Kehamilan di usia 40-an memang berisiko lebih tinggi dibanding usia yang lebih muda. Apakah berarti kehamilan Anne Hathaway buruk?
Kabar bahagia datang dari Anne Hathaway. Menurut laporan Just Jared, aktris berusia 43 tahun tersebut dikabarkan sedang mengandung anak ketiganya bersama sang suami, Adam Shulman.
Di tengah ucapan selamat yang mengalir dari penggemar, muncul satu pertanyaan yang juga cukup sering dibahas. Apakah hamil di usia 40-an sebenarnya aman?
Pertanyaan ini bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak perempuan yang memilih memiliki anak di usia yang lebih matang karena berbagai faktor, mulai dari karier, kondisi finansial, hingga pertimbangan pribadi.
Namun di saat yang sama, kehamilan pada usia 40 tahun ke atas juga sering dikaitkan dengan berbagai risiko kesehatan.
Lalu, apa yang sebenarnya perlu diketahui tentang kehamilan di usia 40-an?
RISIKO KEHAMILAN DI ATAS 40 TAHUN MEMANG PUNYA RISIKO TINGGI
Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), kehamilan pada usia 35 tahun ke atas masuk dalam kategori advanced maternal age atau usia maternal lanjut. Istilah ini digunakan karena beberapa risiko kehamilan diketahui meningkat seiring bertambahnya usia ibu.
ACOG menjelaskan bahwa perempuan yang hamil pada usia 40 tahun atau lebih memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami komplikasi seperti diabetes gestasional, tekanan darah tinggi selama kehamilan, preeklampsia, hingga persalinan melalui operasi caesar.
Selain itu, risiko keguguran juga cenderung meningkat. Menurut Mayo Clinic, hal ini berkaitan dengan perubahan kualitas sel telur yang terjadi secara alami seiring bertambahnya usia.
Karena itu, peluang terjadinya kelainan kromosom pada janin juga menjadi lebih tinggi dibanding kehamilan pada usia yang lebih muda.
Sementara itu, Johns Hopkins Medicine menyebut bahwa kehamilan di usia 40-an juga memiliki risiko yang lebih besar terhadap kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, serta komplikasi tertentu selama proses persalinan.
(BACA JUGA: Gracie Abrams Sempat Takut Paul Mescal Ganggu Kreativitasnya)
RISIKO TINGGI TAPI BUKAN BURUK
Meski terdengar mengkhawatirkan, para ahli menegaskan bahwa peningkatan risiko tidak berarti setiap kehamilan di usia 40-an akan mengalami masalah.
ACOG menekankan bahwa banyak perempuan berusia 40 tahun ke atas tetap menjalani kehamilan yang sehat dan melahirkan bayi yang sehat. Faktor yang berperan bukan hanya usia, tetapi juga kondisi kesehatan secara keseluruhan sebelum dan selama kehamilan.
Perempuan yang memiliki gaya hidup sehat, rutin melakukan pemeriksaan prenatal, menjaga tekanan darah dan kadar gula darah, serta mendapatkan pengawasan medis yang baik tetap memiliki peluang besar untuk menjalani kehamilan yang lancar.
Dalam penjelasannya kepada pasien yang mempertimbangkan kehamilan di usia akhir 30-an dan 40-an, ACOG juga menyebut bahwa usia hanyalah salah satu bagian dari gambaran kesehatan yang lebih besar.
Riwayat kesehatan, kondisi medis yang dimiliki, serta kualitas perawatan yang diterima sering kali sama pentingnya.
BANYAK PEREMPUAN JADI IBU DI USIA YANG MATANG
Kondisi yang dialami Anne Hathaway sebenarnya bukan hal yang unik.
Data dari berbagai negara menunjukkan tren perempuan yang melahirkan di usia lebih tua terus meningkat dalam beberapa dekade terakhir. Banyak perempuan kini memilih menunda memiliki anak hingga merasa lebih siap secara emosional, finansial, maupun profesional.
Dalam sejumlah kasus, usia yang lebih matang justru membawa keuntungan tersendiri. Orang tua mungkin memiliki stabilitas karier yang lebih baik, kondisi ekonomi yang lebih mapan, serta kesiapan mental yang berbeda dibanding saat berusia lebih muda.
Karena itu, pembahasan mengenai kehamilan di usia 40-an kini tidak lagi hanya berfokus pada risiko, tetapi juga pada bagaimana perempuan dapat menjalani kehamilan yang sehat di setiap tahap kehidupan mereka.
(BACA JUGA: Pertama Kali Pasca Menikah, Callum Turner Bicara Karier, James Bond dan Dua Lipa)
APA YANG BISA DIPELAJARI DARI KEHAMILAN ANNE HATHAWAY?
Kabar kehamilan Anne Hathaway menjadi pengingat bahwa perjalanan menjadi orangtua tidak selalu mengikuti satu garis waktu yang sama untuk setiap orang.
Ya, kehamilan setelah usia 40 tahun memang membawa risiko yang lebih tinggi dibanding usia yang lebih muda. Namun para ahli sepakat bahwa usia bukan satu-satunya faktor yang menentukan hasil kehamilan.
Dengan pemantauan medis yang tepat, kondisi kesehatan yang baik dan perawatan prenatal yang optimal, banyak perempuan tetap dapat menjalani kehamilan yang sehat di usia 40-an.
(Kirana Putri, foto: byrdie.com)
