Drake Pecahkan Rekor Spotify 2026 Lewat Album ‘Iceman’

Lebih dari itu, Drake juga langsung merilis dua album lain yang membuatnya berhasil mencetak rekor streaming terbesar tahun ini.

Drake kembali menjadi pusat perhatian industri musik setelah mencetak rekor baru di Spotify lewat perilisan album ‘Iceman’. Melansir Rolling Stone, Drake resmi menjadi artis dengan streaming harian terbesar di Spotify sepanjang 2026 hanya dalam waktu kurang dari 24 jam setelah albumnya dirilis.

Yang membuat rilisan ini terasa besar bukan hanya angka streaming-nya, tetapi juga skala proyek yang dibawa Drake. Alih-alih merilis satu album biasa, ia langsung merilis tiga album sekaligus. Yakni ‘Iceman’, ‘Habibti’ dan ‘Maid of Honour’.

Total keseluruhannya mencapai 43 lagu, menjadikannya salah satu rollout musik terbesar tahun ini. Menurut data Spotify yang dikutip Rolling Stone, ‘Iceman’ juga menjadi album dengan streaming harian terbesar di Spotify sepanjang 2026.

Sementara lagu “Make Them Cry” memegang rekor sebagai lagu dengan streaming satu hari terbesar tahun ini.

Secara musikal, ketiga album tersebut membawa arah yang berbeda. ‘Iceman’ lebih fokus pada rap dan tone yang agresif, sementara ‘Habibti’ bergerak ke area R&B yang lebih emosional.

Di sisi lain, ‘Maid of Honour’ dipenuhi nuansa dance dan club music yang terasa lebih ringan dan summer-coded. Pitchfork bahkan menyebut trilogi album ini seperti upaya Drake memperlihatkan seluruh sisi musikalnya sekaligus dalam satu momentum besar.

(BACA JUGA: Taylor Swift Ajukan Merek Dagang untuk 2 Jargon Khasnya)

Album ini juga terasa personal karena banyak liriknya masih menyinggung aftermath konflik Drake dengan Kendrick Lamar yang sempat mendominasi industri hip-hop beberapa tahun terakhir.

Beberapa media bahkan menyebut ‘Iceman’ sebagai salah satu proyek Drake yang paling “reaktif” secara emosional dalam beberapa tahun terakhir.

Di luar respons positif soal angka streaming, perilisan tiga album sekaligus ini juga memunculkan perdebatan di kalangan kritikus musik.

Sebagian menganggap strategi Drake sebagai bentuk dominasi industri streaming modern di mana kuantitas lagu bisa memperbesar peluang mendominasi chart.

Namun, ada juga yang merasa proyek sebesar ini justru membuat beberapa bagian album terasa terlalu panjang dan tidak fokus.

Meski begitu, satu hal tetap jelas. Di era streaming yang sangat kompetitif, Drake masih punya kemampuan untuk membuat internet berhenti sejenak dan membicarakan musiknya secara massal.

Dan lewat ‘Iceman’, ia kembali membuktikan bahwa dirinya masih menjadi salah satu nama terbesar dalam budaya pop global hari ini.

(Rendy Aditya, foto: grammy.com)

Share