. The King’s Warden menjadi film terlaris kedua sepanjang sejarah perfilman Korea Selatan, dengan hampir mencapai 17 juta penonton yang menyaksikannya di bioskop (data diambil pada tanggal 9 Mei 2026).

Kemenangan di Baeksang bukan satu-satunya pengakuan yang diterima Park Ji Hoon sepanjang kariernya.

Drama, Weak Hero Class 1 mengantarnya meraih Best New Actor di 2nd Blue Dragon Series Awards 2023. Tahun berikutnya, debutnya di layar lebar lewat Beautiful Audrey kembali menghasilkan penghargaan Best New Actor di Seoul International Film Awards 2024.

Tiga penghargaan Best New Actor di tiga ajang berbeda dalam rentang tiga tahun. Bukan kebetulan. Ini adalah pola yang sangat jelas dari seseorang yang tahu persis apa yang sedang ia bangun.

Kalau kamu belum mengikuti perjalanan aktingnya dan ingin tahu dari mana harus mulai, ini dia rekomendasi karya Park Ji Hoon yang paling layak untuk kamu tonton.

(BACA JUGA: 1.001 Topeng Shin Hye Sun yang Timbulkan Decak Kagum)

REKOMENDASI DRAMA YANG DIBINTANGI PARK JI HOON

At a Distance, Spring Is Green (2021)

(Foto: imdb.com)

Drama ini diadaptasi dari webtoon populer dengan judul yang sama dan mengangkat kisah kehidupan anak muda usia 20-an yang terlihat “baik-baik saja” dari luar, tetapi sebenarnya menyimpan luka dan tekanan masing-masing.

Ceritanya berfokus pada Yeo Jun (Park Ji Hoon), mahasiswa baru di Universitas Myeongil yang tampak sempurna di mata orang lain. Ia berasal dari keluarga kaya, memiliki visual menarik dan dikenal ramah sehingga mudah disukai banyak orang. Namun, di balik kepribadiannya yang ceria, Yeo Jun sebenarnya menyimpan trauma keluarga dan rasa kesepian yang mendalam.

Hidup Yeo Jun mulai berubah ketika ia bertemu Nam Soo-hyun (Bae In-hyuk), mahasiswa senior yang cerdas namun dingin dan tertutup karena tekanan ekonomi keluarganya.

Keduanya dipertemukan lewat tugas kelompok bersama Kim So Bin (Kang Min-ah), mahasiswi yang merasa hidupnya selalu biasa-biasa saja dan kesulitan menemukan kepercayaan diri.

Meski memiliki latar belakang dan kepribadian yang bertolak belakang, ketiganya perlahan membangun hubungan pertemanan yang membantu mereka menghadapi luka masing-masing.

Berbeda dari drama kampus pada umumnya yang hanya berfokus pada romansa, drama ini lebih banyak membahas soal tekanan hidup anak muda, hubungan keluarga, kesehatan mental, hingga rasa kesepian di usia 20-an.

Karena itu, At a Distance, Spring Is Green terasa lebih emosional dan realistis, terutama lewat karakter Yeo Jun yang diperankan dengan cukup kuat oleh Park Ji-hoon.

Weak Hero Class 1 (2022)

(Foto: imdb.com)

Sama seperti drama sebelumnya, drama ini juga diadaptasi dari webtoon populer berjudul sama yang mengangkat kisah tentang kekerasan di sekolah, persahabatan dan perjuangan bertahan hidup di lingkungan yang keras.

Cerita berpusat pada Yeon Si Eun (Park Ji Hoon), seorang siswa teladan yang selalu berada di peringkat teratas sekolah. Dari luar, Si-eun terlihat seperti murid pendiam dan lemah secara fisik.

Namun, di balik sikap tenangnya, ia memiliki kecerdasan tinggi dan kemampuan analisis yang tajam. Ketika menjadi target bullying di sekolahnya, Si-eun mulai melawan dengan cara yang tidak biasa. Yakni menggunakan logika, strategi dan benda-benda di sekitarnya untuk bertahan.

Dalam perjalanannya, Si Eun kemudian berteman dengan Ahn Su-ho (Choi Hyun-wook), siswa kuat yang sebenarnya hanya ingin hidup tenang, serta Oh Beom Seok (Hong Kyung), anak pendiam yang menyimpan banyak luka emosional. Ketiganya perlahan membentuk ikatan pertemanan di tengah lingkungan sekolah yang penuh kekerasan dan tekanan sosial.

Namun, semakin mereka mencoba bertahan, konflik yang muncul justru semakin besar dan brutal. Weak Hero Class 1 bukan hanya soal perkelahian antar siswa, tetapi juga tentang trauma, rasa takut, kesepian dan bagaimana tekanan bisa mengubah seseorang.

Drama ini mendapat banyak pujian karena visualnya yang gelap, adegan aksi yang realistis, serta penampilan Park Ji Hoon yang dianggap berhasil menunjukkan sisi emosional sekaligus intens dari karakter Yeon Si-eun.

