Tips Minum Teh Agar Manfaatnya Lebih Maksimal untuk Tubuh

Teh adalah salah satu jenis minuman yang memiliki banyak manfaat untuk tubuh, termasuk menurunkan berat badan.

Teh sudah lama dikenal sebagai salah satu minuman yang menyehatkan. Berbagai penelitian mengaitkan konsumsi teh dengan manfaat seperti menjaga kesehatan jantung, membantu metabolisme tubuh, hingga menurunkan risiko beberapa penyakit kronis.

Namun, ternyata cara kita mengonsumsi teh juga berpengaruh terhadap manfaat yang didapat.

Sebuah tinjauan ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal Beverage Plant Research menyebutkan bahwa manfaat teh paling optimal diperoleh dari teh yang diseduh langsung, bukan teh kemasan atau minuman berbasis teh yang telah melalui banyak proses pengolahan.

KENAPA TEH SEDUH LEBIH BAIK?

Menurut para peneliti, teh yang diseduh dari daun teh cenderung mempertahankan lebih banyak senyawa bioaktif alami, seperti polifenol dan katekin.

Polifenol dikenal sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas sekaligus mendukung kesehatan jantung.

Sementara itu, katekin yang banyak ditemukan pada teh hijau, dikaitkan dengan efek antiinflamasi dan metabolisme yang lebih baik.

Sebaliknya, teh botolan atau minuman seperti bubble tea sering kali mengandung tambahan gula, pemanis, atau bahan lain yang dapat mengurangi manfaat kesehatan dari teh itu sendiri.

(BACA JUGA: Ashwagandha: Manfaat, Efek Samping dan Cara Konsumsinya)

PILIH DAUN TEH UTUH JIKA MEMUNGKINKAN

Selain menyeduh sendiri, para ahli juga menyarankan memilih whole-leaf tea atau teh daun utuh bila tersedia.

Menurut ahli gizi Scott Keatley, daun teh utuh umumnya mengalami proses pengolahan yang lebih minimal sehingga kandungan senyawa alaminya lebih terjaga.

Pilihan lain yang juga baik adalah matcha. Berbeda dengan teh seduh biasa, matcha dibuat dari daun teh yang digiling menjadi bubuk halus sehingga seluruh bagian daun ikut dikonsumsi. Hal ini membuat asupan katekin dan senyawa aktif lainnya menjadi lebih tinggi.

KURANGI GULA TAMBAHAN

Kebiasaan lain yang disarankan adalah mengurangi penggunaan gula.

Ahli gizi Keri Gans mengatakan bahwa teh tanpa gula, atau dengan tambahan gula seminimal mungkin, memberikan manfaat yang lebih optimal dibandingkan dengan minuman teh yang tinggi gula.

Pasalnya, kandungan gula berlebih justru berkaitan dengan meningkatnya risiko obesitas, diabetes tipe 2 dan penyakit metabolik lainnya. Sehingga dapat mengurangi dampak positif yang ingin diperoleh dari konsumsi teh.

BENARKAH TEH HIJAU YANG PALING SEHAT?

Dalam berbagai penelitian, teh hijau memang menjadi jenis teh yang paling sering dikaitkan dengan manfaat kesehatan.

Tinjauan ilmiah tersebut menemukan bahwa konsumsi teh hijau berhubungan dengan kesehatan jantung yang lebih baik, metabolisme yang lebih optimal, serta penurunan risiko beberapa penyakit kronis seperti diabetes dan jenis kanker tertentu.

Penelitian lain juga menunjukkan potensi teh hijau dalam membantu menjaga kesehatan otak seiring bertambahnya usia.

Meski begitu, bukan berarti jenis teh lain tidak bermanfaat. Teh hitam, teh putih dan oolong juga berasal dari tanaman yang sama, Camellia sinensis, dan sama-sama mengandung antioksidan. Perbedaannya terutama terletak pada proses pengolahannya.

TEH BUKAN MINUMAN AJAIB

Meski hasil penelitian terlihat menjanjikan, para ahli mengingatkan bahwa teh bukan solusi instan untuk menjaga kesehatan.

“Teh dapat mendukung kesehatan sebagai bagian dari pola makan yang seimbang, tetapi bukan solusi ajaib dengan sendirinya,” kata Keri Gans.

Artinya, manfaat teh tetap perlu didukung oleh gaya hidup sehat lain, seperti mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, tidur yang cukup dan mengelola stres.

(BACA JUGA: 6 Antioksidan untuk Rambut Sehat Menurut Dermatolog)

SECANGKIR TEH BISA MENJADI KEBIASAAN BAIK

Pada akhirnya, manfaat teh bukan hanya berasal dari apa yang ada di dalam cangkir, tetapi juga dari cara kita menikmatinya.

Menyeduh teh sendiri, memilih daun teh yang minim proses, serta mengurangi gula tambahan merupakan langkah sederhana yang dapat membantu mempertahankan kandungan antioksidannya.

Jadi, jika selama ini kamu terbiasa memilih teh botolan atau minuman teh yang manis, mungkin sesekali tidak ada salahnya kembali ke secangkir teh seduh hangat.

Selain lebih sederhana, penelitian menunjukkan bahwa cara ini justru menjadi pilihan yang lebih baik untuk mendapatkan manfaat kesehatan dari teh.

(Kirana Putri, foto: unsplash.com/massimo rinaldi)

Share