Mengintip Pulau Malta, Kecil Tapi Padat Akan Sejarah Dunia

Dijadikan lokasi syuting film Enola Holmes 3, Malta wajib jadi bucket list liburan kamu yang berikutnya!

Kalau Selandia Baru identik dengan The Lord of the Rings dan Kroasia dikenal lewat Game of Thrones, kini ada satu negara kecil di Laut Mediterania yang mulai mencuri perhatian berkat Enola Holmes 3.

Film terbaru Netflix yang kembali dibintangi Millie Bobby Brown ini mengambil sejumlah adegan di Malta. Sebuah negara kepulauan yang dipenuhi kota-kota berbenteng, gang-gang batu berusia ratusan tahun dan pemandangan laut berwarna biru jernih.

Meski ukurannya kecil, Malta bukan sekadar lokasi syuting yang cantik. Negara ini menyimpan sejarah panjang, budaya yang unik dan sederet destinasi yang bisa dijelajahi hanya dalam beberapa hari.

Kalau Enola Holmes 3 berhasil membuatmu penasaran dengan latarnya, ini saat yang tepat untuk mengenal Malta lebih dekat.

MENGENAL MALTA

Melansir dari Visit Malta, Malta adalah negara kepulauan yang terletak di Laut Mediterania, sekitar 90 kilometer di selatan Sisilia, Italia. Luas wilayahnya hanya sekitar 316 kilometer persegi, menjadikannya salah satu negara terkecil di Eropa.

Meski begitu, Malta dihuni oleh lebih dari setengah juta penduduk dan menjadi salah satu negara dengan kepadatan penduduk tertinggi di kawasan tersebut.

Negara ini terdiri dari tiga pulau utama, yaitu Malta, Gozo dan Comino. Ibu kotanya adalah Valletta, sebuah kota bersejarah yang telah diakui sebagai UNESCO World Heritage Site sejak 1980.

Bahasa resmi Malta adalah Maltese dan Inggris, sehingga wisatawan internasional umumnya tidak akan kesulitan berkomunikasi. Malta juga merupakan anggota Uni Eropa dan menggunakan mata uang Euro.

KECIL TAPI KAYA AKAN SEJARAH

Meski luasnya tidak seberapa, Malta sudah menjadi persimpangan penting di kawasan Mediterania selama ribuan tahun. Letaknya yang strategis membuat pulau ini silih berganti dikuasai oleh berbagai peradaban besar.

Bangsa Fenisia menjadi salah satu penghuni awal Malta, kemudian disusul oleh Kekaisaran Romawi.

Setelah itu, pulau ini pernah berada di bawah kekuasaan bangsa Arab, Kerajaan Sisilia, hingga Knights of St. John, kelompok ksatria yang membangun berbagai benteng megah dan meninggalkan warisan arsitektur yang masih berdiri hingga sekarang.

Pada akhir abad ke-18, Malta sempat dikuasai Prancis sebelum akhirnya menjadi koloni Inggris selama lebih dari 150 tahun. Negara ini baru memperoleh kemerdekaannya pada tahun 1964 dan resmi menjadi republik satu dekade kemudian.

Perjalanan sejarah yang panjang itu membuat Malta memiliki karakter yang unik. Dalam satu kota, kamu bisa menemukan arsitektur bergaya Barok khas Eropa, benteng peninggalan Abad Pertengahan, jalanan sempit yang dipengaruhi budaya Arab, hingga bangunan kolonial Inggris.

(BACA JUGA: Edinburgh Dinobatkan Sebagai Kota Paling Ramah di Dunia)

7 TEMPAT YANG WAJIB MASUK ITINERARY KALAU LIBURAN KE MALTA

Kota Valletta

(Foto: nationalgeographic.com)

Sebagai ibu kota Malta, Valletta mungkin menjadi tempat pertama yang akan kamu datangi. Meski ukurannya relatif kecil, kota ini dipenuhi bangunan bersejarah, museum, gereja, hingga kafe-kafe yang tersebar di sepanjang jalan berbatu.

Salah satu daya tarik Valletta adalah balkon-balkon kayu berwarna-warni yang menjadi ciri khas kota ini. Berjalan kaki tanpa tujuan pun sudah cukup menyenangkan karena hampir setiap sudutnya terasa seperti latar film periode klasik.

Valletta juga menjadi salah satu lokasi syuting Enola Holmes 3, menghadirkan nuansa kota Eropa abad ke-19 yang masih terjaga hingga sekarang.

Visit Mdina, Kota yang Dijuluki “The Silent City”

(Foto: nationalgeographic.com)

Kalau ingin merasakan suasana kota Abad Pertengahan, Mdina adalah tempat yang tidak boleh dilewatkan. Kota berbenteng ini pernah menjadi ibu kota Malta sebelum Valletta dibangun.

