Tren Gen Z yang merayakan warna, detail playful dan hal-hal kecil yang membawa kegembiraan ternyata sudah lama menjadi bagian dari gaya sang mantan Ratu Denmark.
Di TikTok, tren whimsy-maxxing sedang ramai dibicarakan sebagai cara untuk memasukkan lebih banyak kegembiraan ke dalam kehidupan sehari-hari.
Bentuknya bisa sesederhana memakai aksesori penuh warna, menghias benda-benda sehari-hari dengan detail unik, atau mengenakan pakaian yang membuat kita tersenyum.
Namun, jauh sebelum istilah ini muncul di internet, Ratu Margrethe II of Denmark sudah menjalani prinsip serupa melalui gaya berpakaiannya.
APA ITU WHIMSY-MAXXING?

(Foto: womanandhome.com)
Istilah whimsy-maxxing sendiri digunakan untuk menggambarkan kebiasaan yang dilakukan secara sadar, dalam menambahkan momen-momen menyenangkan dan playful ke dalam keseharian.
Dalam fashion, hal tersebut bisa diterjemahkan melalui warna cerah, motif berani, siluet dramatis, hingga aksesori yang tidak terlalu serius.
Dan kalau melihat kembali arsip gaya Margrethe, sang mantan ratu memang punya banyak alasan untuk disebut sebagai salah satu whimsy-maxxer pertama.
Selama puluhan tahun, ia dikenal berani mengenakan busana berwarna-warni, fur coat, ballgown, serta aksesori kepala yang teatrikal. Alih-alih memilih tampilan royal yang serba minimal, Margrethe justru kerap memperbesar elemen-elemen tersebut.
Salah satu ciri khasnya adalah permainan warna. Ia pernah tampil dalam cobalt blue dress coat dengan topi berbentuk lonceng yang senada, serta mengenakan pillbox hat dengan vibes plum dan detail bulu saat bertemu Ratu Elizabeth II pada 2000.
(BACA JUGA: Setelah 30 Tahun, “Revenge Dress” Putri Diana Kembali Dilelang)
Link: https://getmost.id/revenge-dress-putri-diana-dilelang/
Dalam kesempatan lain, ia memilih ballgown dengan lengan bertingkat seperti kelopak bunga, oversized bow belt, detail keemasan dan tentu saja banyak kilau.
Namun, salah satu penampilannya yang paling menggambarkan konsep whimsy-maxxing justru terlihat jauh lebih santai.
Margrethe memiliki raincoat bermotif bunga cat air dengan saku dan kerah berwarna kuning cerah, lengkap dengan topi hujan kuning yang serasi.
Ia beberapa kali mengenakan set tersebut selama bertahun-tahun, salah satunya ketika menghadiri parade di luar Graasten Castle pada 2017.
Pada kesempatan itu, Margrethe membawa buket bunga sambil tersenyum di tengah langit yang mendung.
Pemandangan tersebut terasa seperti contoh sempurna dari whimsy-maxxing: ketika cuaca tidak mendukung pun, pakaian dan sikap tetap bisa membawa sedikit warna ke dalam hari.

(Foto: tatler.com)
Gaya tersebut juga terasa selaras dengan kepribadian Margrethe yang memang memiliki hubungan kuat dengan dunia seni.
Selain menjalankan tugas sebagai ratu, ia dikenal sebagai ilustrator dan pernah terlibat dalam desain kostum serta tata panggung untuk berbagai produksi.
Ia bahkan mengilustrasikan buku The Lord of the Rings karya J.R.R. Tolkien di versi Denmark. Mulai dari sampulnya, sampai kebutuhan ilustrasi gambar di dalamnya.
Ratu Margrethe II sendiri turun takhta pada Januari 2024 setelah lebih dari lima dekade menjadi Ratu Denmark dan digantikan oleh putranya, King Frederik X. Namun, personal style yang sudah menjadi cirinya selama bertahun-tahun tetap meninggalkan jejak tersendiri.
(Kirana Putri, foto: independent.co.uk)
