Dari penggunaan SPF hingga vitamin C, dermatolog membagikan cara menjaga kulit agar tetap optimal dan terjaga selama musim panas.
Pergantian musim sering kali membuat kebutuhan kulit ikut berubah. Saat cuaca menjadi lebih panas dan lembap, rutinitas skincare yang biasa digunakan sepanjang tahun belum tentu lagi memberikan hasil yang optimal.
Karena itu, para dermatolog menyarankan beberapa penyesuaian sederhana agar kulit tetap sehat, terhidrasi dan terlindungi selama musim panas.
Melansir dari byrdie.com, dermatolog bernama Mona Foad, MD, cuaca hangat membuat kulit membutuhkan produk yang lebih ringan namun tetap mampu menjaga hidrasi.
Ia merekomendasikan produk dengan kandungan seperti hyaluronic acid, aloe vera dan glycerin yang dapat membantu menjaga kelembapan tanpa terasa berat di kulit.
LINDUNGI KULIT DENGAN PRODUK SPF DARI UJUNG RAMBUT SAMPAI KAKI
Sunscreen tetap menjadi langkah paling penting dalam rutinitas skincare musim panas. Namun, banyak orang masih sering melupakan area seperti kulit kepala, bibir, telinga dan leher yang juga rentan terhadap paparan sinar UV.
Dermatolog Ava Shamban, MD, menyarankan penggunaan SPF pada area-area tersebut, termasuk lip balm dengan SPF untuk membantu menjaga kelembapan sekaligus melindungi bibir dari kerusakan akibat matahari.
GUNAKAN PRODUK YANG MENENANGKAN KULIT
Setelah seharian beraktivitas di bawah sinar matahari, kulit membutuhkan perawatan yang membantu menenangkan dan memulihkan kondisinya.
Bahan-bahan seperti aloe vera, cucumber, chamomile, calendula dan hyaluronic acid dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman sekaligus mengembalikan hidrasi yang hilang akibat paparan panas dan sinar matahari.
(BACA JUGA: Cara Memilih Moisturizer untuk Kulit Kombinasi)
TAMBAHKAN PRODUK ANTIOKSIDAN KE DALAM RUTINITAS HARIAN
Musim panas juga menjadi waktu yang tepat untuk mengandalkan antioksidan. Vitamin C menjadi salah satu kandungan yang paling sering direkomendasikan oleh dermatolog.
Karena membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas sekaligus mencegah tanda-tanda penuaan dini. Selain itu, niacinamide juga dapat membantu memperkuat skin barrier dan mengatasi hiperpigmentasi akibat paparan sinar UV.
“Vitamin C membantu melindungi kulit dari kerusakan lingkungan dan mencegah penuaan dini,” jelas Foad.
Sementara itu, niacinamide disebut sebagai salah satu bahan multifungsi yang sangat bermanfaat selama musim panas.
PILIH SELF-TANNER DARIPADA BERJEMUR
Mendapatkan tampilan kulit yang lebih tan tidak harus dilakukan dengan berjemur di bawah sinar matahari. Dermatolog Karan Lal, DO, menyarankan penggunaan self-tanner sebagai alternatif yang lebih aman.
Selain membantu menciptakan efek sun-kissed skin, metode ini juga mengurangi risiko kerusakan kulit akibat paparan UV berlebihan.
Para ahli juga menyarankan penggunaan pakaian dengan perlindungan UV apabila Anda berencana menghabiskan waktu lama di luar ruangan.
EKSFOLIASI SECARA TERATUR
Cuaca panas dan kelembapan tinggi dapat meningkatkan produksi minyak sekaligus membuat pori-pori lebih mudah tersumbat. Karena itu, eksfoliasi menjadi langkah penting untuk membantu mengangkat sel kulit mati dan menjaga kulit tetap bersih.
Menurut para dermatolog, kandungan seperti glycolic acid, lactic acid, salicylic acid, maupun enzim eksfoliasi dapat membantu mempercepat regenerasi kulit sekaligus meningkatkan penyerapan produk skincare lainnya. Namun, eksfoliasi tetap perlu dilakukan secara bijak agar tidak menyebabkan iritasi.
(BACA JUGA: Urutan Skincare Pagi untuk Kulit Berjerawat)
MANFAATKAN PRODUK MULTIFUNGSI
Tren skincare saat ini juga semakin mengarah pada produk multifungsi yang menggabungkan manfaat perawatan kulit dan perlindungan matahari dalam satu produk. Contohnya adalah moisturizer atau foundation yang sudah dilengkapi SPF.
Meski praktis, para ahli tetap mengingatkan bahwa produk semacam ini sebaiknya digunakan sebagai lapisan tambahan, bukan pengganti sunscreen utama. Sunscreen dengan SPF yang memadai tetap menjadi perlindungan pertama yang harus digunakan setiap hari.
Pada akhirnya, rutinitas skincare musim panas tidak harus menjadi lebih rumit. Justru sebaliknya, para dermatolog menyarankan pendekatan yang lebih sederhana dengan fokus pada tiga hal utama.
Perlindungan dari sinar matahari, hidrasi yang cukup, dan penggunaan bahan aktif yang tepat. Dengan penyesuaian kecil tersebut, kulit dapat tetap sehat, nyaman dan glowing sepanjang musim panas.
(Kirana Putri, foto: isdin.com)
