Putra sulung Michael Jackson hadir di Las Vegas untuk merayakan ulang tahun sang ayah sekaligus melihat bagaimana musik dan pesannya terus menjangkau generasi baru.
Prince Jackson kembali mengenang sang ayah, Michael Jackson, pada momen yang seharusnya menjadi ulang tahun ke-68 sang King of Pop.
Pada 29 Agustus 2026, Prince, 29, hadir di Las Vegas untuk mengikuti perayaan ulang tahun Michael lewat ‘Michael Jackson ONE’, pertunjukan Cirque du Soleil di Mandalay Bay yang menggunakan musik-musik ikonis Michael sebagai bagian dari pertunjukannya.
Dalam video dari acara tersebut, Prince terlihat bergabung dengan para penggemar sebelum ikut meneriakkan ucapan, “Happy birthday, Michael!” Ia juga menghabiskan waktu untuk berbincang, berfoto dan berinteraksi dengan sejumlah penggemar yang hadir.
Kehadiran Prince di Las Vegas datang di tengah momentum baru bagi warisan musik Michael Jackson.
Dalam pernyataan eksklusif kepada People, Prince mengatakan bahwa ia merasa senang melihat bagaimana karya sang ayah masih dapat menjangkau generasi yang lebih muda.
“Rasanya spesial sekali melihat pengaruh yang diberikan melalui pertunjukkan tersebut,” katanya.
Prince juga mengatakan bahwa dirinya merasa senang melihat generasi baru mulai mengenal musik sekaligus pesan yang ingin disampaikan Michael melalui karyanya. Ia berharap pengenalan tersebut dapat membawa dampak positif bagi dunia.
(BACA JUGA: Michael Jackson di Layar: Antara Legenda dan Kontroversi)
BERTEPATAN DENGAN KESUKSESAN FILM MICHAEL
Perayaan ulang tahun tersebut juga berlangsung beberapa bulan setelah film biopik Michael tayang di bioskop.
Film yang dibintangi Jaafar Jackson, keponakan Michael sekaligus sepupu Prince tersebut, mengangkat perjalanan kehidupan dan karier sang musisi. Prince sendiri terlibat sebagai produser dalam proyek tersebut.
Keterlibatan Prince membuat proyek ini memiliki arti yang sangat personal. Sebelumnya, ia pernah menceritakan pengalamannya ketika pertama kali melihat Jaafar dalam riasan dan kostum sebagai Michael.
Menurut Prince, momen tersebut terasa sangat emosional karena Jaafar begitu mirip dengan ayahnya. Ia bahkan mengatakan bahwa Jaafar seolah-olah “membawa kembali” sosok Michael untuk sesaat.
Dalam wawancara dengan ABC News pada April lalu, Prince mengungkapkan bahwa melihat Jaafar dalam wujud Michael merupakan pengalaman yang cukup mengejutkan secara emosional.
Prince yang saat itu baru berusia 12 tahun ketika Michael meninggal pada 2009, mengatakan bahwa ia sempat kesulitan mengendalikan emosinya ketika pertama kali melihat sepupunya dalam karakter tersebut.
Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya ingin langsung memeluk Jaafar saat melihat transformasi tersebut, tetapi membutuhkan waktu sejenak untuk memproses perasaannya.
Meski begitu, respons keluarga Jackson terhadap film tersebut disebut sangat positif. Prince mengatakan bahwa keluarga mereka memberikan dukungan penuh kepada Jaafar dan merasa bahwa sang aktor berhasil melampaui ekspektasi mereka.
SEBUAH PENGHORMATAN YANG LEBIH PERSONAL
Keterlibatan Prince dalam perayaan ulang tahun Michael bukan kali pertama ia memberikan penghormatan kepada sang ayah sepanjang 2026.
Pada pemutaran perdana Michael di Los Angeles pada April lalu, Prince mengenakan setelan hitam yang dibuat oleh Michael Bush, salah satu desainer kostum yang telah lama bekerja bersama Michael Jackson.
Ia juga mengenakan sebuah armband merah yang dibuat dari kain salah satu kemeja korduroi merah milik ayahnya. Bagi Prince, kain tersebut memiliki kenangan masa kecil yang sangat personal karena mengingatkannya pada momen ketika ia memeluk sang ayah.
MICHAEL JACKSON DAN WARISAN YANG TERUS HIDUP
Michael Jackson meninggal pada 25 Juni 2009 di usia 50 tahun. Saat itu, Prince masih berusia 12 tahun.
Michael meninggalkan tiga anak: Prince, Paris Jackson dan Bigi Jackson (sebelumnya Prince Michael Jackson II, namun pada tahun 2015 ia secara resmi mengganti namanya menjadi Bigi Jackson).
Kini, 17 tahun setelah kepergiannya, musik Michael masih terus dipentaskan, didengarkan dan diperkenalkan kepada generasi baru.
Bagi Prince, menjaga warisan tersebut tampaknya bukan sekadar mempertahankan nama besar sang ayah. Ada bagian dari dirinya yang ingin memastikan bahwa orang-orang yang baru mengenal Michael juga dapat memahami musik dan pesan yang pernah ia tinggalkan.
Dan mungkin itulah makna paling sederhana dari perayaan ulang tahun seseorang yang sudah tiada: selama karya dan kenangannya masih dirayakan, ceritanya belum benar-benar berakhir.
(Rendy Aditya, foto: abcnews.com)
