Menurut laporan, produksi tersendat bukan karena cerita, melainkan karena negosiasi kontrak dengan para pemain utamanya.
Setelah kesuksesan fenomenal film Barbie pada 2023, banyak penggemar menganggap kehadiran sekuelnya hanya tinggal menunggu waktu. Namun, laporan terbaru menyebut bahwa perjalanan menuju Barbie 2 ternyata tidak semulus yang dibayangkan.
Menurut sejumlah laporan media Hollywood, pengembangan Barbie 2 saat ini mengalami hambatan karena Warner Bros. disebut belum berhasil mencapai kesepakatan baru dengan tiga sosok penting di balik film pertamanya.
Yakni Margot Robbie, Ryan Gosling dan sutradara Greta Gerwig.
Kabar baiknya, proyek ini bukan mandek karena kekurangan ide. Laporan menyebut Greta Gerwig dan rekan penulis sekaligus suaminya, Noah Baumbach, sebenarnya sudah memiliki konsep cerita untuk Barbie 2.
Bahkan, keduanya dikabarkan siap mulai menulis naskah. Namun, mereka memilih menunggu hingga seluruh kesepakatan dengan Warner Bros. selesai sebelum memulai proses kreatif tersebut.
Hambatan terbesar datang dari proses negosiasi kontrak dengan para pemain utama.
Berbeda dengan banyak franchise Hollywood lainnya, Margot Robbie, Ryan Gosling dan Greta Gerwig tidak menandatangani kontrak untuk beberapa film ketika membuat Barbie pertama.
Artinya, Warner Bros. harus kembali bernegosiasi dari awal jika ingin menghadirkan tim kreatif yang sama.
Ryan Gosling, misalnya, dilaporkan meminta bayaran sekitar USD 20 juta atau sekitar IDR 326 miliar untuk kembali memerankan Ken. Sementara itu, detail permintaan Margot Robbie dan Greta Gerwig belum diungkap ke publik.
(BACA JUGA: ‘Spider-Man: Brand New Day’ Diprediksi Jadi Film Terlaris Tahun Ini)
Situasi menjadi semakin mendesak karena Warner Bros. memiliki batas waktu. Berdasarkan perjanjian dengan Mattel, studio tersebut harus menyelesaikan kesepakatan dengan para talenta utama sebelum Desember 2026.
Jika tidak, hak pengembangan film live-action Barbie akan kembali ke Mattel. Apabila hal itu terjadi, Mattel dapat mengembangkan film baru bersama studio lain.
Namun, proyek tersebut tidak dapat menggunakan elemen cerita dari film Barbie (2023) maupun melibatkan Margot Robbie, Ryan Gosling, atau Greta Gerwig.
Tekanan terhadap Warner Bros. juga datang dari besarnya kesuksesan film pertama.
Dirilis pada 2023, Barbie meraih pendapatan global sekitar USD 1,45 miliar atau sekitar IDR 23,6 triliun. Secara otomatis, menjadikannya sebagai film terlaris Warner Bros. sepanjang sejarah sekaligus film live-action komedi dengan pendapatan terbesar di dunia.
Film tersebut juga memperoleh delapan nominasi Academy Awards, termasuk nominasi Skenario Adaptasi Terbaik untuk Greta Gerwig dan Noah Baumbach. Kesuksesan inilah yang membuat ekspektasi terhadap sekuelnya sangat tinggi.
Meski negosiasi masih berlangsung, belum ada tanda bahwa proyek ini dibatalkan. Warner Bros. menyatakan telah mengajukan beberapa penawaran besar kepada para pemain dan tim kreatif untuk mewujudkan film kedua.
Di sisi lain, Gerwig dan Baumbach juga disebut masih ingin melanjutkan kisah Barbie, asalkan seluruh kesepakatan berhasil dicapai.
Untuk saat ini, masa depan Barbie 2 masih bergantung pada hasil negosiasi di balik layar. Jika semua pihak berhasil mencapai kesepakatan sebelum tenggat waktu berakhir, penggemar berpeluang kembali mengunjungi Barbieland.
(Annisa Larasati, foto: imdb.com)
