Bakal Balik ke Inggris, Apa Alasan Meghan Markle dan Harry?

Keputusan mengejutkan ini muncul enam tahun usai “Megxit”, namun tidak semua pihak menyambutnya dengan tangan terbuka.

Enam tahun usai peristiwa “Megxit” yang mengguncang keluarga kerajaan Inggris, Pangeran Harry dan Meghan Markle resmi mengumumkan akan kembali menetap di Inggris untuk masa tinggal yang lebih panjang, mulai musim gugur 2026 ini.

Kabar ini sontak mengejutkan publik, mengingat pasangan ini sebelumnya dikenal cukup vokal soal ketidaknyamanan mereka menjalani kehidupan kerajaan. Lantas, apa sebenarnya yang melatarbelakangi keputusan besar ini?

Perlu diinformasikan lebih dulu, meski memutuskan balik ke Inggris, Harry dan Markle dipastikan tidak akan kembali menjalankan peran sebagai working members of the royal family, alias tetap berstatus individu privat dan non-working royals.

Kedua anak mereka, Pangeran Archie (7) dan Putri Lilibet (5), sudah terdaftar di sekolah-sekolah Inggris dan akan mulai bersekolah pada September 2026.

Keluarga ini rencananya akan tinggal di kediaman privat non-kerajaan di luar London, namun tetap mempertahankan rumah mereka di Montecito, California, serta properti liburan mereka di Portugal.

Markle akan tetap menjalankan bisnis As Ever dari Inggris, sementara Harry akan lebih banyak menghabiskan waktu bekerja sama dengan yayasan amal berbasis Inggris miliknya.

Salah satu alasan utama di balik keputusan ini adalah keinginan Harry untuk berdamai dengan sang ayah, Raja Charles III, sekaligus menghabiskan lebih banyak waktu dengannya di tengah kondisi kesehatan sang raja yang tengah menjalani perawatan kanker yang tidak diungkap detailnya ke publik.

Faktor keamanan turut menjadi pertimbangan penting dalam keputusan ini. Harry sebelumnya sempat menyebut bahwa membawa Markle dan anak-anak mereka ke Inggris tanpa jaminan keamanan resmi dari pemerintah adalah mustahil.

Proses tinjauan keamanan yang sempat berlarut-larut ini dilaporkan baru mendekati titik penyelesaian, sehingga membuka jalan bagi kepulangan mereka.

(BACA JUGA: Mengenal Budaya Curtsy dan Bow, Wajibkah Rakyat Biasa Melakukannya?)

Momentum kepulangan ini juga bertepatan dengan countdown satu tahun menuju penyelenggaraan Invictus Games di Birmingham pada 2027, ajang yang didirikan langsung oleh Harry.

Beberapa sumber menyebut hal ini memberikan alasan yang lebih “aman” dan berorientasi pada nilai bagi kehadiran mereka di Inggris, sekaligus menjaga narasi publik tetap berfokus pada pekerjaan kemanusiaan Harry, bukan pada isu-isu politik internal keluarga kerajaan.

Meski begitu, kabar kepulangan ini rupanya tidak disambut mulus oleh seluruh pihak. Menurut laporan The List pada 25 Agustus 2026, anggota keluarga kerajaan disebut terpecah antara rasa sayang mereka terhadap Harry dan kekecewaan atas sikapnya selama ini.

Bahkan, pertemuan musim panas tahunan keluarga kerajaan di Balmoral Castle dilaporkan berubah dari sekadar kumpul keluarga menjadi rangkaian pembicaraan serius soal dampak kepulangan Harry dan Markle terhadap monarki.

Salah satu sumber bahkan menyebut sikap Ratu Camilla terhadap pasangan Sussex condong ke arah kecurigaan, mengingat rekam jejak keduanya yang kerap membocorkan cerita ke media.

Camilla dikabarkan menetapkan batasan tegas, menyebut bahwa jika ada kebocoran informasi lagi soal pertemuan keluarga, pintu rekonsiliasi akan tertutup selamanya.

Di sisi publik, respons yang muncul juga tidak sepenuhnya positif. Banyak warga Inggris mempertanyakan “kenapa harus sekarang?” mengingat rekam jejak panjang pasangan ini yang sempat melontarkan kritik terbuka terhadap institusi kerajaan.

Termasuk wawancara kontroversial bersama Oprah Winfrey pada 2021 silam yang turut menyinggung sikap keluarga kerajaan, termasuk mendiang Ratu Elizabeth II, saat itu.

Kombinasi antara rasa penasaran, nostalgia, sekaligus kekecewaan masa lalu membuat rencana kepulangan Harry dan Markle ini menjadi topik yang terus memicu perdebatan hangat, baik di kalangan istana maupun di masyarakat Inggris secara luas.

Kepulangan Harry dan Markle ke Inggris jelas bukan sekadar keputusan pindah tempat tinggal biasa. Di baliknya, ada upaya rekonsiliasi keluarga, pertimbangan keamanan, sekaligus strategi menjaga citra publik yang lebih baik.

Namun, jejak masa lalu yang penuh kontroversi membuat proses “pulang kampung” ini harus dihadapi dengan kehati-hatian ekstra, baik dari pihak Harry dan Markle sendiri maupun dari keluarga kerajaan dan masyarakat Inggris yang masih menyimpan berbagai perasaan campur aduk atas kepulangan mereka.

(Kirana Putri, foto: today.com)

Share