(BACA JUGA: Tampil Beda, 6 K-Drama Ini Angkat Isu Mental Health dengan Cara yang Bikin Kamu Merenung)

Weak Hero Class 2 (2025)

(Foto: imdb.com)

Weak Hero Class 2 melanjutkan kisah Yeon Si-eun setelah peristiwa traumatis yang terjadi di musim pertama. Masih diperankan oleh Park Ji-hoon, musim kedua ini membawa Si Eun ke lingkungan baru yang ternyata tidak kalah keras dari sebelumnya.

Setelah memilih menjauh dari masa lalunya, Yeon Si Eun pindah ke sekolah baru dengan harapan bisa menjalani hidup yang lebih tenang. Namun harapan itu tidak berjalan mulus.

Di sekolah barunya, ia kembali berhadapan dengan budaya kekerasan, hierarki siswa dan kelompok-kelompok yang menggunakan intimidasi sebagai cara untuk bertahan hidup.

Trauma dari masa lalu membuat Si Eun menjadi lebih tertutup dan sulit mempercayai orang lain. Tetapi pada saat yang sama, ia juga tidak bisa tinggal diam ketika melihat ketidakadilan terjadi di sekitarnya.

Berbeda dari musim pertama yang lebih fokus pada pembentukan persahabatan dan awal konflik, Weak Hero Class 2 terasa lebih gelap dan emosional. Drama ini memperlihatkan bagaimana luka yang belum sembuh dapat terus memengaruhi seseorang, bahkan ketika ia mencoba memulai hidup baru.

Di tengah konflik yang semakin besar, Si Eun kembali menggunakan kecerdasan dan strategi bertarungnya untuk menghadapi lawan-lawan yang jauh lebih brutal.

Selain adegan aksi yang lebih intens, musim kedua juga memperdalam sisi psikologis karakter-karakternya. Weak Hero Class 2 bukan hanya tentang perkelahian antar siswa, tetapi juga tentang rasa bersalah, kehilangan dan usaha seseorang untuk bertahan tanpa kehilangan dirinya sendiri.

Dengan atmosfer yang lebih suram dan konflik yang lebih kompleks, drama ini melanjutkan identitas Weak Hero sebagai salah satu drama sekolah Korea yang paling realistis dan emosional dalam beberapa tahun terakhir.

Love Song for Illusion (2024)

(Foto: imdb.com)

Drama ini juga diadaptasi dari webtoon populer yang menggabungkan unsur kerajaan, romansa, hingga konflik psikologis dalam satu cerita.

Ceritanya berpusat pada Putra Mahkota Sajo Hyun (Park Ji-hoon), sosok cerdas dan berbakat yang hidup di bawah tekanan ayahnya, sang raja. Di balik citranya sebagai pewaris kerajaan yang tenang dan elegan, Sajo Hyun ternyata memiliki kepribadian lain bernama Ak Hee.

Sosok dengan karakter yang jauh lebih liar, bebas dan penuh pesona. Kondisi tersebut membuat hidupnya dipenuhi konflik batin, terutama karena kedua kepribadian itu saling berbagi tubuh, namun tidak bisa hidup secara bersamaan.

Di sisi lain, ada Yeon Wol yang diperankan oleh Hong Ye Ji, seorang perempuan yang menyimpan dendam terhadap keluarga kerajaan karena tragedi di masa lalu.

Ia awalnya berusaha mendekati istana untuk menjalankan rencana balas dendam, tetapi situasi berubah ketika ia terlibat dengan Sajo Hyun dan mulai mengetahui rahasia besar yang disembunyikan sang putra mahkota.

Drama ini memadukan elemen fantasi dan romansa dengan atmosfer kerajaan yang cukup gelap dan emosional. Selain membahas perebutan kekuasaan dan identitas, Love Song for Illusion juga menyoroti luka batin, trauma dan hubungan antara dua orang yang sama-sama hidup dengan masa lalu yang rumit.

Penampilan Park Ji-hoon menjadi salah satu daya tarik utama karena ia harus memainkan dua karakter dengan kepribadian yang sangat berbeda dalam satu tubuh.

Ada hal menarik yang Park Ji Hoon ungkapkan di tengah semua pencapaian ini. Melansir dari Korea Times, ia mengakui bahwa popularitas bersifat sementara dan karena itu ia memilih untuk fokus pada satu hal saja. Melakukan yang terbaik pada setiap peran yang ia terima.

Pernyataan itu terdengar sederhana. Tapi kalau kamu melihat perjalanannya dari bocah yang tampil di musikal anak-anak, lalu idol yang meraih ketenaran instan, lalu aktor yang memilih untuk membangun kariernya satu bata demi satu bata hingga akhirnya berdiri di atas panggung Baeksang, kamu akan tahu bahwa kalimat itu bukan sekadar basa-basi.

He deserves it. Sepenuhnya.

(Kirana Putri, foto: zapzee.net)

Share

Related Post

5 Sorotan Terbesar dari ‘Tony Awards 2026’

Restoran Museum Jadi Tren Baru di New York