George Lucas Gratiskan Tiket Museum Miliknya untuk Para Tetangga

Lucas Museum of Narrative Art akhirnya akan membuka pintunya untuk publik pada 22 September 2026 di Los Angeles.

Sineas kenamaan George Lucas akhirnya telah menyelesaikan museum yang menjadi memorabilia perjalanannya di industri perfilman. Melansir dari The Hollywood Reporter, museum ini akhirnya akan resmi dibuka pada bulan September 2026 mendatang.

Museum ini mengumumkan program LM37 Pass, sebuah program yang memberikan akses masuk gratis bagi warga yang tinggal di kawasan dengan kode pos 90037. Yaitu lingkungan tempat museum berdiri di kawasan South Los Angeles.

Selain itu, warga sekitar juga akan mendapat kesempatan mengunjungi museum lebih awal melalui Community Preview Day yang digelar pada 13 September, sembilan hari sebelum pembukaan resminya.

HADIAH UNTUK PARA TETANGGA

Pembangunan Lucas Museum dimulai pada 2018 dan berlangsung selama bertahun-tahun. Selama proses tersebut, warga di sekitar Exposition Park harus hidup berdampingan dengan proyek konstruksi berskala besar.

Karena itulah, pihak museum merasa penting untuk memastikan masyarakat sekitar menjadi pihak pertama yang ikut merasakan manfaat dari kehadiran museum ini.

“Sejak awal, George Lucas dan Mellody Hobson membayangkan museum ini sebagai tempat di mana semua orang merasa diterima dan menganggapnya sebagai milik mereka sendiri,” ujar CEO Lucas Museum, Tracey Bates, dalam pernyataan resminya.

Lewat program LM37 Pass, warga yang memenuhi syarat dapat memesan tiket gratis untuk dirinya sendiri dan satu orang tamu.

Museum juga menyediakan kuota tiket khusus bagi pemegang kartu tersebut agar mereka tetap bisa berkunjung meski jumlah pengunjung meningkat setelah pembukaan.

(BACA JUGA: Lama Pensiun, Sutradara George Lucas Comeback ke Dunia Film)

BUKAN SEKADAR MUSEUM STAR WARS

Meski didirikan oleh kreator Star Wars, Lucas Museum bukanlah museum yang hanya berisi koleksi film fiksi ilmiah tersebut.

Museum ini didedikasikan untuk seni bercerita melalui gambar (narrative art). Koleksinya mencakup ilustrasi, lukisan, fotografi, komik, seni digital, hingga arsip perfilman dari berbagai era.

Tentu saja, pengunjung juga dapat menemukan berbagai karya yang berkaitan dengan perjalanan kreatif George Lucas, termasuk koleksi seni konsep (concept art) yang menjadi bagian dari sejarah Star Wars dan Indiana Jones.

Namun, fokus utamanya jauh lebih luas, yaitu bagaimana manusia menggunakan gambar untuk menyampaikan cerita dari generasi ke generasi.

DIBANGUN UNTUK MENJADI RUANG PUBLIK

Selain ruang pamer, Lucas Museum juga memiliki taman, area hijau, ruang belajar, teater, restoran dan berbagai fasilitas publik yang dirancang agar masyarakat dapat datang bukan hanya untuk melihat koleksi, tetapi juga berkumpul dan beraktivitas.

Menurut pihak museum, program gratis bagi warga sekitar merupakan bagian dari visi jangka panjang agar museum tidak terasa sebagai destinasi wisata eksklusif, melainkan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat South Los Angeles.

LANGKAH YANG MENDAPAT BANYAK APRESIASI

Keputusan memberikan akses gratis kepada warga sekitar mendapat sambutan positif dari banyak pihak.

Selain dianggap sebagai bentuk apresiasi kepada komunitas yang telah hidup berdampingan dengan proyek pembangunan selama bertahun-tahun, langkah tersebut juga dinilai sebagai cara untuk membuat institusi seni terasa lebih inklusif dan mudah diakses.

Program LM37 bahkan memungkinkan warga kembali mengunjungi museum berkali-kali tanpa perlu membeli tiket, sesuatu yang jarang ditemui pada museum baru berskala internasional.

(BACA JUGA: Bukan Hoax, Disneyland Pertama di Asia Tenggara Konfirmasi Hadir di Thailand)

KETIKA MUSEUM MENJADI BAGIAN DARI KOMUNITAS

Banyak museum dibangun untuk menarik wisatawan. Namun, Lucas Museum mencoba memulai dengan pendekatan yang berbeda: menyambut tetangga terlebih dahulu.

Keputusan George Lucas dan Mellody Hobson untuk memberikan akses gratis kepada warga sekitar menunjukkan bahwa sebuah institusi budaya tidak hanya bisa menjadi tujuan wisata, tetapi juga bagian dari kehidupan komunitas yang tumbuh di sekitarnya.

Sebelum ribuan penggemar Star Wars datang dari berbagai penjuru dunia, museum ini ingin memastikan satu hal. Orang-orang yang tinggal tepat di sebelahnya merasa bahwa tempat itu juga milik mereka.

(Rendy Aditya, foto: vanityfair.com)

Share