Tujuh tahun setelah serial Game of Thrones berakhir, Emilia Clarke mengaku masih sulit menerima nasib Daenerys Targaryen.
Meski telah berlalu tujuh tahun sejak Game of Thrones menayangkan episode terakhirnya, Emilia Clarke rupanya masih menyimpan perasaan yang sama terhadap akhir perjalanan karakter yang membesarkan namanya, Daenerys Targaryen.
Dalam wawancara terbaru bersama Variety, aktris berusia 39 tahun itu mengaku dirinya masih merasa kesal dengan cara kisah Daenerys berakhir.
Clarke bahkan menyebut dirinya “absolutely livid” atau sangat marah ketika pertama kali mengetahui nasib karakter tersebut dalam naskah musim terakhir.
Daenerys, yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai sosok pembebas dan pemimpin kuat, mengalami perubahan drastis pada musim kedelapan.
Setelah menghancurkan King’s Landing, ia akhirnya tewas di tangan Jon Snow, karakter yang juga merupakan kekasihnya.
Adegan tersebut menjadi salah satu momen paling kontroversial dalam sejarah serial televisi modern dan memicu perdebatan panjang di kalangan penggemar.
Clarke mengenang momen ketika pertama kali membaca naskah final tersebut. Ia mengaku berjalan keluar rumah dalam keadaan linglung setelah menyadari bagaimana kisah Daenerys akan berakhir.
Menurutnya, perpisahan dengan karakter yang telah ia perankan selama hampir satu dekade bukanlah hal yang mudah untuk diterima.
Meski demikian, Clarke tidak menutupi rasa cintanya terhadap karakter yang dijuluki Mother of Dragons itu.
Ia menghabiskan delapan musim memerankan Daenerys, mulai dari seorang gadis muda yang terasing hingga menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh di Westeros.
Perjalanan panjang tersebut membuat hubungan emosional antara dirinya dan karakter tersebut terasa sangat kuat.
Kontroversi seputar akhir cerita Daenerys memang masih menjadi topik yang sering dibahas hingga sekarang.
Banyak penggemar menilai perubahan karakter tersebut berlangsung terlalu cepat, sementara sebagian lainnya menganggap akhir tragis itu sudah menjadi bagian dari perjalanan Daenerys sejak awal.
Perdebatan tersebut bahkan masih aktif di berbagai komunitas penggemar bertahun-tahun setelah serial berakhir.
Menariknya, meski masih merasa kecewa dengan nasib Daenerys, Clarke tetap bersyukur atas pengalaman yang diberikan Game of Thrones.
Ia mengakui bahwa serial HBO tersebut mengubah hidup dan kariernya secara permanen, sekaligus memberinya kesempatan untuk memerankan salah satu karakter paling ikonik dalam sejarah televisi.
Kini, Clarke tengah memasuki babak baru dalam kariernya melalui serial thriller mata-mata PONIES. Namun, seperti yang ditunjukkan dalam wawancara terbarunya, kenangan sebagai Daenerys Targaryen masih melekat kuat.
Dan jika melihat reaksinya sekarang, tampaknya Emilia Clarke masih belum sepenuhnya berdamai dengan akhir kisah sang Mother of Dragons.
(Annisa Larasati, foto: hollywoodreporter.com)
