Kenaikan harga layanan streaming dan akuisisi baru mendorong Universal Music Group mencatat pertumbuhan dua digit di pertengahan tahun ini.
Universal Music Group (UMG), perusahaan musik terbesar di dunia yang menaungi artis seperti Taylor Swift, Billie Eilish, Drake, Olivia Rodrigo, hingga BTS, mencatat kinerja positif pada kuartal kedua 2026.
Perusahaan membukukan pendapatan sebesar EUR 3,29 miliar atau sekitar IDR 61 triliun alias naik 13,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan harga layanan streaming serta kontribusi dari akuisisi perusahaan distribusi musik Downtown Music.
Pendapatan dari layanan berlangganan dan streaming tercatat mencapai EUR 1,76 miliar, meningkat 15,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, pendapatan khusus dari layanan berlangganan naik 16,6 persen, didorong oleh penyesuaian harga di sejumlah platform musik digital dan performa rilisan baru yang kuat.
Di sisi lain, penjualan musik fisik seperti CD dan vinyl juga masih menunjukkan pertumbuhan, mencerminkan bahwa format fisik tetap memiliki pasar di tengah dominasi layanan streaming.
Salah satu faktor utama di balik lonjakan pendapatan UMG adalah integrasi Downtown Music, perusahaan yang resmi bergabung ke dalam bisnis Universal tahun ini.
Akuisisi tersebut memperluas layanan Universal, tidak hanya sebagai label rekaman, tetapi juga dalam distribusi, administrasi hak cipta dan berbagai layanan bagi musisi independen.
Bersama dengan strategi penyesuaian harga streaming, langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memperkuat sumber pendapatan di luar model langganan tradisional.
(BACA JUGA: Epik! 50 Cent Akan Rilis Lagu Kolaborasi dengan Eminem dan 2Pac)
Meski pendapatan meningkat, laporan keuangan ini tidak sepenuhnya disambut positif oleh pasar.
Investor menilai pertumbuhan bisnis langganan inti masih lebih lambat dari ekspektasi. Selain itu, laba operasional yang dilaporkan juga berada di bawah perkiraan analis, sehingga memicu kekhawatiran mengenai laju pertumbuhan bisnis streaming ke depan.
Setelah laporan keuangan dirilis, saham Universal Music Group bahkan sempat mengalami penurunan tajam di bursa Amsterdam karena kekhawatiran tersebut.
Meski mendapat respons beragam dari investor, hasil kuartal kedua ini menunjukkan bahwa layanan streaming masih menjadi tulang punggung industri musik global.
Universal Music terus mengembangkan strategi baru untuk meningkatkan nilai bisnisnya, mulai dari kenaikan harga layanan, ekspansi melalui akuisisi, hingga pengembangan model bisnis yang lebih berfokus pada penggemar.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat menjaga pertumbuhan perusahaan di tengah persaingan industri yang semakin ketat.
(Rendy Aditya, foto: global.morningstar.com)
