Cara Mengurangi Kembung Setelah Makan

Kembung bisa karena cara makan, jenis makanan, atau stres. Ini cara mengurangi kembung dengan langkah praktis dan aman.

Perut terasa penuh, begah, atau seperti “tertekan” setelah makan adalah keluhan yang cukup umum dialami banyak orang. Kondisi ini biasanya dikenal sebagai kembung dan bisa muncul bahkan setelah makan dalam porsi yang tidak terlalu besar.

Menurut Cleveland Clinic, kembung terjadi ketika saluran pencernaan dipenuhi gas atau udara berlebih, sehingga memicu rasa tidak nyaman di perut. Dalam beberapa kasus, kondisi ini juga bisa disertai sering bersendawa, perut terasa keras, atau sensasi sesak di area lambung.

Meski umumnya tidak berbahaya, kembung tetap bisa mengganggu aktivitas sehari-hari dan membuat tubuh terasa kurang nyaman setelah makan.

Penyebab kembung sendiri cukup beragam. Melansir dari Mayo Clinic, salah satu penyebab paling umum adalah kebiasaan makan terlalu cepat yang membuat tubuh ikut menelan banyak udara.

Selain itu, jenis makanan tertentu seperti kacang-kacangan, makanan tinggi lemak, minuman bersoda, atau produk susu pada sebagian orang juga dapat memicu produksi gas berlebih di dalam usus.

Faktor lain seperti stres dan kecemasan juga berpengaruh terhadap sistem pencernaan. Menurut Harvard Health Publishing, kondisi emosional dapat memengaruhi kerja saluran cerna, sehingga perut terasa lebih sensitif dan mudah kembung.

Untuk membantu mengurangi rasa kembung setelah makan, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan.

(BACA JUGA: Cara Menurunkan Tekanan Darah dengan Gaya Hidup)

CARA MENGURANGI KEMBUNG SETELAH MAKAN

Makan Lebih Perlahan

Cara mengurangi kembung setelah makan yang pertama adalah pastikan saat makan jangan terburu-buru. Mengunyah makanan dengan perlahan membantu mengurangi udara yang ikut tertelan saat makan. Selain itu, proses pencernaan juga jadi lebih optimal.

Kurangi Minuman Bersoda

Cara mengurangi kembung setelah makan yang kedua adalah mengurangi minuman bersoda. Biasanya, saat makan fast food seperti burger atau pizza, orang mengombinasikannya dengan minuman bersoda. 

Soda mengandung karbonasi yang dapat menambah gas di dalam lambung dan usus, sehingga memperparah rasa begah.

Perhatikan Jenis Makanan Pemicu

Cara mengurangi kembung setelah makan yang ketiga adalah pastikan untuk menghindari makanan-makanan yang jadi pemicunya. Misal makanan pedas, makanan asam, atau makanan-makanan yang mengandung gas.

Seperti bawang, brokoli, kol, bahkan susu, pada sebagian orang bisa memicu munculnya gas di lambung. Jadi, mulai sekarang coba amati makanan apa yang paling sering menyebabkan perut tidak nyaman dan hindari.

Berjalan Ringan Setelah Makan

Cara mengurangi kembung setelah makan yang keempat adalah berjalan ringan pasca makan. Melansir dari Johns Hopkins Medicine, aktivitas ringan seperti berjalan santai dapat membantu  pergerakan sistem pencernaan dan mengurangi penumpukan gas.

(BACA JUGA: Siapa Sangka Menu Makan Siang Rendah Kalori Ini Ada di Sekitarmu)

Jangan Langsung Rebahan Setelah Makan

Cara mengurangi kembung setelah makan yang kelima adalah jangan berbaring tepat setelah makan. Karena berbaring dapat memperlambat proses pencernaan dan membuat perut terasa lebih penuh.

Kelola Stres dengan Baik

Cara mengurangi kembung setelah makan yang keenam adalah pastikan untuk mengelola stres dengan baik. Karena sistem pencernaan juga dipengaruhi oleh kondisi emosional.

Sehingga, teknik rileksasi seperti pernapasan dalam atau istirahat sejenak bisa membantu meredakan ketegangan di perut.

Pada akhirnya, kembung setelah makan memang umum terjadi, tetapi bukan berarti harus terus dianggap normal tanpa diperhatikan. Dengan memahami pemicunya dan menerapkan kebiasaan sederhana yang lebih ramah untuk sistem pencernaan, rasa tidak nyaman setelah makan bisa berkurang secara bertahap.

(Annisa Larasati, foto: magnific.com/benzoix)

Share