Hal ini diungkap langsung oleh dokumen laporan penangkapan Britney Spears yang baru saja diungkap oleh kepolisian beberapa waktu lalu.
Detail baru mengenai kasus DUI yang melibatkan Britney Spears kembali menjadi sorotan setelah laporan penangkapan dan rekaman interaksi dengan polisi mulai beredar ke publik.
Dalam dokumen tersebut, petugas menyebut Spears menunjukkan perilaku yang tidak stabil saat ditahan, termasuk berbicara “secara tidak jelas” serta mengalami perubahan suasana hati yang drastis selama proses pemeriksaan.
Sekadar mengingatkan, penyanyi berusia 44 tahun itu ditangkap pada 4 Maret 2026 di Ventura County, California, setelah dilaporkan mengemudi secara tidak menentu dan hampir menabrak beberapa kendaraan lain di jalan raya.
Menurut laporan polisi, petugas menerima laporan mengenai sebuah BMW yang berpindah jalur secara asal dan beberapa kali mengerem mendadak sebelum akhirnya kendaraan tersebut dihentikan.
Saat proses pemeriksaan berlangsung, petugas mencatat bahwa Spears tampak mengalami perubahan perilaku yang cepat.
Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa suasana hatinya berubah dari “konfrontatif dan gelisah” menjadi “flamboyan dan kooperatif” hanya dalam waktu singkat.
Polisi juga menyebut Spears beberapa kali berbicara tidak jelas dan sesekali menggunakan aksen Inggris selama percakapan berlangsung.
(BACA JUGA: Paul McCartney Tolak Tawaran Netflix Roast, Netizen: “Memang Tidak Perlu”)
Menurut dokumen yang diperoleh sejumlah media Amerika Serikat, Spears mengaku telah mengonsumsi beberapa obat resep sebelum mengemudi, termasuk Lamictal, Prozac dan Adderall.
Polisi juga menemukan botol Adderall yang disebut tidak diresepkan atas namanya. Dalam laporan tersebut, Spears mengatakan ia menggunakan obat-obatan tersebut untuk membantu mengatasi mood swings hingga epilepsi.
Meski hasil tes napas menunjukkan kadar alkohol di bawah batas legal California, petugas tetap melakukan evaluasi tambahan karena menemukan indikasi lain yang menunjukkan adanya gangguan saat mengemudi.
Seorang Drug Recognition Expert kemudian menyimpulkan bahwa Spears berada di bawah pengaruh stimulant pada sistem saraf pusat ketika pemeriksaan dilakukan.
Laporan tersebut juga menggambarkan sejumlah momen yang kemudian ramai diperbincangkan di media sosial. Salah satunya ketika Spears menawarkan makanan kepada petugas dan mengundang mereka datang ke rumahnya.
Dalam interaksi yang terekam kamera polisi, ia bahkan sempat menawarkan untuk memasakkan lasagna bagi para petugas yang menanganinya.
Selain itu, ketika diminta menilai tingkat kesadarannya dari skala nol hingga sepuluh, Spears disebut menjawab bahwa dirinya berada di angka nol dan mengklaim masih mampu mengonsumsi beberapa botol wine tanpa kehilangan kendali.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu bagian laporan yang paling banyak dibahas setelah dokumen penangkapan dirilis ke publik.
Kasus tersebut kemudian berlanjut ke proses hukum yang berakhir dengan kesepakatan plea deal.
(BACA JUGA: Kasys Harvey Weinstein Kembali Berakhir Mistrial Setelah Jury Deadlock)
Pada Mei lalu, Spears mengaku bersalah atas dakwaan yang lebih ringan berupa reckless driving atau yang dikenal sebagai “wet reckless”, sehingga terhindar dari hukuman DUI yang lebih berat.
Ia dijatuhi masa percobaan selama satu tahun, diwajibkan mengikuti program edukasi alkohol, membayar denda, serta menjalani evaluasi kesehatan mental secara berkala.
Tak lama setelah kasus tersebut mencuat, Spears juga dilaporkan secara sukarela menjalani program rehabilitasi pada April lalu.
Dalam unggahan media sosial yang kini telah dihapus, ia sempat mengakui bahwa beberapa bulan terakhir menjadi periode yang emosional dalam hidupnya dan menyebut tahun ini sebagai “tahun yang menarik” untuk proses pemulihan dirinya.
Hingga saat ini, perwakilan Spears menyebut sang penyanyi berada dalam kondisi yang lebih baik dan fokus menjalani proses pemulihan.
Meski begitu, munculnya laporan penangkapan terbaru kembali memunculkan diskusi publik mengenai tekanan panjang yang selama bertahun-tahun mengiringi kehidupan pribadi sang ikon pop, terutama setelah berakhirnya conservatorship yang sempat mengendalikan berbagai aspek hidupnya selama lebih dari satu dekade.
(Annisa Larasati, foto: hollywoodreporter.com)
