Ringan, nyaman dan mudah dipadukan, travel cardigan jadi andalan baru para fashion enthusiast untuk tampil stylish selama perjalanan.
Jika dulu hoodie atau oversized jacket menjadi pilihan utama saat bepergian, kini ada satu fashion item lain yang mulai mencuri perhatian. Travel cardigan.
Dalam beberapa bulan terakhir, cardigan kembali muncul sebagai salah satu wardrobe essential yang paling sering terlihat di airport style, street style, hingga berbagai editorial fashion.
Menurut Vogue, travel cardigan menjadi favorit karena menawarkan kombinasi yang sulit ditolak. Nyaman seperti pakaian rumahan, tetapi tetap terlihat polished saat digunakan di ruang publik.
Karakteristik tersebut membuat cardigan dianggap sebagai layering piece yang ideal untuk berbagai situasi selama perjalanan, mulai dari menghadapi suhu dingin di pesawat hingga cuaca yang berubah-ubah saat tiba di destinasi tujuan.
Berbeda dengan sweater tebal atau outerwear yang cenderung memakan banyak ruang di koper, cardigan dinilai lebih praktis karena mudah dilipat, ringan dibawa dan dapat digunakan dalam berbagai cara.
Banyak orang mengenakannya sebagai lapisan tambahan saat penerbangan, menyampirkannya di bahu saat cuaca mulai hangat, atau menggunakannya sebagai pengganti jaket ketika berkeliling kota.
Popularitas travel cardigan juga muncul bersamaan dengan kembalinya tren knitwear secara lebih luas sepanjang 2026. Berbagai rumah mode dan brand fashion mulai kembali menyoroti cardigan sebagai item utama, bukan sekadar pelengkap outfit.
Siluet yang lebih modern, warna yang lebih berani, hingga detail seperti deep V-neck, collar dan zip closure membuat cardigan terasa jauh lebih relevan dibanding beberapa tahun lalu.

(Foto: pinterest.com/itfamousx)
Menariknya, tren ini juga terhubung dengan berkembangnya estetika “literary chic” atau gaya berpakaian yang terinspirasi dari dunia literatur.
Dalam berbagai runway Spring/Summer 2026, cardigan menjadi salah satu item yang paling sering muncul dalam tampilan bergaya intelektual yang menggabungkan kenyamanan dan kesan effortless.
Selain faktor estetika, material menjadi salah satu alasan mengapa travel cardigan semakin diminati.
Banyak brand kini menghadirkan cardigan berbahan cashmere ringan, katun premium, wool blend, hingga cotton-cashmere yang terasa nyaman digunakan dalam perjalanan panjang tanpa membuat tubuh terlalu panas.
Vogue bahkan menyebut material seperti cashmere dan cotton sebagai pilihan favorit karena mampu menyesuaikan diri dengan berbagai kondisi cuaca selama traveling.
Dari sisi styling, travel cardigan juga dianggap jauh lebih fleksibel dibandingkan dengan banyak outerwear lainnya. Item ini dapat dipadukan dengan tank top, kaus putih, dress, wide-leg trousers, hingga denim tanpa terasa berlebihan.
Bahkan banyak fashion editor mulai menjadikan cardigan sebagai pusat outfit mereka, bukan lagi sekadar lapisan tambahan.
(BACA JUGA: Motif Floral Kembali Mendominasi Runway Spring/Summer 2026)

(Foto: pinterest.com/miinmint)
Popularitas airport style yang semakin berkembang di media sosial turut mendorong tren ini. Saat banyak orang ingin tetap tampil rapi selama perjalanan tanpa mengorbankan kenyamanan, cardigan hadir sebagai solusi yang berada di antara loungewear dan polished dressing.
Hasilnya adalah tampilan yang terlihat santai tetapi tetap terasa put-together ketika difoto ataupun digunakan sepanjang hari.
Di tengah tren fashion yang semakin mengutamakan kenyamanan, travel cardigan menunjukkan bahwa item sederhana sekalipun bisa kembali relevan ketika menjawab kebutuhan gaya hidup saat ini.
Ringkas, nyaman, dan mudah dipadukan, tidak mengherankan jika cardigan perlahan berubah dari basic wardrobe staple menjadi salah satu fashion item favorit untuk menemani perjalanan sepanjang 2026.
(Kirana Putri, foto: glamourmagazine.co.uk)
