Mulai dari video game, anime, hingga kartu koleksi, ini alasan kenapa Pokémon masih populer dan digemari hingga sekarang.
Fenomena Pokémon rasanya belum benar-benar mereda, bahkan setelah hampir tiga dekade sejak pertama kali diperkenalkan. Dari anak-anak hingga orang dewasa, komunitas penggemarnya terus hidup dan berkembang, baik lewat game, anime, hingga kartu koleksi.
Melansir dari The Pokémon Company, Pokémon bahkan telah berkembang menjadi salah satu franchise media dengan pendapatan terbesar di dunia.
Di sisi lain, menurut data yang dirilis oleh Statista, nilai franchise Pokémon diperkirakan telah melampaui USD 90 miliar, menjadikannya salah satu yang paling sukses secara global. Popularitas ini tidak hanya bertahan, tapi juga terus berevolusi mengikuti zaman.
SEJARAH SINGKAT POKÉMON
Sejarah Pokémon sendiri dimulai dari ide sederhana milik Satoshi Tajiri, yang terinspirasi dari hobinya mengoleksi serangga saat kecil. Ide tersebut kemudian diwujudkan dalam game ‘Pokémon Red and Green’ yang dirilis pada 1996 untuk Game Boy.
Melansir dari Britannica, konsep “menangkap dan menukar makhluk” menjadi inovasi yang membuat Pokémon berbeda dari game lain pada masanya. Tidak lama setelah itu, Pokémon berkembang melalui anime Pokémon yang dirilis pada 1997 dan memperkenalkan karakter seperti Pikachu kepada audiens global.
Sejak saat itu, Pokémon tidak lagi sekadar game, tetapi menjadi ekosistem hiburan yang mencakup kartu Pokémon Trading Card Game, merchandise, hingga game mobile seperti Pokémon GO yang sempat menciptakan fenomena global pada 2016.
Lalu, kenapa Pokémon terasa begitu sulit ditinggalkan? Jawabannya mungkin bukan hanya soal gameplay, tapi pengalaman emosional yang dibangun sejak awal.
Pokémon tidak hanya mengajak pemain untuk “menangkap” makhluk, tetapi juga membangun koneksi seperti melatih, merawat dan bertualang bersama.
Menurut pengamatan berbagai studi budaya pop, keterikatan ini diperkuat oleh kombinasi nostalgia dan interaksi sosial yang menjadi inti dari Pokémon sejak awal. Bahkan, konsep menukar Pokémon dengan teman yang diperkenalkan sejak generasi pertama membuat pengalaman bermain terasa personal dan kolektif sekaligus.
Pada akhirnya, bukan hanya pemain yang menangkap Pokémon, tapi justru Pokémon yang “menangkap” pemainnya, dalam cara yang positif dan bertahan lama.
(BACA JUGA: Tipikal Millennials, Kylie Jenner Mengaku Masih Suka Main ‘The Sims’)
URUTAN GAME ‘POKÉMON’
Buat kamu yang baru tertarik masuk ke dunia Pokémon, artinya kamu harus memulai dari game-nya dulu. Berikut adalah urutannya:
- ‘Pokémon FireRed and LeafGreen’ (Remake Generasi 1)
Versi modern dari game pertama Pokémon dengan mekanik yang lebih ramah pemula. Cocok untuk memahami dasar gameplay seperti menangkap, bertarung, dan membangun tim. - ‘Pokémon HeartGold and SoulSilver’
Melansir dari Nintendo, game ini sering dianggap sebagai salah satu seri terbaik karena menghadirkan dua region sekaligus. Di sini, pemain mulai merasakan eksplorasi yang lebih luas dan hubungan yang lebih dekat dengan Pokémon. - ‘Pokémon Sword and Shield’
Versi modern dengan grafis lebih maju dan fitur online. Cocok untuk merasakan bagaimana Pokémon berkembang di era sekarang. - ‘Pokémon Scarlet and Violet’
Game open-world pertama di seri utama Pokémon. Pemain diberi kebebasan menjelajahi dunia tanpa batasan linier, menciptakan pengalaman yang lebih personal dan eksploratif. - Pokémon GO
Menurut data yang dirilis oleh Niantic, game ini berhasil menggabungkan dunia nyata dan virtual melalui teknologi augmented reality. Cocok untuk pemain yang ingin pengalaman kasual dan sosial.
Setiap game menawarkan pengalaman berbeda, tapi semuanya tetap membawa satu benang merah yang sama. Yakni petualangan, koneksi dan rasa ingin terus kembali.
(Rendy Aditya, foto: nintendo.com)
