Gangguan ini sering dianggap sepele karena ciri-cirinya seperti jerawat atau bisul biasa. Padahal, hidradenitis suppurativa lebih dari itu.
MOSTROOPS, pernahkah kamu mendengar tentang Hidradenitis suppurativa (HS)?
Hidradenitis suppurativa (HS) atau dikenal juga dengan nama acne inversa, merupakan penyakit kulit inflamasi kronis yang menyebabkan benjolan kecil dan nyeri terbentuk di area tempat kulit saling bergesekan, terutama di ketiak, selangkangan, bokong dan area bawah payudara.
Berbeda dari jerawat atau bisul biasa, benjolan pada HS cenderung sembuh lalu muncul kembali secara berulang, bahkan dapat berkembang menjadi terowongan di bawah kulit serta meninggalkan jaringan parut permanen apabila tidak ditangani dengan tepat.
Meski cukup jarang dibahas, HS bukanlah kondisi yang bisa dianggap remeh. Karena gejalanya sering menyerupai jerawat, bisul, atau infeksi kulit biasa, banyak penderita HS baru mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat setelah bertahun-tahun mengalami gejala yang terus memburuk.
Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai kondisi ini, mulai dari penyebab hingga cara penanganannya.
APA PENYEBAB HIDRADENITIS SUPPURATIVA?
Hingga saat ini, penyebab pasti HS masih belum sepenuhnya dipahami oleh para ahli. Kondisi ini diduga muncul akibat kombinasi faktor genetik, hormonal dan gaya hidup.
Sekitar 40 persen pasien HS diketahui memiliki riwayat keluarga dengan kondisi serupa, meskipun cacat genetik spesifik yang mendasarinya masih belum sepenuhnya terpetakan.
Selain itu, obesitas dan kebiasaan merokok juga diketahui berkaitan erat dengan tingkat keparahan HS yang lebih tinggi.
Dari sisi prevalensi, kondisi ini diperkirakan memengaruhi sekitar 0,1 hingga 4,1 persen populasi, tergantung pada wilayah yang diteliti dan diketahui lebih sering dialami oleh perempuan dibandingkan laki-laki.
Selain faktor-faktor tersebut, HS juga diketahui berkaitan dengan sejumlah kondisi kesehatan lain, seperti diabetes, penyakit radang usus, dan gangguan sendi tertentu.
Karena sifatnya yang kronis, disertai rasa nyeri berkepanjangan serta lokasi lesi yang sensitif, HS turut berdampak besar terhadap kesehatan mental penderitanya, termasuk memicu rasa cemas dan menurunnya kepercayaan diri.
(BACA JUGA: Butterfly Syndrome, Penyakit Genetik Langka yang Bikin Kulit Rapuh)
CARA MENGATASI ATAU MENANGANI HIDRADENITIS SUPPURATIVA
Penanganan HS sangat bergantung pada tingkat keparahan kondisi yang dialami masing-masing pasien.
Untuk kasus ringan dengan gejala yang jarang muncul, dokter biasanya merekomendasikan penggunaan antibiotik topikal, disertai perubahan gaya hidup seperti menjaga berat badan ideal, berhenti merokok dan menghindari pakaian ketat yang dapat memicu gesekan berlebih pada kulit.
Sementara itu, untuk kasus yang lebih parah, penanganan dapat mencakup antibiotik oral seperti doxycycline hingga obat biologis seperti Adalimumab (Humira) yang saat ini menjadi satu-satunya obat yang disetujui oleh FDA khusus untuk penanganan HS.
Pada kasus yang sudah lanjut dan tidak merespons pengobatan medis, tindakan bedah juga dapat menjadi pilihan untuk mengangkat jaringan yang rusak akibat peradangan berulang.
Selain penanganan medis, edukasi mengenai perawatan luka dan manajemen nyeri turut menjadi bagian penting dari perawatan HS, mengingat kondisi ini bersifat jangka panjang dan membutuhkan pendekatan menyeluruh, bukan hanya dari sisi fisik semata.
Karena HS merupakan kondisi kulit yang kompleks dan sering kali disalahartikan sebagai masalah kulit biasa, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter kulit apabila kamu mengalami gejala berupa benjolan nyeri yang terus berulang di area lipatan kulit.
Diagnosis dan penanganan sejak dini dapat membantu mencegah kondisi ini berkembang lebih parah serta menjaga kualitas hidup penderitanya.
(Kirana Putri, foto: luminederm.com)
