Meskipun usianya masih muda, para atlet ini mampu menampilkan performa terbaik di lapangan yang berhasil membuat negaranya juga bersinar.
Piala Dunia 2026 resmi memasuki babak akhir. Setelah berjalan sejak Juni lalu, turnamen sepak bola terbesar sejagat ini akan segera berakhir pada 19 Juli waktu Amerika Serikat.
Sepanjang perjalanannya, format baru dengan 48 tim peserta ini menghadirkan drama, kejutan, sekaligus panggung besar bagi para pemain untuk menunjukkan kapasitas terbaik mereka di level dunia.
Sejumlah negara tampil di luar ekspektasi. Norwegia, misalnya, kembali ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1998 dan langsung melaju hingga perempat final.
Spanyol tampil konsisten sebagai salah satu tim terkuat sepanjang turnamen, sementara Prancis kembali membuktikan kedalaman skuad mereka di setiap fase pertandingan.
Performa-performa ini membuat persaingan gelar juara sekaligus penghargaan individu menjadi semakin ketat menjelang laga puncak.
Di balik hiruk-pikuk perebutan trofi, ada satu hal lain yang tak kalah menarik disimak. Yakni kemunculan talenta-talenta muda generasi Z yang tampil mencuri perhatian di atas lapangan.
Beberapa dari mereka bahkan tampil sekelas atau bahkan melebihi para pemain senior yang sudah lebih dulu punya nama besar. Buat MOSTEAM, performa konsisten dan dampak nyata di lapangan ini menjadikan mereka layak masuk daftar kandidat MVP Piala Dunia 2026.
Berikut adalah lima nama atlet Gen Z yang dimaksud!
(BACA JUGA: Dulu Digendong Messi, Lamine Yamal Kini Jadi Lawan Messi di Final Piala Dunia 2026)
ERLING HAALAND — NORWEGIA
Bukan cuma soal membawa Norwegia kembali ke Piala Dunia setelah absen sejak 1998, Haaland juga sukses membawa timnya melaju sampai perempat final dengan koleksi 7 gol.
Kombinasi comeback story dan produktivitas gol yang tinggi bikin dia jadi salah satu nama paling pantas disebut MVP turnamen ini.
LAMINE YAMAL — SPANYOL
Meski sempat terkendala cedera hamstring, Yamal tetap jadi pemain yang paling diwaspadai lawan-lawannya. Ia kerap dijaga oleh dua sampai tiga pemain sekaligus di setiap pertandingan.
Konsistensinya membuahkan dua gelar Superior Player of the Match sepanjang turnamen.
MIKEL OYARZABAL — SPANYOL
Empat gol dari enam pertandingan menjadikan Oyarzabal sebagai ancaman paling konsisten bagi Spanyol setelah Yamal. Penampilan terbaiknya datang di babak 32 besar, saat ia mencetak dua gol sekaligus untuk membawa timnya melaju ke fase berikutnya.
PAU CUBARSÍ — SPANYOL
Berbeda dari nama-nama lain di daftar ini, Cubarsí bersinar bukan lewat catatan gol, melainkan lewat ketenangannya menjaga lini pertahanan Spanyol di sepanjang turnamen.
Penghargaan individu memang jarang jatuh ke tangan bek, tapi performa solid Cubarsí membuktikan bahwa dampak besar tak selalu datang dari pencetak gol.
DÉSIRÉ DOUÉ — PRANCIS
Di usia yang baru menginjak 21 tahun, Doué sudah membawa segudang pengalaman sebagai juara Liga Champions bersama PSG, modal mental yang terbukti berguna saat ia tampil sebagai bagian penting dari mesin serang Prancis di panggung sebesar Piala Dunia.
(Rendy Aditya, foto: fortune.com, independent.co.uk, ligue1.com)
