Rekomendasi Dating Show Remaja Korea yang Less Drama dan Bikin Baper!

REKOMENDASI DATING SHOW REMAJA KOREA SELATAN

Blossom with Love — TVING, 2023

Show ini mengikuti delapan siswa SMA berbakat, dari pianis, balerina, hingga produser musik, yang berkumpul di sebuah vila di tengah alam untuk merasakan cinta pertama mereka.

Tidak ada strategi, tidak ada “permainan”, hanya perasaan yang tumbuh perlahan dengan cara yang paling natural.

My Flirt Vacation — YouTube, 2023

Bayangkan perjalanan kelulusan SMA, tapi dengan sentuhan romansa yang terasa sangat “teenage dream”. Show ini mengikuti siswa-siswa SMA yang menikmati liburan kelulusan mereka sambil memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaan sebelum babak baru kehidupan dimulai. 

When Our Kids Fall in Love — tvN Story, 2025

Show yang satu ini punya twist unik: anak-anak dari kalangan selebriti tinggal bersama dan membangun koneksi satu sama lain, sementara orangtua mereka memantau setiap momen dan menyaksikan sisi anak mereka yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.

Elemen “orangtua sebagai penonton” ini justru menambah kehangatan tersendiri. Lucu, mengharukan dan sesekali bikin kamu mikir soal dinamika keluarga juga. Bisa ditonton di Viu terutama untuk musim keduanya.

(BACA JUGA: Sering Merugi, Aktor So Ji Sub Tetap Berinvestasi pada Film Festival Karena Suka)

(Foto: mydramalist.com)

Nineteen to Twenty — Netflix, 2023

Show ini punya konsep yang benar-benar unik: semua peserta masuk ke “Class 19” dari 24 hingga 31 Desember, dengan satu aturan ketat. Tidak boleh pacaran. Setelah merayakan ulang tahun ke-20 bersama, mereka pindah ke “House 20” di mana semua larangan itu dicabut dan romansa pun bebas berkembang.

Transisi dari “19” ke “20” itulah yang jadi inti dari show ini. Bukan hanya soal siapa yang akhirnya jadian, tapi soal bagaimana rasanya berada di ambang kedewasaan dan menghadapi semua “pertama kali” dalam hidup secara bersamaan.

Para pesertanya sering terlihat naif soal cinta, tapi luar biasa matang dalam hal empati dan ambisi. Sebuah kombinasi yang membuat show ini terasa nostalgik bagi penonton dewasa. 

Ada hal yang diam-diam diingatkan oleh ketiga show ini: bahwa cinta, pada dasarnya, memang tidak serumit yang sering kita buat. Kita yang dewasalah yang sering kali menambahkan lapisan demi lapisan.

Pertimbangan, kalkulasi, ketakutan, hingga sesuatu yang sebetulnya sederhana berubah menjadi labirin yang melelahkan. Bukan berarti kita harus kembali berpikir seperti remaja dan mengabaikan segala pertimbangan hidup.

Tapi mungkin, sesekali, ada baiknya kita mengingatkan diri sendiri untuk kembali ke pertanyaan paling dasar: apakah aku suka orang ini? Apakah aku ingin lebih mengenalnya? Kalau jawabannya iya, mungkin itu sudah cukup untuk memulai.

(Kirana Putri, foto: netflix.com)

Share