60 tahun lebih setelah kepergiannya, rumah satu-satunya yang pernah dimiliki Marilyn Monroe masih menjadi simbol warisan sekaligus sengketa.
Lebih dari enam dekade setelah meninggal dunia, Marilyn Monroe masih menjadi salah satu ikon budaya pop paling berpengaruh di dunia. Bukan hanya film dan fotonya yang terus dikenang, tetapi juga rumah terakhir tempat ia menghabiskan hari-hari terakhir hidupnya.
Kini, rumah bergaya Spanyol yang berada di kawasan Brentwood, Los Angeles, kembali menjadi sorotan.
Bukan karena dijual atau dibuka untuk umum, melainkan karena menjadi pusat sengketa hukum yang mempertemukan kepentingan pelestarian sejarah dengan hak kepemilikan pribadi.
Rumah yang beralamat di 12305 Fifth Helena Drive itu memiliki arti khusus dalam kehidupan Marilyn Monroe.
Setelah perceraiannya dengan penulis Arthur Miller, Monroe membeli rumah tersebut pada awal 1962 seharga USD 77.500 atau sekitar IDR 1,3 miliar (menurut perhitungan kurs sekarang).
Dan rumah itu menjadi yang pertama sekaligus satu-satunya yang pernah ia miliki sendiri di sepanjang hidupnya.
Hunian bergaya hacienda yang dibangun pada 1929 itu memiliki empat kamar tidur, tiga kamar mandi, halaman luas, kolam renang, serta kebun jeruk.
Monroe bahkan pergi langsung ke Meksiko untuk memilih furnitur dan dekorasi rumahnya karena ingin menciptakan tempat yang benar-benar terasa seperti rumah, bukan sekadar tempat tinggal.
Dalam wawancara dengan Life beberapa bulan sebelum meninggal, Monroe mengatakan bahwa ia ingin rumah tersebut menjadi tempat yang nyaman, bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga bagi teman-temannya yang sedang membutuhkan tempat berlindung.
Sayangnya, kebahagiaan yang dirasakan Monroe kala menempati rumah tersebut tidak berlangsung lama.
Karena pada 5 Agustus 1962, Marilyn Monroe ditemukan meninggal dunia di kamar tidurnya oleh pengurus rumah, Eunice Murray, setelah tidak memberikan respons ketika dipanggil.
(BACA JUGA: Tempat Favorit Marilyn Monroe Ungkap Sisi Lain Sang Ikon)
Laporan toksikologi kemudian menyatakan bahwa Monroe meninggal akibat keracunan akut barbiturat dan kematiannya dinyatakan sebagai probable suicide (diduga bunuh diri).
Meski begitu, hingga kini kematiannya masih menjadi salah satu misteri paling banyak diperdebatkan dalam sejarah Hollywood dan melahirkan berbagai teori konspirasi.
Setelah Monroe meninggal, rumah tersebut beberapa kali berpindah tangan.
Sebagian pemilik melakukan renovasi, seperti memperbarui dapur dan beberapa bagian interior. Namun, secara keseluruhan, karakter rumah tetap dipertahankan.
Bahkan, salah satu detail favorit Monroe masih terpajang di atas pintu depan, yaitu lambang bergaya Latin bertuliskan “Cursum Perficio”, yang berarti “Perjalananku berakhir di sini.”
Kontroversi muncul pada 2023 ketika pasangan Roy Bank dan Brinah Milstein membeli rumah itu seharga USD 8,35 juta (sekitar IDR 136 miliar dengan kurs sekarang) dan mengajukan izin untuk merobohkannya.
Rencana tersebut langsung memicu protes dari masyarakat, sejarawan, hingga para penggemar Marilyn Monroe yang menilai rumah itu merupakan bagian penting dari sejarah budaya Amerika.
Menanggapi kontroversi tersebut, Los Angeles City Council segera menangguhkan izin pembongkaran.
Pada Juni 2024, rumah Marilyn Monroe resmi ditetapkan sebagai Historic-Cultural Monument, status yang memberikan perlindungan terhadap bangunan bersejarah di Los Angeles.
Penetapan ini membuat proses pembongkaran tidak bisa dilakukan begitu saja dan menjadikan rumah tersebut sebagai salah satu landmark budaya kota. Namun, keputusan itu justru memicu sengketa baru.
Pemilik rumah saat ini menggugat Pemerintah Kota Los Angeles dan Wali Kota Karen Bass, dengan alasan bahwa penetapan status bangunan bersejarah merupakan bentuk pengambilalihan hak milik secara tidak konstitusional.
Mereka juga berpendapat bahwa rumah tersebut telah berubah menjadi obyek wisata yang mengundang banyak pengunjung dan penyusup, sehingga mengganggu privasi mereka sebagai pemilik sah.
Pada Mei 2026, hakim federal menolak gugatan tersebut. Namun, pasangan itu kemudian mengajukan versi gugatan yang telah diperbarui sehingga proses hukum masih terus berjalan hingga sekarang.
Bagi sebagian orang, rumah di Brentwood itu hanyalah properti pribadi. Namun, bagi banyak penggemar, rumah tersebut merupakan bagian dari kisah hidup Marilyn Monroe.
Tempat ia akhirnya menemukan rumah impiannya, sekaligus lokasi yang menjadi penutup perjalanan salah satu ikon terbesar Hollywood.
(Kirana Putri, foto: vanityfair.com)
