Nicholas Galitzine Akui Ragu Usai Terpilih Jadi He-Man

Aktor asal Inggris ini merasa tidak pantas saat memerankan tokoh He-Man, pasca mencoba mengenakan kostumnya untuk pertama kali.

Nicholas Galitzine mungkin berhasil mendapatkan salah satu peran paling ikonis dalam budaya pop, tetapi perjalanan menuju karakter He-Man ternyata tidak selalu dipenuhi rasa percaya diri.

Melansir dari people.com, lewat wawancara terbaru, aktor berusia 31 tahun itu mengungkap bahwa dirinya sempat meragukan kemampuan sendiri setelah terpilih sebagai He-Man dalam film Masters of the Universe.

Bahkan, ketika pertama kali mengenakan kostum karakter tersebut, ia merasa seperti aneh dan tidak layak berada di posisi itu.

Galitzine mengaku sempat menyampaikan perasaannya secara langsung kepada sutradara Travis Knight. Menurutnya, sosok He-Man memiliki status yang sangat besar sebagai karakter legendaris, sehingga ia merasa terbebani oleh ekspektasi yang menyertai peran tersebut.

Keraguan itu semakin terasa karena karakter He-Man identik dengan postur tubuh yang sangat atletis dan kehadiran yang kuat di layar. Saat mempersiapkan diri, Galitzine menjalani transformasi fisik intensif selama berbulan-bulan.

Ia mengikuti program latihan ketat dan mengonsumsi hingga sekitar 5.000 kalori per hari demi membangun massa otot yang dibutuhkan untuk memerankan pahlawan dari Eternia tersebut.

Namun bagi Galitzine, tantangan terbesar bukan hanya soal penampilan fisik. Ia juga ingin menghadirkan sisi emosional He-Man yang jarang dibahas.

Menurutnya, karakter tersebut bukan sekadar sosok pahlawan yang kuat, tetapi juga seseorang yang memiliki empati, kerentanan dan keyakinan terhadap orang-orang di sekitarnya.

Peran ini menjadi langkah besar dalam perjalanan karier Galitzine. Selama beberapa tahun terakhir, ia lebih dikenal lewat film-film seperti Purple Hearts, Red, White & Royal Blue, dan The Idea of You.

(BACA JUGA: Diprediksi Tayang Lebih Cepat, Ini Informasi Lengkap Tentang ‘Off Campus Season 2’)

Karena itu, Masters of the Universe menjadi kesempatan baginya untuk memasuki ranah blockbuster berskala besar.

Film garapan Travis Knight tersebut juga menghadirkan deretan nama besar seperti Jared Leto, Camila Mendes, Idris Elba dan Alison Brie. Adaptasi live-action ini menghidupkan kembali franchise yang populer melalui mainan dan serial animasi pada era 1980-an.

Kini, setelah melalui proses panjang selama hampir dua tahun, Galitzine melihat pengalaman tersebut sebagai salah satu fase paling penting dalam hidupnya.

Meski sempat dihantui rasa tidak percaya diri di awal, ia berhasil membuktikan bahwa keraguan tidak selalu menjadi penghalang untuk mengambil langkah besar dalam karier.

Bagi para penggemar, pengakuan Galitzine ini juga menjadi pengingat bahwa bahkan aktor yang dipercaya memerankan pahlawan super sekalipun bisa mengalami impostor syndrome.

Di balik otot, kostum dan dunia fantasi yang megah, ada proses panjang untuk meyakinkan diri bahwa mereka memang pantas berada di sana.

(Annisa Larasati, foto: vogue.com)

Share