Cara Menata Ruang Kerja di Rumah

Biar kerja fokus dan badan tidak pegal, ini cara menata home office dari layout, lighting, hingga posisi meja dan kursi.

Fenomena work from home (WFH) bukan lagi hal baru. Sejak pandemi, cara orang bekerja mulai berubah dan hingga sekarang, banyak yang tetap menjalani pola hybrid atau bahkan sepenuhnya remote, baik sebagai karyawan maupun freelancer.

Menurut data yang dirilis oleh International Labour Organization, tren kerja jarak jauh meningkat secara signifikan secara global dan menjadi bagian dari pola kerja masa kini.

Di Indonesia sendiri, banyak perusahaan juga mulai mengadopsi sistem kerja fleksibel, membuat rumah bukan lagi sekadar tempat beristirahat, tapi juga ruang untuk produktivitas.

Namun, bekerja dari rumah bukan berarti bisa dilakukan di mana saja tanpa konsekuensi. Justru, salah satu tantangan terbesar dari WFH adalah batas antara “kerja” dan “hidup pribadi” yang jadi semakin kabur.

Duduk bekerja di tempat tidur, meja makan, atau bahkan sofa memang terasa praktis, tapi dalam jangka panjang bisa berdampak pada fokus dan kesehatan tubuh. Melansir dari Harvard Health Publishing, posisi kerja yang tidak ergonomis dapat menyebabkan nyeri punggung, leher, hingga kelelahan otot.

Selain itu, mencampur area kerja dengan area istirahat juga bisa memengaruhi kualitas tidur dan konsentrasi, karena otak kehilangan batas yang jelas antara waktu produktif dan waktu relaksasi.

Ngomong-ngomong soal area kerja, menata ruang kerja di rumah sebenarnya bukan sekadar soal punya meja dan kursi. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar ruang kerja bisa benar-benar mendukung produktivitas sekaligus menjaga kenyamanan tubuh.

(BACA JUGA: Rekomendasi Tanaman Indoor Lowlight untuk Pemula)

CARA MENATA RUANG KERJA DI RUMAH

Pisahkan Ruang Kerja dari Area Lain

Cara menata ruang kerja di rumah yang pertama adalah memisahkan ruang kerja dari area lain. Idealnya, ruang kerja memiliki zona khusus, meskipun hanya sudut kecil di rumah. Ini membantu otak membangun asosiasi bahwa area tersebut adalah tempat untuk fokus.

Perhatikan Pencahayaan

Cara menata ruang kerja di rumah yang kedua adalah perhatikan sistem pencahayaan di ruangan.

Gunakan pencahayaan alami sebanyak mungkin. Menurut American Academy of Sleep Medicine, paparan cahaya alami di siang hari dapat membantu meningkatkan fokus dan menjaga ritme tubuh.

Gunakan Meja dan Kursi Ergonomis

Cara menata ruang kerja di rumah yang ketiga adalah gunakan meja dan kursi yang ergonomis. Posisi duduk yang baik sangat penting untuk menghindari pegal. Tinggi meja, kursi, dan layar sebaiknya sejajar dengan posisi tubuh agar tidak membebani leher dan punggung.

Atur Posisi Layar Sejajar dengan Mata

Cara menata ruang kerja di rumah yang keempat adalah memastikan posisi layar, entah itu laptop atau PC screen, sejajar dengan kedua mata. Hal ini penting untuk menghindari posisi menunduk terlalu lama yang bisa menyebabkan nyeri leher dan punggung.

Jaga Kerapihan dan Minim Distraksi

Cara menata ruang kerja di rumah yang kelima adalah pastikan untuk selalu menjaga kerapihan dan minim distraksi. Karena meja kerja yang penuh, bisa mengganggu fokus. Sehingga, sebisa mungkin di atas meja hanya ada barang-barang yang memang kamu perlukan. 

Tambahkan Elemen Personal Secukupnya

Cara menata ruang kerja di rumah yang keenam adalah tambahkan elemen personal secukupnya. Misal tanaman kecil atau dekorasi sederhana yang bisa membantu menciptakan suasana nyaman dan konsentrasi, tidak apa-apa untuk dihadirkan di atas meja.

Pada akhirnya, ruang kerja di rumah bukan soal besar atau kecilnya ruang, tapi bagaimana kita mengaturnya agar tetap fungsional dan mendukung keseharian.

Sedikit penyesuaian bisa membuat perbedaan besar bukan hanya pada produktivitas, tapi juga pada kesehatan tubuh dalam jangka panjang.

(Kirana Putri, foto: magnific.com/freepik)

Share