Memadukan American Psycho dan Gothic Horror, Novel ‘Victorian Psycho Siap Diadaptasi ke Film

Aktris Maika Monroe terpilih untuk memerankan Winifred Notty, yang merupakan tokoh utama yang ada di novel tersebut.

Di tengah tren adaptasi novel yang terus mendominasi Hollywood, Victorian ‘Psycho’ menjadi salah satu judul yang mulai menarik perhatian pencinta horor.

Novel karya penulis Spanyol Virginia Feito tersebut kini resmi diadaptasi menjadi film dan dijadwalkan tayang pada September 2026, dengan Maika Monroe sebagai pemeran utama.

Meski baru dirilis pada awal 2025, ‘Victorian Psycho’ langsung mencuri perhatian berkat premisnya yang tidak biasa.

Berlatar Inggris tahun 1858, novel ini bercerita tentang Winifred Notty, seorang governess eksentrik yang datang ke sebuah rumah besar bergaya Gothic bernama Ensor House.

Namun, seiring berjalannya waktu, berbagai kejadian mengerikan mulai terjadi dan para penghuni rumah perlahan menyadari bahwa ada sesuatu yang sangat salah dengan perempuan tersebut.

Yang membuat novel ini begitu banyak dibicarakan adalah cara Virginia Feito memadukan horor, satire, dark comedy dan psikologi karakter dalam satu cerita.

(BACA JUGA: ‘The Godfather’ Akan Punya Novel Baru yang Ceritanya dari Sudut Pandang Connie)

Dalam wawancaranya bersama The Hollywood Reporter, Feito mengaku bahwa ide awal novel tersebut muncul sebagai bentuk penghormatan sekaligus “fun wink” kepada salah satu karakter psikopat favoritnya dalam dunia literatur, Patrick Bateman dari ‘American Psycho’.

Namun, alih-alih menghadirkan versi baru Patrick Bateman, Feito memilih menciptakan sosok yang sangat berbeda. Yakni seorang perempuan muda di era Victoria yang menyimpan sisi psikopat di balik citra governess yang terlihat sopan dan tenang.

Menurut Feito, ia tertarik mengeksplorasi bagaimana karakter seperti itu akan terlihat jika ditempatkan dalam dunia sastra klasik Inggris yang biasanya dipenuhi aturan sosial, kesopanan dan citra perempuan yang sangat terkontrol.

“Victorian women are expected to behave” kurang lebih menjadi titik berangkat yang mendorong Feito untuk menciptakan Winifred Notty.

Dari sana, ia membangun karakter yang justru menjadi kebalikan dari semua ekspektasi tersebut. Brutal, impulsif dan menikmati kekacauan yang ia ciptakan.

Tidak heran jika banyak pembaca kemudian menyebut Victorian Psycho sebagai perpaduan antara ‘American Psycho’, ‘Jane Eyre’ dan Gothic horror klasik.

Novel ini tidak hanya menghadirkan pembunuhan dan teror psikologis, tetapi juga menyindir struktur kelas sosial, relasi kekuasaan, hingga kemunafikan masyarakat aristokrat Inggris pada abad ke-19.

Versi filmnya disutradarai oleh Zachary Wigon, yang sebelumnya dikenal lewat film thriller psikologis Sanctuary. Sementara itu, Virginia Feito menulis sendiri naskah adaptasinya, sesuatu yang cukup jarang terjadi dalam proses adaptasi novel ke layar lebar.

Film ini dibintangi Maika Monroe sebagai Winifred Notty, bersama Thomasin McKenzie, Jason Isaacs dan Ruth Wilson. Menariknya, Monroe mengaku karakter tersebut menjadi salah satu peran paling menantang yang pernah ia mainkan.

(BACA JUGA: Keanu Reeves Akan Isi Suara Film Samurai Stop Motion ‘Hidari’, Proyek Jepang yang Viral Karena Visualnya)

Dalam wawancara terbaru, aktris Longlegs itu mengatakan bahwa dirinya hampir tidak memiliki titik personal untuk terhubung dengan karakter Winifred karena sosok tersebut terasa sangat jauh dari dirinya sendiri.

Sejak diperkenalkan di Cannes Film Festival 2026, Victorian Psycho langsung memancing rasa penasaran karena visual gothic-nya yang kuat serta pendekatan horor yang memadukan unsur absurd dan komedi gelap. Beberapa kritikus bahkan menyebut film ini sebagai salah satu proyek horor paling unik tahun ini karena tidak sepenuhnya bermain sebagai horor tradisional maupun satire murni.

Di luar elemen horornya, daya tarik terbesar Victorian Psycho mungkin justru terletak pada karakter utamanya.

Jika selama ini banyak kisah psikopat ikonik didominasi oleh karakter laki-laki, Winifred Notty hadir sebagai sosok yang sama mengerikannya tetapi dibalut estetika feminin khas era Victoria.

Hasilnya adalah cerita yang terasa ganjil, menghibur dan cukup berbeda dari kebanyakan horor psikologis yang hadir belakangan ini.

Dengan kombinasi gothic horror, satire sosial dan karakter utama yang tidak biasa, Victorian Psycho berpotensi menjadi salah satu adaptasi novel yang paling menarik untuk dinantikan tahun ini.

Terlebih bagi penonton yang menyukai cerita gelap dengan sentuhan humor absurd, film ini tampaknya siap menghadirkan pengalaman yang sama anehnya dengan novel aslinya.

(Annisa Larasati, foto: hollywoodreporter.com)

Share