Mengenal Budaya Curtsy dan Bow, Wajibkah Rakyat Biasa Melakukannya?

Menurut pakar etika, ternyata ada aturan yang berbeda soal curtsy dan bow di dalam keluarga kerajaan dan masyarakat umum.

Kalau kita melempar ingatan ke beberapa tahun lalu, tepatnya saat Harry dan Meghan Markle memutuskan untuk keluar dari Kerajaan Inggris, pernah ada video viral saat ia diwawancarai mengenai tradisi bow atau curtsy.

Saat itu, Markle dengan santai “mengejek” atau mempertanyakan: kenapa ia harus melakukan itu kepada Ratu Inggris, dalam hal ini mendiang Ratu Elizabeth II. Sayangnya, saat mengatakan hal itu, ia terlihat tertawa dan benar-benar meninggalkan kesan tidak menghormati sang ratu.

Mirisnya lagi, Harry yang saat itu ada di sebelahnya tidak melakukan pembelaan apa pun. Bagaimana mungkin ia diam saja ketika Ratu Elizabeth II, yang juga neneknya dan telah merawatnya sejak kecil, “dihina” seperti itu dan dia tidak membelanya?

Hal ini membuat banyak masyarakat Inggris marah. Mereka sangat kecewa dengan Harry dan Markle karena secara tidak langsung sikap mereka turut menghina budaya Inggris yang telah ada sejak ratusan tahun.

Curtsy dan bow sendiri menjadi salah satu tradisi yang paling identik dengan keluarga kerajaan Inggris. Melansir dari britannica.com, curtsy merupakan gestur menekuk lutut sebagai bentuk penghormatan yang biasa dilakukan perempuan.

Sementara bow atau membungkukkan kepala menjadi bentuk penghormatan yang dilakukan laki-laki. Namun, tradisi yang terkesan formal dan sarat aturan ini kerap menimbulkan pertanyaan.

Apakah gestur ini memang wajib dilakukan oleh siapa saja yang bertemu keluarga kerajaan, atau hanya berlaku khusus di antara sesama anggota kerajaan?

Berdasarkan situs resmi keluarga Kerajaan Inggris, sebenarnya tidak ada kode perilaku yang bersifat wajib saat seseorang bertemu dengan raja, ratu, atau anggota keluarga kerajaan lainnya.

Bagi warga negara Inggris, curtsy atau bow memang menjadi bentuk sapaan formal yang lazim dilakukan, namun sifatnya tetap kembali pada preferensi masing-masing individu.

Sementara itu, bagi warga negara asing atau bukan warga Inggris, mereka bahkan tidak diharuskan melakukan curtsy atau bow sama sekali, meski gestur tersebut tetap akan diterima dengan baik apabila dilakukan sebagai bentuk penghormatan.

(BACA JUGA: Bukan Makanan Inggris, Ratu Elizabeth II Disebut Suka Makan Sandwich Prancis!)

@xo.royalfamily.xo #foryoupage #royal #katemiddleton #bow #curtsy ♬ original sound – Royal Family & Priministers

Namun, aturan ini menjadi jauh lebih ketat di kalangan internal keluarga kerajaan sendiri. Menurut Laura Windsor, pakar etiket kerajaan Inggris, semua anggota keluarga kerajaan diwajibkan melakukan curtsy atau bow di hadapan siapa pun yang memegang takhta tertinggi.

Dan saat ini, takhta tertinggi dalam Kerajaan Inggris diduduki oleh Raja Charles dan Ratu Camilla.

Bahkan, Pangeran William dan Putri Kate Middleton yang saat ini posisinya berada persis di bawah Raja Charles dan Ratu Camilla juga wajib menerima curtsy dan bow dari anggota Kerajaan Inggris lain yang secara hierarki berada di bawah mereka.

Termasuk Harry dan Meghan Markle. Prinsip dasarnya adalah bahwa anggota kerajaan berpangkat lebih rendah wajib menunjukkan penghormatan kepada mereka yang berpangkat lebih tinggi.

Ada pula pengecualian menarik terkait gelar His/Her Royal Highness (HRH). Secara umum, sesama anggota kerajaan yang menyandang gelar HRH tidak diwajibkan saling membungkuk satu sama lain.

Namun, pengecualian berlaku bagi mereka yang mendapatkan gelar tersebut lewat pernikahan. Secara hierarki, mereka tetap berada pada posisi lebih rendah dibandingkan dengan anggota kerajaan yang lahir langsung dengan gelar tersebut.

Salah satu contoh paling mencolok dari penerapan hierarki ini adalah kasus Pangeran Andrew. Usai kehilangan gelar dan kehormatannya karena terlibat dalam kasus Jeffrey Epstein, Andrew Mountbatten-Windsor kini justru diwajibkan membungkuk kepada hampir seluruh anggota keluarga besarnya.

Termasuk kedua putri kandungnya sendiri, yakni Putri Eugenie dan Putri Beatrice, yang kini berada di atasnya dalam hierarki gelar kerajaan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa tradisi curtsy dan bow sebenarnya lebih ditujukan untuk menghormati gelar, bukan sosok pribadinya.

Mantan butler Raja Charles bahkan mengungkap bahwa sang raja sendiri pernah menjelaskan langsung soal ini kepadanya. Bahwa gestur tersebut dilakukan untuk gelar yang disandang, bukan untuk personanya.

Dengan begitu, meski terdengar rumit dan sarat aturan, esensi dari tradisi ini sebenarnya sederhana. Yaitu bentuk penghormatan terhadap posisi dan hierarki yang telah berlaku turun-temurun dalam keluarga kerajaan Inggris.

(BACA JUGA: Endiburgh Dinobatkan Sebagai Kota Paling Ramah di Dunia)

@catherinegulgapar #NEW 🔴‼️ Aww- watch the Wales Family bow and curtsy to the newly coronated King Charles at the #coronationconcert 👑 #princesscatherine #princessofwales #princessdiana #princesscatherineofwales #catherinemiddleton #katemiddleton #princesskate #princewilliam #princeofwales #princewilliamofwales #princewilliamdukeofcambridge #williamandkate #wimbledon #willandkate #cambridgefamily #thewalesfamily #theroyalfamily #britishroyalfamily #kingcharles #coronation #princeharry #princesscharlotte #style ♬ оригинальный звук – AI Fairytale

Selain Inggris, beberapa kerajaan Eropa lain juga masih menjaga tradisi ini. Dua di antaranya adalah Denmark dan Norwegia. Sedangkan di Spanyol, tradisi curtsy dan bow tidak selalu dilakukan.

Namun, pada kesempatan tertentu mereka yang bergelar lebih rendah melakukan curtsy dan bow kepada yang menyandang gelar lebih tinggi.

Di sisi lain, kerajaan Eropa lainnya banyak yang sudah menghapus atau tidak lagi mempraktikkan hal ini. Tapi, pada kesempatan tertentu, misalnya menerima lawatan anggota kerajaan lain, mereka akan melakukan curtsy dan bow sebagai bentuk penghormatan diplomatik.

Jadi, kesimpulannya, rakyat biasa tidak wajib melakukan curtsy dan bow kepada anggota kerajaan. Tetapi, sangat boleh untuk dilakukan kalau konteksnya untuk menghormati. Namun, peraturan tidak tertulis ini hanya berlaku untuk warga negara yang dipimpin oleh kerajaan tersebut.

Sedangkan untuk orang asing yang tidak punya kedekatan atau kekerabatan dengan anggota keluarga kerajaan, tidak perlu melakukan curtsy dan bow. Cukup dengan jabatan tangan jika bertemu. 

(Kirana Putri, foto: people.com)

Share