Tren Y2K Belum Selesai, Kini Tracksuit Velours Era 2000-an Kembali Populer

Brand legendaris seperti Juicy Couture, Freecity, hingga Sporty & Rich ikut mendorong kebangkitan tracksuit a la awal 2000-an.

Ketika membahas kebangkitan tren Y2K, kebanyakan orang mungkin langsung membayangkan low-rise jeans, baby tee, atau tas baguette.

Namun menurut laporan Vogue Korea, ada satu item lain yang diam-diam sedang kembali mencuri perhatian dunia fashion. Yakni tracksuit velours a la awal 2000-an.

Bagi mereka yang tumbuh di era Y2K, nama seperti Juicy Couture dan Freecity tentu tidak asing. Pada masanya, kedua brand tersebut identik dengan setelan tracksuit berbahan velours yang dikenakan para selebriti mulai dari Paris Hilton hingga Britney Spears.

Kini, lebih dari dua dekade kemudian, siluet yang sama kembali muncul di berbagai kolaborasi fashion terbaru.

KOLABORASI TERBARU MEMBANGKITAN TRACKSUIT Y2K

Vogue mencatat bahwa dalam beberapa minggu terakhir, sejumlah kolaborasi besar berhasil menghidupkan kembali tren tracksuit era 2000-an.

Salah satunya adalah kolaborasi antara Freecity dan Madhappy, brand favorit Gen Z yang dikenal dengan estetika warna-warna cerah dan gaya kasual California.

Kampanye kolaborasi tersebut bahkan menggandeng influencer bersaudara Devon Lee Carlson dan Sydney Carlson, yang selama ini dikenal sebagai ikon fashion generasi muda.

Di saat yang sama, Sporty & Rich juga merilis kolaborasi bersama Juicy Couture. Pendiri Sporty & Rich, Emily Oberg, bahkan menyebut Juicy Couture sebagai brand Y2K yang ikonik dan menganggap kolaborasi tersebut sebagai pasangan yang sangat masuk akal secara estetika.

Tidak hanya itu, desainer Jepang Hiroaki Sueyasu dari Kidill juga mengumumkan kolaborasi dengan Juicy Couture untuk koleksi Spring/Summer 2027 yang akan menggabungkan estetika Y2K dengan subkultur Jepang.

(BACA JUGA: Wakey-wakey Millennials, Open Your Suitcase!)

KENAPA GEN Z SUKA FASHION KLASIK?

Fenomena ini menjadi menarik karena sebagian besar konsumen yang mendorong tren tersebut berasal dari Generasi Z.

Banyak dari mereka bahkan masih terlalu kecil atau belum lahir ketika tracksuit velours mencapai puncak popularitasnya pada awal 2000-an.

Menurut Vogue, nostalgia menjadi salah satu faktor utamanya. Namun, nostalgia yang dimaksud bukan nostalgia personal, melainkan nostalgia budaya.

Generasi Z mengonsumsi era 2000-an melalui foto paparazzi selebriti, acara televisi lama, media sosial, hingga internet archive yang membuat periode tersebut terasa dekat meski tidak mereka alami secara langsung.

Selain itu, ada juga keinginan untuk merasakan masa yang dianggap lebih sederhana sebelum kehidupan sepenuhnya didominasi oleh media sosial dan smartphone.

Co-founder Madhappy, Noah Raf, mengatakan bahwa Freecity mengingatkannya pada era sebelum semua orang terus-menerus terhubung dengan ponsel mereka.

DARI SIMBOL KEMEWAHAN JADI FASHION SANTAI MODERN

Menariknya, tracksuit yang kembali populer saat ini tidak hadir dalam bentuk yang sepenuhnya sama seperti dua dekade lalu.

Jika dulu tracksuit Juicy Couture identik dengan logo besar, rhinestones mencolok dan nuansa glamor khas selebriti Hollywood awal 2000-an, versi 2026 hadir dengan pendekatan yang lebih modern.

Warna-warna pastel masih dipertahankan, begitu juga nuansa santainya. Namun, siluet dan styling-nya kini terasa lebih minimalis dan mudah dipadukan dengan fashion item kontemporer.

Alih-alih terlihat seperti kostum nostalgia, tracksuit Y2K generasi baru justru tampil sebagai bagian dari tren athleisure yang saat ini mendominasi industri fashion.

(BACA JUGA: Babydoll Dress Kembali Tren, Ini Alasan Siluet Feminin Ini Digemari Lagi)

BUKTI BAHWA SIKLUS FASHION TERUS BERPUTAR

Kembalinya tracksuit velours sebenarnya menjadi pengingat bahwa dalam dunia fashion, hampir tidak ada tren yang benar-benar hilang.

Apa yang dulu dianggap kuno atau berlebihan bisa kembali terasa segar ketika diperkenalkan kepada generasi yang berbeda.

Fenomena yang sama pernah terjadi pada low-rise jeans, UGG boots, kacamata wraparound, hingga berbagai item Y2K lainnya yang sempat dianggap usang sebelum akhirnya kembali mendominasi media sosial dan runway.

Kini giliran tracksuit velours yang mendapat kesempatan kedua. Dan jika melihat banyaknya kolaborasi yang bermunculan sepanjang tahun ini, tampaknya tahun 2026 bisa menjadi momen ketika salah satu simbol fashion paling ikonik era Y2K benar-benar kembali ke arus utama.

(Kirana Putri, foto: lifestyleasia.com)

Share