Penyanyi asal Amerika Serikat ini mengaku khawatir hubungan yang stabil membuatnya kehilangan inspirasi menulis lagu.
Selama bertahun-tahun, Gracie Abrams dikenal lewat lagu-lagu yang lahir dari patah hati, kegelisahan dan hubungan yang tidak berjalan mulus.
Namun, ketika kehidupannya mulai terasa lebih tenang bersama aktor Paul Mescal, penyanyi berusia 26 tahun itu justru menghadapi kekhawatiran yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Yakni, bagaimana jika kebahagiaan membuatnya berhenti menulis lagu?
Dalam wawancara terbarunya bersama Vogue, Abrams mengaku sempat merasa takut bahwa hubungan yang sehat dan stabil akan memengaruhi kreativitasnya sebagai penulis lagu.
Selama ini, banyak karya yang ia tulis lahir dari rasa tidak aman dan berbagai emosi rumit yang ia alami dalam hubungan asmara.
“Saya khawatir merasa aman dan stabil justru mengancam dorongan saya untuk menulis musik. Itu benar-benar membuat saya takut,” ujar Abrams.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu pengakuan paling personal dari penyanyi yang namanya terus melambung dalam beberapa tahun terakhir.
Abrams mengaku bahwa pada hubungan-hubungan sebelumnya, ia sering kali menyimpan perasaannya dan menyalurkannya melalui lagu.
(BACA JUGA: Anderson .Paak dan Ambisinya Membuat Album K-Pop yang “Tidak Biasa”)
Namun, bersama Mescal, pola itu berubah. Keduanya lebih terbuka dalam berkomunikasi dan menyelesaikan masalah secara langsung, sehingga tidak banyak emosi yang tersisa untuk dituangkan ke dalam lirik seperti yang biasa ia lakukan.
Beruntung, ketakutan tersebut tidak berlangsung lama. Abrams mengatakan bahwa kolaborator lamanya, Aaron Dessner, membantu mengubah cara pandangnya terhadap proses kreatif.
Produser yang juga dikenal lewat karyanya bersama Taylor Swift itu mendorong Abrams untuk menggali emosi yang lebih dalam tanpa harus bergantung pada kekacauan atau rasa sakit sebagai sumber inspirasi utama.
“Saya belajar dari Aaron bahwa tidak apa-apa untuk menggali lebih dalam dan menyempurnakan apa yang memang secara alami ingin Anda lakukan,” kata Abrams.
Menurutnya, kreativitas tidak selalu harus lahir dari drama atau ketidakstabilan. Hubungan Abrams dan Mescal sendiri mulai menjadi sorotan publik sejak 2024.
Meski keduanya cenderung menjaga privasi, Abrams beberapa kali membagikan cerita tentang kehidupan mereka bersama di London. Ia bahkan menggambarkan masa ketika menemani Mescal selama proses syuting film Hamnet sebagai pengalaman yang magis.
“Rasanya seperti pulang ke rumah setiap hari dan mendiskusikan buku terbaik yang pernah ada,” ujarnya saat mengenang percakapan mereka setelah Mescal selesai syuting.
Di tengah kehidupan pribadinya yang semakin stabil, karier Abrams justru memasuki fase baru yang lebih besar. Setelah sukses lewat album ‘The Secret of Us’, ia bersiap merilis album ketiganya, ‘Daughter From Hell’, yang dijadwalkan hadir pada Juli 2026.
(BACA JUGA: Bagikan Pengalaman Pop Gothic, Lady Gaga Rilis Film Konser ‘Mayhem Requiem’)
Album tersebut disebut akan mengeksplorasi tema yang lebih luas, termasuk pertumbuhan diri, kedewasaan emosional, dan hubungan yang lebih sehat.
Pengakuan Abrams juga menyoroti sebuah mitos yang sudah lama melekat pada industri musik: bahwa seniman membutuhkan penderitaan untuk menghasilkan karya terbaiknya. Bagi Abrams, pengalaman beberapa tahun terakhir justru membuktikan hal sebaliknya.
Kebahagiaan dan rasa aman mungkin mengubah cara seseorang berkarya, tetapi bukan berarti kreativitas akan hilang begitu saja.
Kini, setelah melewati fase keraguan tersebut, Abrams tampak semakin nyaman dengan kehidupan yang ia bangun bersama Mescal.
Dan jika album barunya menjadi indikator, rasa aman ternyata tidak menghentikan kreativitasnya. Melainkan membuka babak baru dalam cara ia bercerita melalui musik.
(Kirana Putri, foto: billboard.com)
