Melalui kolaborasi ini, Kylie Jenner x DUNKIN’ merilis tiga minuman baru yang merepresentasikan sosok “King Kylie” pada satu dekade lalu.
Rambut berwarna pastel, lip kit yang selalu sold out, Snapchat yang hampir tidak pernah sepi, hingga gaya makeup yang menjadi tren di seluruh dunia. Era tersebut menjadi salah satu momen paling berpengaruh dalam perjalanan karier Kylie Jenner.
Kini, satu dekade kemudian, Kylie memutuskan untuk menghidupkan kembali persona tersebut lewat kolaborasi terbarunya bersama DUNKIN’.
Kolaborasi bertajuk ‘The King Kylie Collection’ menghadirkan tiga minuman edisi terbatas bernuansa serba merah muda yang terinspirasi dari salah satu fase paling ikonik dalam hidupnya.
Dalam wawancara dengan The Hollywood Reporter, adik dari Kendall Jenner ini mengatakan bahwa menghidupkan kembali “King Kylie” terasa sangat menyenangkan karena era tersebut memiliki arti yang besar, baik untuk dirinya maupun para penggemarnya.
“King Kylie” sendiri merupakan julukan yang melekat pada Kylie ketika ia masih berusia belasan tahun. Saat itu, ia dikenal berkat eksperimen warna rambut yang berani, gaya fashion yang ekspresif dan kehadirannya yang sangat dominan di media sosial.
Menurut Kylie, persona tersebut merepresentasikan sisi dirinya yang percaya diri, spontan, dan tidak takut mencoba hal-hal baru.
Karena itulah, ia merasa kolaborasi bersama DUNKIN’ menjadi cara yang tepat untuk menghadirkan kembali energi tersebut dalam nuansa yang lebih segar dan menyenangkan.
(BACA JUGA: Tipikal Millennials, Kylie Jenner Mengaku Masih Suka Main The Sims)
TIGA MINUMAN DENGAN TIGA KEPRIBADIAN
Kolaborasi ini menghadirkan tiga minuman baru yang masing-masing mewakili karakter berbeda dari “King Kylie”. Di antaranya adalah:
- Candy Pink Lemonade Refresher
- Vanilla Pink Cloud Latte
- Pink Lemon Drop Suncloud Lemonade
Kylie menyebut ketiga minuman tersebut memiliki karakter yang berbeda-beda. Ada yang manis, berani, hingga bernuansa nostalgia. Tetapi semuanya tetap mencerminkan kepribadiannya.
Ia juga mengaku ikut terlibat dalam proses kreatif kampanye ini agar hasil akhirnya benar-benar terasa autentik dan sesuai dengan citra “King Kylie” yang diingat banyak orang.
Bagi banyak selebritas, kembali mengangkat citra lama mungkin terasa berisiko. Namun, bagi Kylie, “King Kylie” justru menjadi salah satu era yang paling sering diminta untuk dihidupkan kembali oleh para penggemarnya.
Dalam wawancaranya, ia mengatakan bahwa setiap kali kembali mengenakan rambut berwarna pink atau mengangkat estetika era tersebut, respons publik selalu sangat positif.
“Orang-orang selalu menyukainya setiap kali aku kembali memakai wig pink,” ujarnya.
Menurut Kylie, itulah alasan mengapa ia merasa nostalgia bisa menjadi sesuatu yang menyenangkan, selama dikemas dengan cara yang relevan untuk masa kini.
Kolaborasi Kylie dan DUNKIN’ juga menunjukkan bagaimana nostalgia kini menjadi salah satu strategi pemasaran yang paling efektif.
Alih-alih menciptakan identitas baru, banyak brand justru memilih menghidupkan kembali momen-momen yang sudah memiliki ikatan emosional dengan konsumennya.
(BACA JUGA: Kylie Jenner Dituntut Mantan ART Karena Kasus Bullying dan Diskriminasi)
Dalam kasus ini, DUNKIN’ tidak hanya menghadirkan tiga minuman baru, tetapi juga membawa kembali salah satu era internet yang paling diingat oleh generasi muda.
Kampanye tersebut bahkan digarap oleh sutradara video musik ternama Dave Meyers, dengan Kylie tampil mengenakan setelan serba pink lengkap dengan wig yang mengingatkan pada penampilannya sekitar satu dekade lalu.
Bagi sebagian orang, era itu menjadi simbol masa-masa awal media sosial ketika tren lahir hampir setiap hari. Bagi Kylie sendiri, “King Kylie” adalah fase yang membentuk identitasnya sebagai seorang kreator, pebisnis, sekaligus ikon budaya pop.
Lewat kolaborasi bersama DUNKIN’, ia tidak hanya menjual tiga minuman baru. Ia juga mengajak penggemarnya bernostalgia dengan salah satu periode paling berwarna dalam sejarah internet.
Membuktikan bahwa beberapa era mungkin memang tidak pernah benar-benar berakhir, hanya menunggu waktu yang tepat untuk kembali.
(Annisa Larasati, foto: hollywoodreporter.com)
