Tidak semua gatal di kulit disebabkan oleh gigitan nyamuk. Tapi bisa juga oleh serangga lain yang perlu kamu ketahui.
Musim panas maupun musim hujan sama-sama punya satu kesamaan: makin banyak serangga yang berkeliaran dan berpotensi menggigit atau menyengat kita. Sebagian gigitan cuma bikin gatal ringan, tapi ada juga yang bisa memicu reaksi alergi serius, bahkan menyebarkan penyakit berbahaya kalau nggak ditangani dengan tepat.
Biar kamu tidak salah langkah saat menghadapi gigitan atau sengatan serangga, MOSTEAM sudah merangkum beberapa jenis serangga yang paling sering bikin masalah, lengkap dengan ciri-ciri gigitannya dan cara penanganannya.
NYAMUK
Serangga yang satu ini mungkin adalah yang paling familiar buat kita semua. Ketika musim panas, entah mengapa jumlahnya di rumah kita jadi meningkat drastis. Karena itu, penting buat kita untuk berhati-hati dengan menggunakan losion antinyamuk atau menyemprot ruangan dengan semprotan antiserangga.
Tapi kalau sudah terlanjur tergigit, maka penting untuk tahu ciri-ciri gigitan nyamuk di kulit seperti apa. Yakni bentol kecil kemerahan yang gatal dan biasanya rasa gatal ini muncul beberapa menit setelah digigit.
Kuncinya adalah jangan digaruk ya, MOSTROOPS. Kompres area gigitan dengan kain bersih yang sudah direndam dalam air dingin. Atau kamu bisa juga memakai losion anti gatal karena bisa membantu meredakan rasa gatal yang ditimbulkan.
Kalau ternyata gigitan nyamuk ini memberikan efek yang lebih serius seperti demam atau gejala tidak umum lainnya, jangan berpikir dua kali untuk memeriksakan diri ke dokter. Karena nyamuk berpotensi membawa penyakit serius seperti demam berdarah dan malaria.
(BACA JUGA: Telinga Kamu Sering Gatal Saat Malam? Mungkin Ini Penyebabnya!)
KUTU BUSUK
Kutu busuk atau di beberapa wilayah disebut sebagai bangsat, adalah jenis kutu kasur yang ketika menggigit kulit, bentuknya bentol tapi ukurannya lebih besar dibanding nyamuk, warnanya juga kemerahan dan biasanya munculnya berderet atau berkelompok di area tubuh tertentu.
Yang harus kamu lakukan untuk menanggulangi rasa gatalnya adalah dengan cara membersihkan area gigitan dengan air bersih dan sabun, bahkan kalau perlu, tambahkan cairan antiseptik.
Kalau setelah itu muncul reaksi alergi di kulit, pastikan untuk tidak digaruk. Coba oleskan krim kortikosteroid dan antihistamin oral karena bisa membantu meredakan alerginya. Namun, kalau setelah itu tidak mereda, langsung konsultasikan ke dokter agar dapat penanganan lebih lanjut.
KECOA
Pada umumnya, kecoa tidak menggigit manusia. Tetapi lebih ke memicu reaksi alergi kulit atau yang parah bisa mengganggu pernapasan.
Kalau kamu terkena alergi kecoa, coba minum obat antialergi yang ada di rumah. Namun, jika kondisi tidak kunjung membaik dalam 1-2 jam setelah minum obat, pastikan untuk memeriksakan diri ke dokter, ya!
KUTU
Berbeda dengan kutu kasur yang tandanya ada di area lengan dan bahu, kutu yang satu ini justru biasanya menggigit di area kaki. Sama seperti gigitan serangga yang lain, kalau gatal jangan digaruk.
Karena bisa memicu luka dan infeksi, sehingga membuat area gigitan jadi lebih parah kondisinya.
Fokus utamanya adalah membersihkan area kulit yang terkena gigitan dengan air, sabun dan cairan antiseptik jika ada. Baru setelah itu keringkan dan oleskan area kulit dengan losion atau krim anti gatal.
TUNGAU SCABIES
Beda lagi dengan gigitan tungau. Efek gigitan tungau tidak muncul dalam waktu singkat. Tapi butuh beberapa minggu setelah tungau masuk ke dalam kulit. Ciri-cirinya adalah adanya luka di sela-sela jari, pergelangan tangan, siku, atau area genital.
Parahnya, gatal karena tungau baru muncul di malam hari. MOSTEAM yakin pasti banyak dari kamu yang pernah mengalami ini.
Untuk gatal karena gigitan tungau, obatnya hanya atas resep dokter. Baik losion, krim, maupun obat minum. Tetapi yang bisa kamu lakukan untuk menurunkan risikonya adalah dengan rutin mencuci pakaian, handuk, seprai, sarung bantal, hingga sarung guling dengan air panas.
Selain itu, perlu diwaspadai juga bahwa gigitan tungau bersifat menular. Jadi, kalau kamu gatal karena tungau, pastikan untuk memeriksa seluruh anggota keluarga. Jangan sampai mereka mengalami apa yang kamu alami. Kalau sampai iya, pastikan untuk periksa ke dokter.
KUTU RAMBUT
Beda lagi dengan kutu yang satu ini. Karena hidupnya di kepala, maka kutu rambut sudah pasti akan melukai kulit di kepala atau di sekitar kepala (seperti belakang leher atau belakang telinga).
Cara mengatasinya adalah dengan menggunakan sampo atau losion khusus antikutu yang ada di apotek atau atas resep dokter. Selain itu, kamu juga bisa mengganti sisir dengan sisir khusus seperti serit untuk merontokkan semua telur kutu yang menempel di rambut.
Atau kalau mau sekali tuntas, potong rambutmu hingga super pendek jika rambutmu panjang. Karena dengan memotong pendek, maka proses menghilangkan kutu di kepala akan semakin mudah dan cepat.
Selain itu, pastikan untuk mencuci semua pakaian, seprai dan sisir dengan air panas guna mencegah penyebaran ulang.
(BACA JUGA: Sampo “Bersih” Malah Bikin Ketombe dan kulit Kepala Gatal, Kenapa?)
SEMUT API
Apakah kamu pernah merasa digigit serangga tapi efeknya seperti panas di kulit? Percayalah, itu bukan ulah nyamuk. Tapi ulah semut api. Ciri-cirinya adalah luka merah yang gatal dan perih, kadang berisi nanah dan biasanya muncul dalam jumlah banyak sekaligus.
Kenapa? Karena semut biasanya menyengat berkali-kali dalam satu kali gigitan. Langkah yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi rasa gatal dan perih yang muncul adalah dengan mengompres area tersebut dengan kain yang sudah direndam dalam air dingin.
Ditambah, kamu juga bisa minum obat pereda nyeri dan antihistamin. Tapi kalau tersengat dalam jumlah banyak atau muncul reaksi serius, segera cari pertolongan medis, ya!
(Kirana Putri, foto: magnific.com/magnific)