Hingga kini, jumlah kendaraan yang masuk masih sangat dibatasi sehingga suasananya tetap tenang. Jalan-jalan sempit berbatu, bangunan berwarna madu dan lorong-lorong yang berkelok membuat Mdina terasa seperti mesin waktu.

Tidak heran jika kawasan ini kerap dijadikan lokasi syuting berbagai film dan serial, termasuk beberapa adegan dalam Enola Holmes 3.

Upper Barrakka Gardens

(Foto: expedia.ca)

Kalau ingin menikmati panorama terbaik di Valletta, datanglah ke Upper Barrakka Gardens.

Taman ini menghadap langsung ke Grand Harbour dan menjadi salah satu spot favorit wisatawan untuk melihat kapal-kapal yang keluar-masuk pelabuhan.

Setiap siang, pengunjung juga bisa menyaksikan tradisi Saluting Battery, yaitu penembakan meriam yang sudah berlangsung sejak masa kolonial.

Saat matahari mulai terbenam, tempat ini menjadi salah satu lokasi terbaik untuk menikmati pemandangan khas Malta.

Blue Lagoon yang Jadi Ikon Malta

(Foto: visitmaltaplus.com)

Kalau melihat foto-foto Malta di media sosial, kemungkinan besar yang muncul adalah Blue Lagoon.

Terletak di Pulau Comino, Blue Lagoon terkenal dengan air lautnya yang sangat jernih hingga dasar lautnya terlihat jelas. Banyak wisatawan datang ke sini untuk berenang, snorkeling, atau sekadar menikmati suasana Mediterania yang tenang.

Karena populer, sebaiknya datang lebih pagi terutama saat musim panas agar bisa menikmati suasana yang tidak terlalu ramai.

Jangan Lewatkan Gozo

(Foto: tripadvisor.com)

Kalau Malta dikenal sebagai pusat sejarah dan kehidupan kota, Gozo menawarkan suasana yang lebih santai.

Pulau ini dipenuhi perbukitan hijau, desa-desa kecil, pantai tersembunyi, hingga jalur hiking yang menghadap langsung ke Laut Mediterania.

Banyak wisatawan memilih menginap satu atau dua malam di Gozo untuk menikmati sisi Malta yang lebih tenang.

Marsaxlokk Juga Harus Masuk Itinerary

(Foto: tourofsicily.com)

Di pesisir tenggara Malta terdapat sebuah desa nelayan bernama Marsaxlokk.

Tempat ini terkenal berkat luzzu, perahu kayu tradisional Malta yang dicat dengan warna-warna cerah. Selain menjadi spot foto favorit wisatawan, Marsaxlokk juga memiliki pasar ikan dan restoran seafood yang menyajikan hasil tangkapan segar setiap harinya.

Kalau berkunjung pada hari Minggu, kamu juga bisa menemukan pasar tradisional yang menjadi salah satu daya tarik utama desa ini.

(BACA JUGA: Restoran Museum Jadi Tren Baru di New York)

St. John’s Co-Cathedral

(Foto: stjohnscocathedral.com)

Jangan tertipu dengan tampilan luarnya yang sederhana.

Begitu memasuki St. John’s Co-Cathedral, kamu akan langsung disambut oleh interior bergaya Barok yang dipenuhi ukiran emas, lukisan langit-langit, serta lantai marmer yang menjadi makam para ksatria.

Gereja ini juga menyimpan salah satu karya paling terkenal dari pelukis Italia, Caravaggio, berjudul The Beheading of Saint John the Baptist. Lukisan tersebut menjadi satu-satunya karya Caravaggio yang ditandatangani langsung oleh sang seniman.

KULINER YANG WAJIB DICOBA

Liburan ke Malta belum lengkap tanpa mencicipi makanan khasnya.

Salah satu camilan paling populer adalah pastizzi, pastry renyah yang biasanya diisi dengan ricotta atau kacang polong. Untuk makan berat, kamu bisa mencoba ftira, roti lapis tradisional Malta yang telah diakui UNESCO sebagai bagian dari warisan budaya kuliner negara tersebut.

Kalau ingin mencoba hidangan yang lebih autentik, ada stuffat tal-fenek atau semur kelinci yang dianggap sebagai salah satu makanan nasional Malta.

Sementara pencinta seafood bisa mencicipi lampuki pie, pai gurih yang dibuat menggunakan ikan mahi-mahi yang banyak ditemukan di perairan Malta.

Di balik latar indah yang muncul dalam Enola Holmes 3, negara kecil ini menyimpan perpaduan sejarah, budaya, arsitektur, dan keindahan alam yang sulit ditemukan di tempat lain.

Mulai dari kota-kota berbenteng yang berusia ratusan tahun hingga Laut Mediterania yang jernih, Malta menawarkan pengalaman yang jauh lebih kaya daripada sekadar lokasi syuting.

(Kirana Putri, foto: nationalgeographic.com)

Share