Milky Fragrances Jadi Tren Parfum Terbaru 2026, Apa Penyebabnya?

Setelah vanila hingga gourmand, tren parfum kini mengarah ke milky fragrances yang lembut, creamy dan terasa nyaman seperti pelukan hangat.

Dunia fragrance kembali memiliki obsesi baru. Setelah beberapa tahun terakhir didominasi aroma vanila, gourmand, hingga skin scent yang clean dan minimalis, kini giliran milky fragrances yang mulai mencuri perhatian.

Tren ini semakin ramai dibicarakan di media sosial dan industri kecantikan karena menawarkan karakter aroma yang terasa lembut, creamy, hangat dan menenangkan.

Meski terdengar seperti parfum yang benar-benar beraroma susu, milky fragrances sebenarnya lebih mengacu pada sensasi aroma yang menyerupai tekstur susu. Halus, lembut, sedikit manis dan terasa nyaman di kulit.

Dalam dunia parfum, karakter tersebut biasanya dibangun menggunakan lactones atau molekul aroma yang mampu menghasilkan nuansa creamy dan silky, kemudian dipadukan dengan notes seperti musk, vanilla, tonka bean, amber, sandalwood, hingga coconut milk.

Melansir dari situs Byrdie, menurut sejumlah ahli parfum daya tarik utama milky fragrances terletak pada kemampuannya menghadirkan rasa nyaman dan nostalgia.

Banyak orang mengasosiasikan aroma creamy dengan memori masa kecil, seperti es krim, susu hangat, sereal, atau berbagai ritual sederhana yang terasa familiar.

(BACA JUGA: 5 Cara Memilih Parfum yang Tahan Lama)

(Foto: teenvogue.com)

Di tengah kehidupan yang semakin cepat dan penuh distraksi, aroma yang memberikan rasa aman dan menenangkan menjadi sesuatu yang semakin dicari banyak orang.

Fenomena tersebut sebenarnya sejalan dengan arah tren fragrance secara keseluruhan dalam beberapa tahun terakhir.

Industri parfum kini tidak lagi hanya berfokus pada aroma yang mencolok atau mewah, tetapi juga pada pengalaman emosional yang bisa diberikan sebuah wewangian.

Banyak konsumen mulai mencari parfum yang terasa personal, intim, dan mampu menciptakan rasa nyaman dibanding sekadar meninggalkan kesan kuat pada orang lain.

Tidak heran jika berbagai brand mulai menghadirkan interpretasi mereka sendiri terhadap tren ini. Nama-nama seperti DedCool, Snif, Noyz, hingga Commodity termasuk di antara brand yang aktif mengeksplorasi aroma susu dalam berbagai bentuk.

Bahkan beberapa produk terbaru tidak hanya menghadirkan aroma milky dalam parfum tradisional, tetapi juga dalam format baru seperti body milk beraroma parfum yang menggabungkan skincare dan fragrance dalam satu produk.

Salah satu contoh yang ramai diperbincangkan adalah 2 percents Eau de Toilette dari Snif yang menghadirkan kombinasi aroma susu segar, vanila, caramel dan praline untuk menciptakan kesan hangat yang tetap ringan digunakan sehari-hari.

Produk tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana tren milky fragrances berkembang ke arah yang lebih modern dan tidak lagi terasa terlalu manis seperti gourmand klasik.

Menariknya, tren ini juga berkembang bersamaan dengan meningkatnya popularitas scent layering atau kebiasaan mengombinasikan beberapa aroma sekaligus.

Karakter milky yang lembut membuatnya mudah dipadukan dengan berbagai jenis parfum lain, mulai dari aroma kayu, floral, hingga spicy. Hasilnya adalah aroma yang terasa lebih hangat, lembut dan menyatu dengan kulit.

(BACA JUGA: Jangan Sembarangan, Semprot Parfum di Titik-titik Tubuh Berikut Biar Aromanya Semakin Maksimal)

(Foto: wicked-good.co)

Selain faktor aroma, estetika visual juga menjadi bagian penting dari popularitas tren ini. Warna putih susu, tekstur creamy, hingga nuansa nostalgia yang identik dengan susu dan produk dairy dianggap sangat cocok dengan tren kecantikan saat ini yang mengedepankan softness, comfort dan sensory experience.

Konsep tersebut tidak hanya muncul dalam parfum, tetapi juga terlihat di berbagai kategori lain seperti skincare, body care, hingga makeup.

Sejumlah pengamat industri bahkan memprediksi bahwa milky fragrances bukan sekadar tren sesaat. Aroma creamy kini berkembang menjadi bagian dari evolusi baru kategori gourmand yang lebih dewasa, lebih halus dan tidak terlalu terasa seperti makanan penutup.

Jika sebelumnya gourmand identik dengan aroma yang sangat manis, versi terbaru ini lebih fokus menghadirkan sensasi hangat, tekstural dan mewah tanpa terasa berlebihan.

Dengan semakin banyaknya brand yang mengeksplorasi aroma susu dalam berbagai bentuk, milky fragrances tampaknya akan terus menjadi salah satu tren parfum terbesar sepanjang 2026.

Bagi pencinta aroma yang lembut, cozy dan terasa seperti “kulit sendiri tetapi lebih nyaman”, tren ini mungkin menjadi alasan berikutnya untuk menemukan signature scent baru.

(Kirana Putri, foto: womanandhome.com)

Share