Menurut para ahli, tren yang berkaitan dengan wajah bengkak dan stres ini ternyata punya fakta yang lebih kompleks.
Kalau kamu aktif di TikTok dalam beberapa bulan terakhir, kemungkinan besar pernah menemukan video dengan kalimat seperti:
“Kamu bukan jelek, kamu cuma punya cortisol face.”
Istilah ini digunakan untuk menggambarkan wajah yang terlihat lebih bulat, bengkak, atau sembap akibat tingginya kadar kortisol, hormon yang dilepaskan tubuh saat mengalami stres.
Video-video tersebut biasanya menampilkan transformasi wajah sebelum dan sesudah seseorang mengubah pola hidup, mengonsumsi suplemen tertentu, atau menjalani rutinitas wellness yang diklaim mampu menurunkan kadar kortisol.
Namun, apakah cortisol face benar-benar merupakan kondisi medis yang nyata? Sebelum kita membahas lebih lanjut, sebaiknya ketahui dulu penjelasan lengkap tentang cortisol face itu sendiri.
APA ITU CORTISOL FACE?
Secara sederhana, cortisol face adalah istilah populer di media sosial untuk menggambarkan wajah yang tampak lebih bulat atau bengkak akibat kadar kortisol yang tinggi.
Kortisol sendiri merupakan hormon penting yang diproduksi oleh kelenjar adrenal dan berperan dalam mengatur respons stres, metabolisme, tekanan darah, hingga sistem imun.
Menurut Dr. Todd Dorfman, spesialis manajemen hormon yang diwawancarai Byrdie, kadar kortisol yang sangat tinggi dalam jangka panjang memang dapat menyebabkan perubahan fisik pada wajah, termasuk penumpukan lemak yang membuat wajah tampak lebih bulat atau dikenal sebagai moon face.
Namun kondisi tersebut umumnya terjadi pada kasus medis tertentu dan bukan akibat stres sehari-hari yang dialami kebanyakan orang.
TIKTOK TERLALU MENYEDERHANAKAN SITUASI
Salah satu hal yang membuat para ahli khawatir adalah kecenderungan media sosial untuk menghubungkan setiap wajah yang terlihat sembap dengan kortisol.
Menurut ahli gizi klinis Jess Sepel, yang juga diwawancarai Byrdie, stres memang dapat memengaruhi tubuh, termasuk meningkatkan retensi cairan dan peradangan.
Namun, stres sehari-hari biasanya tidak cukup untuk menaikkan kadar kortisol hingga menyebabkan perubahan wajah yang dramatis seperti yang sering ditampilkan dalam video viral.
Banyak faktor lain yang lebih mungkin menjadi penyebab wajah terlihat bengkak. Seperti kurang tidur, konsumsi garam berlebihan, alergi, dehidrasi, perubahan hormon, hingga penggunaan obat-obatan tertentu.
(BACA JUGA: Manfaat Ice Bath Pasca Berolahraga)
LALU MENGAPA STRES BISA MEMENGARUHI KONDISI WAJAH?
Meski konsep cortisol face sering dibesar-besarkan, bukan berarti stres tidak berdampak pada penampilan.
Saat tubuh mengalami stres berkepanjangan, kortisol dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh, termasuk produksi minyak pada kulit, proses peradangan, kualitas tidur dan retensi cairan.
Akibatnya, seseorang mungkin mengalami jerawat yang lebih sering muncul, kulit tampak kusam, atau wajah terlihat lebih sembap dari biasanya.
“Cortisol adalah hormon utama yang memengaruhi banyak aspek kesehatan, bukan hanya kulit,” jelas Dr. Dorfman.
Selain kulit, hormon ini juga berkaitan dengan kualitas tidur, energi, kecemasan, fungsi kognitif, hingga libido.
JANGAN KELIRU DENGAN CUSHING SYNDROME
Salah satu alasan para dokter tidak menyukai istilah cortisol face adalah karena istilah tersebut sering disamakan dengan kondisi medis yang jauh lebih serius, yaitu Cushing syndrome.
Cushing syndrome terjadi ketika tubuh memproduksi terlalu banyak kortisol dalam jangka panjang atau akibat penggunaan kortikosteroid tertentu. Salah satu gejalanya memang berupa moon face, yaitu wajah yang menjadi sangat bulat karena penumpukan lemak.
Namun, kondisi ini tergolong langka dan biasanya disertai gejala lain seperti kenaikan berat badan di area tubuh tertentu, tekanan darah tinggi, kulit yang mudah memar, hingga gangguan metabolisme.
Karena itu, para ahli mengingatkan bahwa tidak semua wajah bulat atau sembap berarti seseorang memiliki masalah hormon yang serius.
CARA MENGURANGI WAJAH SEMBAP YANG REALISTIS
Jika wajah terasa lebih bengkak dari biasanya, para ahli menyarankan untuk fokus pada faktor-faktor yang memang terbukti berpengaruh terhadap retensi cairan dan kesehatan kulit.
Beberapa langkah sederhana yang direkomendasikan antara lain:
- Tidur yang cukup dan berkualitas
- Mengurangi konsumsi makanan tinggi garam
- Memastikan tubuh terhidrasi dengan baik
- Berolahraga secara rutin
- Mengelola stres melalui meditasi, yoga, atau aktivitas relaksasi lainnya
- Menggunakan produk skincare dengan kandungan menenangkan seperti niacinamide dan hyaluronic acid jika kulit terasa kering atau iritasi
Menurut para ahli, kebiasaan-kebiasaan tersebut jauh lebih efektif dibandingkan dengan mengejar produk atau suplemen viral yang menjanjikan hasil instan.
(BACA JUGA: Lymphatic Drainage, Ritual Wellness yang Viral di Media Sosial)
JADI, APAKAH CORTISOL FACE ITU NYATA?
Jawaban singkatnya antara ya dan tidak.
Kadar kortisol yang sangat tinggi dalam jangka panjang memang dapat menyebabkan perubahan fisik pada wajah. Namun, kondisi tersebut biasanya berkaitan dengan gangguan medis tertentu, bukan sekadar stres karena pekerjaan, hubungan, atau kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, istilah cortisol face yang populer di TikTok bukanlah diagnosis medis resmi. Yang lebih penting, para ahli mengingatkan agar tidak terlalu cepat mendiagnosis diri sendiri berdasarkan tren media sosial.
Kalau kamu merasa mengalami perubahan fisik yang tidak biasa atau mencurigai adanya masalah hormon, langkah terbaik tetap berkonsultasi dengan tenaga medis, bukan hanya mengandalkan video berdurasi 30 detik di FYP.
@mandohq Moon face is a real thing 😳
(Kirana Putri, foto: magnific.com/cookie_studio)
