Anderson .Paak dan Ambisinya Membuat Album K-Pop yang “Tidak Biasa”

Bukan sekadar ikut tren, Anderson .Paak justru ingin membawa identitas Black music dan budaya Korea dalam satu proyek yang personal.

Di tengah globalisasi K-Pop yang semakin besar, musisi ternama Anderson .Paak justru datang dengan pendekatan yang berbeda.

Dalam wawancaranya bersama Rolling Stone, musisi pemenang Grammy itu membahas proyek terbarunya yang banyak terinspirasi dari dunia K-Pop.

Bukan hanya sebagai genre musik, tetapi juga sebagai bagian dari identitas personalnya.

Bagi Anderson .Paak, ketertarikannya terhadap Korea bukan sesuatu yang tiba-tiba muncul demi mengikuti tren global.

Ia memang memiliki darah Korea dari ibunya dan selama bertahun-tahun merasa ada sisi identitas dirinya yang belum benar-benar dieksplorasi.

Karena itu, proyek seperti film K-Pops! dan album dengan identitas K-Pop yang sedang ia siapkan terasa sangat personal.

Film K-Pops! sendiri mengikuti cerita seorang musisi asal Los Angeles yang mencoba menghidupkan kembali kariernya dengan pergi ke Korea Selatan dan bergabung dalam kompetisi musik K-Pop.

Di tengah perjalanan tersebut, ia justru bertemu kembali dengan anak laki-lakinya yang lama terpisah darinya.

Menurut Reuters, Anderson .Paak sengaja membuat cerita yang lebih hangat dan family-oriented dibandingkan dengan drama industri musik yang terlalu gelap.

Menariknya, Anderson .Paak tidak ingin membuat proyek yang terasa seperti orang luar yang mencoba menjadi idol K-Pop.

Sebaliknya, ia justru tertarik pada bagaimana budaya Black music seperti funk, soul, hip-hop, punya hubungan panjang dengan perkembangan musik pop Korea modern.

Karena itu, musik yang ia siapkan disebut akan memadukan groove khas Anderson .Paak, elemen funk dan R&B dengan struktur dan energi K-Pop modern.

(BACA JUGA: Bakal Dihadiri Jennie BLACKPINK, Ini Istimewanya Roskilde Festival)

Pendekatan itu sebenarnya sudah mulai terlihat lewat kolaborasinya bersama G-Dragon di lagu “Too Bad” pada 2025 lalu. Anderson .Paak ikut terlibat dalam produksi sekaligus vokal lagu tersebut, yang memadukan groove funk dengan estetika pop Korea modern.

Dalam wawancara tersebut, Anderson .Paak juga membahas bagaimana K-Pop saat ini sudah berkembang jauh melampaui Asia dan menjadi fenomena budaya global.

Namun menurutnya, masih banyak orang yang hanya melihat K-Pop dari permukaan. Idol, visual, fandom, tanpa memahami akar musikal dan kerja keras di balik industrinya.

Karena itu, ia ingin membuat proyek yang tetap fun dan entertaining, tetapi juga terasa tulus secara budaya.

Menariknya lagi, proyek ini muncul di saat banyak musisi Barat mulai semakin terbuka untuk berkolaborasi dengan industri Korea. Tapi berbeda dari kebanyakan crossover yang terasa seperti strategi pasar, pendekatan Anderson .Paak justru terasa lebih personal dan intimate.

Karena ia sedang mencoba memahami kembali bagian dari dirinya sendiri lewat musik. Dan mungkin itu yang membuat proyek ini terasa menarik. Karena bukan sekadar “musisi Amerika bikin K-Pop,” tapi seseorang yang sedang mencoba menyambungkan dua identitas budaya yang selama ini hidup bersamaan di dalam dirinya.

(Rendy Aditya, foto: musicfeeds.com.au)

Share