Angelina Jolie Siapkan Masa Depan Global untuk Atelier Jolie

Tiga tahun setelah dibuka di New York, Atelier Jolie bersiap berkembang ke berbagai negara dengan fokus pada kreativitas, sustainability dan komunitas lokal.

Angelina Jolie tengah melihat Atelier Jolie dalam skala yang lebih besar. Creative house yang ia dirikan di New York pada 2023 tersebut kini dipersiapkan untuk berkembang ke berbagai negara, dengan Brazil disebut sebagai kemungkinan lokasi pertama di luar Amerika Serikat.

Jolie juga mengungkap bahwa timnya tengah berdiskusi mengenai lokasi di Wina dan Kamboja.

Atelier Jolie awalnya dibangun sebagai ruang kolaborasi bagi para seniman, desainer, tailor, pattern maker dan artisan dari berbagai belahan dunia.

Namun, Jolie mengakui bahwa ketika pertama kali membuka pintunya, ia sendiri belum sepenuhnya tahu akan menjadi seperti apa ruang tersebut.

Alih-alih membuat toko fashion tradisional, ia ingin menghadirkan tempat yang bisa digunakan secara bergantian oleh berbagai kreator.

Kini, konsep tersebut berkembang menjadi sebuah creative hub yang menggabungkan seni, craft, desain, edukasi dan komunitas.

Situs resmi Atelier Jolie menyebut ruang tersebut sebagai tempat untuk creation, expression dan education, dengan program berupa kelas, workshop, residensi seniman, hingga pameran.

Salah satu hal yang membedakan Atelier Jolie adalah pendekatannya terhadap fashion dan konsumsi. Jolie mengatakan bahwa sejak awal ia tidak ingin ruang tersebut sekadar mendorong orang untuk membeli lebih banyak barang.

Sustainability justru menjadi bagian penting dari arah Atelier Jolie, termasuk melalui aktivitas seperti upcycling pakaian, kelas menjahit dan kesempatan untuk bertemu dengan seniman serta maker dari berbagai negara.

(BACA JUGA: Susul Shiloh, 2 Anak Brad Pitt Lainnya Juga Resmi Mengganti Nama Belakangnya)

Konsep tersebut juga terlihat dalam program Atelier Jolie saat ini.

Ruang di 57 Great Jones Street, New York, menjadi tempat berbagai workshop dan residency, termasuk program yang memungkinkan pengunjung belajar teknik seperti textile printing, silkscreen dan berbagai bentuk craftsmanship langsung dari para seniman.

Jolie juga membayangkan Atelier Jolie sebagai model yang bisa berkembang secara lokal di berbagai negara.

Jika ekspansi global tersebut terealisasi, setiap lokasi akan dijalankan oleh komunitas setempat dan memberikan manfaat bagi para kreator di wilayah tersebut.

Menurut Jolie, pendekatan ini berangkat dari pengalamannya melihat bahwa dukungan terhadap komunitas seharusnya tidak berhenti pada charity atau bantuan, tetapi juga menciptakan kesempatan agar masyarakat dapat membangun keterampilan, karier dan kemandirian mereka sendiri.

Rencana tersebut membuat Atelier Jolie terasa lebih dekat dengan creative ecosystem daripada fashion brand konvensional.

Bahkan, Jolie mengatakan bahwa ketika dirinya memiliki lebih banyak waktu untuk berada di Atelier, ia ingin menjadi pengunjung rutin di berbagai kelas yang tersedia. Ia sendiri telah mencoba sejumlah keterampilan baru, termasuk screen printing dan felting.

Saat ini, Atelier Jolie juga terus menjalankan program yang terbuka untuk publik. Selain residensi dan workshop, ruang tersebut memiliki galeri, acara diskusi, dinner series, serta program kuliner bersama Eat Offbeat Café.

Bagi Jolie, masa depan Atelier Jolie pada akhirnya bukan hanya tentang memperluas nama ke lebih banyak negara. Ia ingin menciptakan ruang di mana orang bisa belajar, membuat sesuatu, bertemu dengan kreator lain dan menjadi bagian dari komunitas.

Dan dengan rencana ekspansi ke Brazil, kemungkinan lokasi di Wina dan Kamboja, Atelier Jolie tampaknya baru memasuki babak berikutnya. Dari sebuah creative space di New York menjadi jaringan komunitas kreatif dengan visi yang jauh lebih global.

(Kirana Putri, foto: people.com)

Share